Roh Kudus dan Pekerjaan-Nya
3 June 2012 by James Alfyn Muaja Leave a Comment
A. PRIBADI ROH KUDUS
Tuhan Yesus, yang telah bangkit dari antara orang-orang mati, yang telah naik ke sorga serta dipermuliakan disebelah kanan Allah, ialah yang mengutus Roh Kudus agar tinggal di dalam hati orang-orang saleh. Roh Kudus itu tidak mempunyai tubuh bagi dirinya sendiri, kecuali orang-orang yang ditebus oleh Kristus menyerahkan tubuhnya kepada-Nya untuk menjadi tempat kediaman roh itu. Pada hari Pentakosta Roh Kudus mulai tinggal di dalam hati orang-orang yang ditebus oleh Kristus, yaitu yang menjadi tubuh Kristus dan jemaat-Nya. Pelajaran mengenai Roh Kudus penting sekali bagi jemaat Kristus. Marilah kita menyelidiki hal itu.
I. KEPRIBADIAN ROH KUDUS
Roh Kudus bukan suatu kuasa yang tidak memiliki kepribadian, dan bukan hanya suatu gerakan, Roh Kudus ialah satu pribadi yang pasti. Hal ini diajarkan dalam Alkitab seperti berikut:
A. Sebutan Ia dan Dia dipakai untuk Roh Kudus
Sebelum Ia dan Dia biasa dipakai hanya kepada suatu pribadi, dan dalam Yohanes 14:16,17; 15:16; 16:7-14; dua perkataan itu dipakai untuk Roh Kudus, yang membuktikan bahwa Ia adalah satu pribadi yang pasti.
B. Sifat-sifat suatu pribadi ada pada Roh Kudus
Roh Kudus mempunyai pengetahuan – 1Korintus 2:10,11.
Roh Kudus berkehendak – 1Korintus 12:11.
Roh Kudus mempunyai kasih – Roma 15:30.
Roh Kudus mempunyai pikiran – Roma 8:27.
Nyata bahwa sifat-sifat penting yang ada pada satu pribadi dimiliki oleh Roh Kudus.
C. Perbuatan Roh Kudus yang menyatakan Ia adalah satu pribadi
Roh Kudus menyelidiki segala sesuatu yang tersembunyi dalam diri Allah – 1Korintus 2:10.
Roh Kudus dapat berkata-kata kepada manusia – Wahyu 2:7; Kisah 13:2; 21:11.
Roh Kudus bersaksi tentang Kristus – Yohanes 15:26.
Roh Kudus memohon untuk kita – Roma 8:26.
Roh Kudus mengajarkan segala kebenaran – Yohanes 14:26; 16:12,14.
Roh Kudus memimpin orang-orang saleh – Kisah 16:6; Roma 8:14.
Roh Kudus memerintah – Kisah 16:6,7.
Roh Kudus memanggil manusia serta memberi jabatan kepada mereka Kisah 13:2; 20:28.
Roh Kudus telah melakukan banyak hal yang hanya dapat dilakukan oleh satu pribadi.
D. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia terhadap Roh Kudus
Roh Kudus dapat didukacitakan dan didurhakai – Kejadian 6:3; Yesaya 63:10; Kisah 7:51; Efesus 4:30. Roh Kudus dapat diolok-olok – Ibrani 10:29. Kepada Roh Kudus orang dapat berdusta – Kisah 5:3. Roh Kudus dapat diterima atau disambut – Yohanes 20:22; Kisah 19:2. Roh Kudus dapat dihujat – Matius 12:31-32. Sikap semacam itu hanya dapat dilakukan kepada satu pribadi.
E. Roh Kudus Menggantikan Tuhan Yesus di atas Bumi ini
Memang Tuhan Yesus adalah satu pribadi, dan ketika Ia di dunia ini orang-orang mengakui bahwa Ia adalah satu pribadi. Oleh sebab Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus untuk menggantikan Dia (Yohanes 14:16-18), maka hal itu membuktikan bahwa Roh Kudus adalah satu pribadi; sebab hanya satu pribadi yang dapat menggantikan Tuhan Yesus. Roh Kudus bukan hanya satu kuasa yang melaluinya Allah bekerja, melainkan Ia adalah satu pribadi yang pasti. Satu pribadi mempunyai pengetahuan, kehendak dan niat dalam dirinya. Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa Roh Kudus sebagai satu pribadi akan mengajarkan segala perkara kepada kita serta menyaksikan tentang Yesus Kristus. Kita patut menganggap Roh Kudus sebagai satu pribadi sama seperti kita memikirkan Tuhan Yesus adalah satu pribadi.
II. KETUHANAN ROH KUDUS
Roh Kudus adalah Pribadi ilahi; Ia adalah Allah. Ini adalah ajaran Alkitab. Roh Kudus adalah salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal.
A. Sifat-sifat Ketuhanan ada pada Roh Kudus
Roh Kudus Kekal – Ibrani 9:14.
Roh Kudus Mahatahu – Yohanes 14:26; 16:13; 1Korintus 2:10.
Roh Kudus Mahakuasa. Hal ini dapat dilihat dalam hal Maria mengandung Yesus Kristus oleh kuasa Roh Kudus – Lukas 1:35.
Roh Kudus Mahahadir – Mazmur 139:7-10.
Sifat-sifat ini merupakan sifat-sifat ilahi dan sifat-sifat itu ada juga pada Roh Kudus.
B. Pekerjaan-pekerjaan ilahi dikerjakan oleh Roh Kudus
Roh Kudus berkuasa menciptakan — Ayub 33:4; Mazmur 104:30 Roh Kudus berkuasa menghidupkan, yaitu Ia memberi hidup kepada manusia — Yohanes 6:63; Roma 8:2,11 Melalui ilham ilahi Roh Kudus memakai para nabi dan rasul untuk bernubuat — 2Samuel 23:2,3; 2Petrus 1:21. Roh Kudus melahirkan kembali orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus — Yohanes 3:5-8.
C. Nama Roh Kudus disebut bersama-sama dengan nama-nama Allah dan nama Kristus
Nama Roh Kudus disamakan dengan Nama Kristus dalam Amanat Agung Kristus, Matius 28:19. Nama Roh Kudus disamakan dengan Nama Allah dan dengan Nama Anak Allah dalam doa nikmat, 2Korintus 13:13; dan dalam menjalankan pekerjaan jemaat – 1Korintus 12:4-6. Berdasarkan semuanya itu patutlah kita juga mengaku bahwa Roh Kudus adalah Allah.
D. Roh Kudus disebut Allah dan Tuhan
Dalam Kisah 5:3 Petrus memberitahukan kepada Ananias bahwa ia telah berdusta kepada Roh Kudus; dan dalam ayat yang berikutnya Petrus berkata kepadanya bahwa ia telah berdusta kepada Allah. Nyata bahwa Roh Kudus sesuai dengan Allah dan Ia adalah Allah. Dan di dalam 2Korintus 3:17,18 Tuhan dan Roh Kudus disamakan dan dipakai berganti-ganti.
E. Sebutan-sebutan dalam Perjanjian Lama yang jelas ditujukan kepada Tuhan dalam Perjanjian Baru ditunjukan kepada Roh Kudus.
Bandingkanlah Yesaya 6:8-10 dengan Kisah 28:25-27. Ayat-ayat tersebut juga dikenakan kepada Tuhan Yesus. Jadi rupanya Yesaya 6:3 juga ditujukan kepada Allah Tritunggal, sebab ayat tersebut dapat dikenakan pada tiap pribadi dari Allah Tritunggal itu, masing-masing dikenakan kepada Tiga Pribadi yang menjadi Allah yang Esa. Bandingkanlah Keluaran 16:7 dengan Ibrani 3:7-9 dan Mazmur 95:8-11. Oleh karena hal-hal ini dinyatakan dalam Perjanjian Baru maka nyatalah bahwa Roh Kudus adalah Allah.
F. Roh Kudus berbeda dengan Allah Bapa dan Allah Anak
Walaupun Roh Kudus adalah Allah, kita harus ingat bahwa Ia adalah satu Pribadi yang berbeda dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Hal ini nyata dari ayat-ayat yang berikut: Lukas 3:21,22; Matius 28:19; Yohanes 14:16; 16:7; Kisah 2:33.
G. Roh Kudus mentaati perintah Allah Bapa dan Allah Anak
Dalam Alkitab jelas dikatakan bahwa Roh Kudus dengan sukarela mentaati perintah Allah Bapa dan Allah Anak. Kita dapat membaca dari ayat-ayat yang berikut: Yohanes 14:26; 15:26; 16:13,14.
III. NAMA-NAMA ROH KUDUS
Nama-nama Roh Kudus penting sekali sebab nama-nama itu menyatakan sifat-Nya dan pekerjaan-Nya. Berikut ini adalah beberapa nama yang terdapat dalam Alkitab.
A. Nama-nama Roh Kudus yang menyatakan hubungan-Nya dengan Allah Bapa
Roh Allah yang hidup – 2Korintus 3:3.
Roh Allah – 1Korintus 3:16.
Roh-Mu – Mazmur 104:30.
Roh Tuhan – Yesaya 11:2; 61:1.
Roh – Yohanes 3:6-8.
B. Nama-nama Roh Kudus yang menyatakan hubungan-Nya dengan Yesus Kristus
Roh Kristus – Roma 8:9.
Roh Anak-Nya – Galatia 4:6.
Roh Yesus Kristus – Filipi 1:19.
Roh Yesus – Kisah 16:7.
Dengan demikian jelas bahwa Roh Kudus diutus oleh Allah Bapa dan Allah Anak (Yohanes 14:26; 15:26). Patutlah kita ingat bahwa “Ketika Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta itu, maka Ia telah datang sebagai Roh Tuhan Yesus yang telah dipermuliakan, yaitu Roh Kristus yang menjelma menjadi manusia, disalibkan, dan dipermuliakan, yang bukan membawa kehidupan Allah kepada kita, melainkan kehidupan yang ada pada Pribadi Yesus Kristus.” (Andrew Murray).
C. Nama-nama Roh Kudus yang menyatakan perangai dan pekerjaan-Nya
Roh Kudus – Lukas 11:13.
Roh Kekudusan – Roma 1:4.
Roh yang mengadili dan yang membakar – Yesaya 4:4. Nama ini menyatakan bahwa Ia menyelidiki, menghukum, dan menyucikan dengan api.
Roh Kebenaran – Yohanes 14:17; 15:26; 16:13. Roh Kudus adalah kebenaran, dan Ia bersaksi tentang kebenaran itu, dan memberitakan kebenaran itu.
Roh Kudus yang dijanjikan – Efesus 1:13. Ialah yang dijanjikan oleh Bapa dan Anak, Lukas 24:49; Kisah 1:4.
Roh yang memberi hidup_ – Roma 8:2.
Roh kasih karunia – Ibrani 10:29. Ialah yang memberitakan anugerah Allah.
Roh kemuliaan – 1Petrus 4:14.
Roh yang kekal – Ibrani 9:14.
Penghibur – Yohanes 14:26; 15:26; 16:7. Perkataan yang diterjemahkan “Penghibur” mempunyai arti lebih daripada itu. Memang perkataan itu berarti “orang yang mendampingi”, yaitu orang yang berdiri di sisi kita untuk membela kita. Dalam 1Yohanes 2:1, perkataan itu diterjemahkan “Pengantara”. Roh Kuduslah yang dipanggil ke sisi kita untuk menolong dan membela kita. Itulah nama yang mengandung kasih yang besar. Baiklah kita selalu ingat bahwa Roh Kudus senantiasa ada di dekat kita untuk menolong dan membela kita dalam segala kesusahan, pencobaan, bahaya atau apapun.
Kita wajib mengenal Roh Kudus menurut sifat-sifat yang dijelaskan dalam setiap nama-nama itu.
D. Tanda-tanda Roh Kudus
Ada beberapa benda atau hal-hal lain yang dipakai dalam Alkitab untuk menandakan Roh Kudus, yaitu burung merpati, air, api, angin, air anggur dan minyak.
Burung merpati menandakan Roh Kudus sebab burung itu dipakai pada waktu Yesus Kristus dibaptiskan. Matius 3:16; Markus 1:10; Lukas 3:22; Yohanes 1:32; Kejadian 1:2; 8:8-12. Pada burung merpati terdapat sifat-sifat seperti berikut: kasih, tulus hati, suka berdamai, lemah lembut dan tidak menyakiti. Merpati tidak mempunyai empedu, dan tidak mau berkelahi. Roh Kudus dapat didukacitakan tetapi Ia tidak menjadi marah.
Air menandakan Roh Kudus sebab air menyucikan. Yesaya 44:3; Wahyu 22:17; Yohanes 4:14; Yohanes 7:38,39. Air menandakan pembaharuan, kepuasan dan kepenuhan. Roh Kudus melakukan hal itu di dalam kita.
Api menandakan Roh Kudus sebab api itu menyelidiki, menyucikan, dan menerangi. 1Raja 18:38; Kisah 2:3; Yesaya 6:6,7; Matius 3:11,12; Lukas 3:16,17. Api itu menandakan kehadiran Allah, kuasa Allah, dan bagaimana Allah menyucikan.
Angin menandakan Roh Kudus sebab angin itu menyatakan kehidupan dan gerakan. Yohanes 3:3-8; Kisah 2:2; Kejadian 2:7; Yohanes 20:22. Ini menyatakan dua pekerjaan Roh Kudus di dalam manusia, yaitu melahirkan kembali dan membaptiskan dengan Roh Kudus. Angin membawa kehidupan dan menumbuhkan segala tanaman; begitu juga Roh Kudus bekerja di dalam kita.
Air anggur menandakan Roh Kudus sebab air anggur membuat orang menjadi berani dan bersemangat, Efesus 5:18; Kisah 2:13. Kehendak Allah ialah supaya Roh Kudus saja yang dapat membuat orang menjadi bersemangat; tetapi Iblis telah menipu manusia supaya mereka mencari kedua hal itu dalam air anggur.
Minyak menandakan Roh Kudus sebab Ia yang mengurapi, menguasai, dan menerangi manusia. 1Samuel 16:13; Keluaran 30:23-33; Mazmur 92:11; Yesaya 61:1-3; Mazmur 23:5; Kisah 10:38; Yakobus 5:14; 1Yoh 2:20,27. Roh Kudus mengurapi dan menguasai kita dalam melakukan pekerjaan dan dalam kehidupan kita, dan Ia juga menerangkan hati kita.
Untuk mengakhiri pasal ini kami kutip perkataan dari Andrew Murray: “Roh Kudus ada di dalam saya sebagai suatu kuasa atau satu Pribadi, yang mempunyai kehendak dan maksud terhadap saya. Saya menyerahkan seluruh pribadi saya kepada Roh Kudus, dan kepribadian saya tidak dihilangkan melainkan dibaharui dan dikuatkan. Alangkah baiknya melihat bagaimana Roh Kudus menguasai hal-hal yang sebelumnya diperintah oleh keinginan tubuh.
IV. BERDOSA ATAU BERSALAH KEPADA ROH KUDUS
Hal ini patut direnungkan baik-baik oleh orang-orang Kristen maupun orang-orang yang belum percaya, sebab dosa kepada Roh Kudus membawa akibat-akibat yang berat sekali. Ada dua bagian, yaitu dosa-dosa kepada Roh Kudus yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya dan yang diperbuat oleh orang-orang yang sudah percaya.
A. Berdosa atau bersalah kepada Roh Kudus yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya
Dalam Kisah 7:51-57 diterangkan bagaimana orang-orang melawan Roh Kudus yang sedang menarik hati mereka untuk datang kepada Tuhan Yesus. Dosa ini dilakukan oleh banyak orang di dalam dunia pada waktu ini.
Dalam Ibrani 10:29 dikemukakan tentang dosa orang-orang yang menghina (menginjak-injak) Roh Kudus. Bandingkan dengan Lukas 18:32. Kalau seseorang menolak kesaksian Roh Kudus dari hal Kristus maka orang itu menghina Roh Kudus.
Dalam Matius 12:31-32 ditulis tentang dosa karena menghujat Roh Kudus. Itulah dosa yang terbesar, sebab Tuhan Yesus berkata bahwa dosa itu tidak dapat diampuni. Rupanya dosa itu dilakukan bila seseorang mengatakan bahwa pekerjaan yang sebenarnya dilakukan oleh Allah dengan kuasa Roh Kudus itu dilakukan oleh Iblis. Lihat Matius 12:24,27,28.
B. Dosa atau kesalahan kepada Roh Kudus yang diperbuat oleh orang-orang yang percaya
Dalam Efesus 4:30,31 kita diminta agar tidak mendukacitakan Roh Kudus. Lihat Yesaya 63:10; Efesus 5:4; dan Galatia 5:17-21. Kalau orang-orang Kristen mengatakan hal-hal yang sia-sia atau jenaka (Efesus 5:4), atau kalau kita melakukan sesuatu seperti yang disebut dalam Galatia 5:17-21, mendukacitakan Roh Kudus. Janganlah kita mendukacitakan Dia supaya tidak terjadi atas kita apa yang disebut dalam Yesaya 63:10.
Dalam Kisah 5:3,4 diceritakan tentang seorang Kristen yang berdusta kepada Roh Kudus. Seringkali orang Kristen berkata, “Aku menyerahkan semuanya kepada Tuhan”, padahal kenyataannya tidak, jadi itu adalah dusta. Ananias menginginkan supaya orang-orang menganggap ia telah menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Bandingkanlah dengan pasal Yosua 7:1-26 dan 2Raja 5:20-27.
Dalam 1Tesalonika 5:19 kita diminta agar jangan memadamkan Roh Kudus. Itu berarti jangan memadamkan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita sendiri, misalnya bila Roh Kudus mengajak serta memimpin kita di dalam kesucian. Juga dalam pelayanan kita untuk Tuhan, kalau kita tidak menurut perintah-Nya kepada kita maka kita memadamkan Roh Kudus. Janganlah kita menyalahkan pekerjaan orang lain dalam ladang Tuhan, sebab dengan demikian seringkali kita memadamkan Roh Kudus.
B. PEKERJAAN ROH KUDUS
I. PEKERJAAN ROH KUDUS SEBAGAI SALAH SATU DARI ALLAH TRITUNGGAL
Alkitab mengajarkan bahwa dalam tiap-tiap pekerjaan Allah, maka Bapa, Anak dan Roh Kudus bekerja bersama-sama. Di dalam pekerjaan menciptakan alam ini beserta isinya, di dalam menebus manusia, dan di dalam menyelamatkan manusia kita melihat pekerjaan daripada tiap-tiap Tritunggal sebagai berikut: dalam tiap-tiap pekerjaan Allah, maka kuasa untuk menciptakan berasal dari Bapa; kuasa untuk mengatur berasal dari Anak; dan kuasa untuk menyelenggarakan atau menyempurnakan berasal dari Roh Kudus. Oleh sebab itu dalam tiap-tiap pekerjaan Allah, bagian atau tugas Roh Kudus ialah menggenapkan apa yang dimaksudkan oleh Bapa dan yang diatur atau dilaksanakan oleh Anak- (Roma 11:36; 1Korintus 8:6).
“Dinyatakan dalam Alkitab bahwa segala pekerjaan berasal daripada Bapa, dengan melalui Anak, dan oleh Roh Kudus. Dan dalam hal manusia berbalik kepada Allah oleh jalan tebusan, manusia selalu menuju kepada Bapa, dengan melalui Anak, oleh Roh Kudus, (Efesus 2:18)” – Hodge.
II. PEKERJAAN ROH KUDUS DI DALAM ALAM SEMESTA
Dalam Alkitab nyata bahwa masing-masing mendapat satu bagian dalam pekerjaan penciptaan, yaitu: Allah Bapa – Kejadian 1:1. Allah Anak – Kolose 1:16; Ibrani 11:3. Allah Roh Kudus – Mazmur 33:6; 104:30.
Dalam pekerjaan penciptaan terlihat tiga kuasa yang bekerja, yaitu kuasa yang mengadakan, yang datang dari Bapa; kuasa yang mengatur dan membentuk, yang datang dari Anak; dan kuasa yang menyempurnakan dan menggenapkan yang datang dari Roh Kudus.
Pekerjaan istimewa dari Roh Kudus dalam penciptaan yaitu “membawa segenap kejadian kepada tujuannya yaitu mempermuliakan Allah”. Kuyper.
Dengan perkataan lain, pekerjaan Roh Kudus ialah memelihara dan menyempurnakan kehidupan, membawa peraturan, kebaikan dan keelokan di dalam alam ini. Roh Kudus telah mengatur angkasa raya, Ayub 26:13; Mazmur 33:6; Yesaya 40:12,13.
Apakah pekerjaan Roh Kudus dalam alam ini hanya berhubungan dengan penciptaan-Nya yang sudah selesai, atau apakah Ia masih bekerja sampai sekarang? Alkitab menyatakan bahwa Ia masih bekerja dalam alam ini. Roh Kudus membaharui muka bumi dan makhluk-makhluk yang hidup dipelihara oleh-Nya (Mazmur 104:30). Roh Kudus memelihara tumbuh-tumbuhan (Mazmur 104:10-13). Roh Kudus memelihara binatang-binatang (Mazmur 104:11,12,14,21,27). Dunia yang telah menjadi kacau diperbaiki oleh Roh Kudus (Kejadian 1:2,3; 2:7). Dalam segala kejadian yang dikerjakan oleh Roh Kudus, rupanya kejadian itu terjadi menurut tingkatan yang makin lama makin tinggi. Pertama-tama yang terjadi adalah terang, yang tidak mempunyai kehidupan, lalu rumput dan tumbuh-tumbuhan, lalu binatang, lalu manusia, dan kemudian anak Manusia, yaitu Kristus, pada waktu Ia dikandung oleh kuasa Roh Kudus.
Dalam hal ini terlihat kemajuan, tetapi bukan kemajuan sebagaimana yang dikatakan dalam pengajaran yang sesat yaitu pengajaran evolusi (evolution).
III. PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM ALKITAB
Dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, ada pekerjaan Roh Kudus yang penting sekali.
Roh Kudus telah menyatakan Wahyu; yaitu kebenaran baru yang tidak dapat diterima oleh pikiran manusia tanpa pertolongan Roh Kudus. Segenap Alkitab perlu diilhamkan untuk menyatakan kebenaran yang baru ataupun yang lama kepada manusia (2Timotius 3:16). Lihat juga ayat ini dalam terjemahan dari Firman Allah Yang Hidup dan Kabar Baik Masa Kini. Bukan berarti bahwa segenap Alkitab adalah suatu penyataan kebenaran yang baru, sebab dalam Alkitab terdapat juga kenyataan sejarah. Akan tetapi segenap Alkitab itu diilhamkan, baik bagian sejarahnya maupun bagian yang merupakan kebenaran baru yang manusia tidak dapat menerimanya tanpa pertolongan Roh Kudus. Perlu sekali segenap Alkitab diilhamkan oleh Allah supaya kebenaran yang dihadapkan kepada manusia tidak ada yang salah. Lihat 2Samuel 23:1,2; Yohanes 14:26; 15:26. Roh Kudus juga menerangi, yaitu Ia menerangi pikiran kita supaya dapat mengerti kebenaran yang diilhamkan oleh Tuhan.
Tanpa pertolongan Roh Kudus kita tidak dapat mengerti hal-hal tentang Allah (1Korintus 2:10-16; Efesus 1:17,18). Roh Kudus juga menjelaskan dan menempelak hati kita melalui pelajaran Alkitab. Oleh sebab itu kita mendapat berkat rohani dan bertambah-tambah secara rohani oleh sebab Firman Allah.
IV. PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM KRISTUS
Roh Kudus telah melakukan satu pekerjaan yang pasti dan penting di dalam Yesus Kristus. Kesaksian-kesaksian tentang kedatangan Kristus telah diberitahukan oleh Roh Kudus (1Petrus 1:10-12; Wahyu 19:10). Roh Kudus juga ikut campur dalam pekerjaan Kristus sewaktu Ia di atas bumi ini, dan Ia juga ikut mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya sekarang di sebelah kanan Allah.
A. Hubungan Roh Kudus dengan pekerjaan Kristus sewaktu Ia di atas bumi ini
Yesus Kristus telah dilahirkan oleh anak dara dengan kuasa Roh Kudus, Matius 1:20; Lukas 1:35.
Yesus Kristus dibaptiskan oleh Roh Kudus, Matius 3:16,17; Markus 1:9-11; Lukas 3:21. Yesus Kristus diurapi oleh Roh Kudus untuk melakukan pekerjaan-Nya, Kisah 10:38; Yesaya 61:1; Lukas 4:14,18. Yesus Kristus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis, Matius 4:1-11; Lukas 4:1-13.
Roh Kudus ada di dalam Yesus Kristus untuk pekerjaan-Nya, yaitu mengabarkan Injil, menyembuhkan orang-orang sakit, dan mengusir setan,Matius 12:28; Lukas 4:16-22; Kisah 10:38. Oleh Roh Kudus Tuhan Yesus mati di atas kayu salib serta menyerahkan diri-Nya kepada Allah, Ibrani 9:14. Yesus Kristus dibangkitkan oleh kuasa Roh Kudus, Roma 8:11; 1Timotius 3:16. Roh Kudus menyertai Kristus dalam pekerjaan-Nya sesudah Ia dibangkitkan, Kisah 1:2.
B. Hubungan Roh Kudus dengan pekerjaan Yesus Kristus sekarang di sebelah kanan Allah
Roh Kudus telah dicurahkan atas jemaat oleh sebab doa Kristus dan sebab pekerjaan-Nya, Yohanes 15:26; Kisah 2:33; Efesus 4:8. Roh Kudus hadir di dalam jemaat sebagai wakil Kristus, Yohanes 14:16-18. Roh Kudus di dalam Jemaat, dan Kristus di dalam sorga bekerja bersama-sama dalam berdoa bagi kita, Roma 8:26,27,34. Doa Roh Kudus dan Mempelai Perempuan yaitu supaya Kristus segera kembali, Wahyu 22:17.
C. Nasihat berkenaan dengan pekerjaan Roh Kudus dalam Kristus
Yesus Kristus sungguh-sungguh seorang manusia. Ia telah hidup, berpikir, mengajar, menaklukkan dosa, dan mencapai kemenangan bagi Allah dengan kuasa Roh Kudus, yaitu kuasa yang kita semua boleh menerimanya. Kita juga harus bersandar pada Roh Kudus. Kalau Tuhan Yesus, Anak Tunggal Allah, telah melakukan semua yang disebut di atas dengan kuasa Roh Kudus, terlebih lagi kita harus bersandar sepenuhnya kepada Roh Kudus.
Kesempatan baik, keberhasilan, berkat, dan kemenangan ada pada kita sekalian oleh karena Roh Kudus. Roh Kudus, yang oleh kuasa-Nya Kristus dilahirkan, dapat juga melahirkan kita kembali yang mati dalam dosa. Roh Kudus yang telah menolong Yesus Kristus menyerahkan diri-Nya dengan tidak bercela kepada Allah, boleh diterima juga oleh kita, supaya kita menyerahkan diri kita kepada Allah dengan tidak bercela. Begitu pula Roh Kudus yang telah mengurapi Yesus Kristus dapat mengurapi kita semua. Yesus Kristus ialah teladan kita (1Yohanes 2:6), anak sulung dari antara banyak saudara. Segala sesuatu yang telah dicapai oleh Yesus Kristus oleh kuasa Roh Kudus, boleh juga dicapai oleh kita semua. Kalau kita menjunjung tinggi Roh Kudus maka Roh Kudus akan menghormati kita. Apakah kita juga mengutamakan Roh Kudus dalam pekerjaan kita?
V. PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA
Sebelum kita menyelidiki pekerjaan Roh Kudus di dalam jemaat, baiklah kita memperhatikan pekerjaan-Nya di dalam orang-orang di luar jemaat Kristus. Ada orang yang berkata bahwa Roh Kudus tidak bekerja di dalam orang-orang di luar jemaat Kristus, tetapi itu tidak benar. Sudah jelas dalam Alkitab bahwa ada tiga macam pekerjaan Roh Kudus di antara orang-orang yang ada di luar jemaat:
Roh Kudus menahan kejahatan sehingga kehendak Allah digenapkan dalam dunia ini. Ialah yang “menahan” dan tidak membiarkan kejahatan digenapkan sampai si pendurhaka menyatakan dirinya (2Tesalonika 2:7).
Roh Kudus menempelak isi dunia ini tentang dosa, dan kebenaran dan hukuman (Yohanes 16:8-11). Roh Kudus terutama menempelak orang-orang tentang dosa yang membawa kebinasaan, yaitu dosa menolak Yesus Kristus. “Akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku”. Sesudah Tuhan Yesus naik kepada Bapa-Nya, kehidupan-Nya yang tidak bercela dihadapan orang-orang tidak lagi dapat menempelak mereka akan kejahatan mereka. Sebab itu Roh Kudus telah datang supaya Ia dapat menempelak isi dunia. “Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi”. Juga kenaikan Tuhan Yesus telah membuktikan bahwa perkataan-Nya tentang diri-Nya adalah benar, dan hal itupun dapat menempelak orang-orang dari hal kejahatan. Jikalau orang-orang tetap mengikuti Iblis, penguasa dunia ini, tentu mereka akan mendapat hukuman yang serupa dengan hukuman Iblis, yaitu dicampakkan ke dalam lautan api. Oleh sebab itulah Roh Kudus “menempelak akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum”. Roh Kudus menginsafkan akan dosa, yaitu dosa manusia; akan kebenaran, yaitu kebenaran kepunyaan Kristus; dan akan hukuman, yaitu hukuman bagi Iblis.
Roh Kudus menyaksikan tentang kebenaran yang ada dalam Yesus Kristus, serta menyatakan kebenaran pengabaran Injil dan kesaksian tentang Kristus (Yohanes 15:26,27; 14:16,17; Kisah 5:30-32). Kesaksian ini bukan hanya ditujukan kepada orang yang percaya saja, melainkan juga kepada orang berdosa. Rupanya Roh Kudus bekerja di dalam orang-orang berdosa dengan perantaraan orang-orang yang sudah percaya. Oleh sebab itu patut kita berhati-hati supaya kita masing-masing menjadi alat dalam tangan Roh Kudus dan supaya tidak ada dosa dalam diri kita sehingga menjadi penghalang bagi pekerjaan Roh Kudus. Tugas kita ialah mengabarkan Injil dan berharap kepada Roh Kudus agar Ia menempelak hati orang-orang yang mendengar. Lihat Kisah 2:4,37.
VI. PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM JEMAAT KRISTUS
Roh Kudus ada di dalam jemaat Kristus – perhimpunan orang-orang yang percaya. Jemaat yang mula-mula telah menjadi saksi yang menyiarkan terang di dalam dunia yang tidak mengenal Allah ini.
“Dalam jemaat yang mula-mula terlihat dua sifat yang utama, yaitu: (1) Kasih satu kepada yang lain antara orang-orang Kristen. (2) Kasih kepada yang memusuhi mereka. Kasih itu nyata dalam hal kesabaran dan dalam hal menanggung aniaya. Dengan semangat yang berkobar-kobar mereka memberitakan Injil; dan mereka dikuatkan serta disucikan oleh iman mereka.” – H.T. Sell.
Apa yang telah dimulai dalam jemaat yang mula-mula oleh Roh Kudus, Ia lanjutkan dan sempurnakan di dalam kita.
Pada hari Pentakosta Roh Kudus telah mengadakan serta membangunkan tubuh Kristus, yaitu jemaat-Nya. Roh Kudus telah dicurahkan pada hari Pentakosta. Hari raya itu terjadi lima puluh hari sesudah hari raya Perjamuan Buah Bungaran. Pada hari raya Buah Bungaran biasanya seorang Imam Israel mempersembahkan gandum (padi) yang pertama-tama masak (dipotong). Maka pada hari Pentakosta di negeri Yerusalem, yaitu pada hari ketika imam sedang mempersembahkan dua buah roti unjukan kepada Allah, Roh Kudus telah turun ke atas jemaat itu, membangunkan dan mempersatukan mereka dan mempersembahkan jemaat itu kepada Allah sebagai satu perhimpunan orang-orang yang percaya – yaitu suatu perhimpunan orang-orang yang penuh dengan kuasa dan kehidupan Roh Kudus sendiri (Kis 2:1-4; Ef 1:22,23).
Roh Kudus memiliki jemaat, yaitu Bait Allah. Lukisan mengenai bangunan ini baik sekali. Tiap-tiap orang yang percaya dibangunkan di atas alasan nabi-nabi dan rasul-rasul, dan Yesus Kristus adalah batu penjuru, dan segenap bangunan itu menjadi tempat kediaman Allah oleh Roh Kudus (Efesus 2:19-22).
Roh Kudus adalah kepala yang memimpin jemaat ke dalam segenap kehendak Allah. Kami tidak membicarakan golongan dan aliran-aliran orang-orang Kristen. Kami hanya membicarakan tentang orang-orang yang sungguh-sungguh percaya dari segenap golongan dan aliran. Mereka yang sungguh-sungguh percaya dipersatukan dengan kepala, yaitu Yesus Kristus. Mereka yang menjadi tubuh Kristus dan menjadi jemaat yang sejati. Jemaat yang sejati itu dikepalai oleh Roh Kudus serta dipimpin oleh-Nya. Dalam pasal Kisah 15:1-41 diterangkan bagaimana Roh Kudus menjadi kepala jemaat di atas bumi ini, serta mengatur segala pelaksanaan-Nya. Pada waktu itu orang-orang yang percaya berkumpul di Yerusalem untuk berunding tentang bangsa asing yang sudah percaya. Tuhan Allah dengan Roh Kudus telah memimpin persidangan itu sehingga diputuskan bahwa bangsa-bangsa asing yang telah percaya memiliki hak dan kebebasan yang sama seperti orang-orang Yahudi yang telah percaya. Alangkah baiknya kalau tiap-tiap perhimpunan jemaat mau menyerahkan diri sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus.
Walaupun begitu Allah sudah dan tetap menyelenggarakan jemaat-Nya; dan Roh Kudus setia dalam memimpin jemaat itu ke dalam kehendak Allah.
Roh Kudus masih membangun Tubuh Kristus dengan cara memanggil suatu kaum bagi nama Kristus. Maksud Allah bagi jemaat bukannya untuk mengkristenkan segenap dunia, melainkan untuk mengabarkan Injil kepada segenap dunia serta memilih satu kaum bagi Kristus yang menjadi milik-Nya, yang terdiri dari segala bangsa di dunia ini. Sesudah kebangkitan-Nya Tuhan Yesus menerangkan kepada murid-murid-Nya bahwa Allah tidak bermaksud supaya mereka mengetahui segala masa dan ketika yang ditetapkan oleh-Nya, melainkan supaya mereka mengerjakan tugas yang diserahkan kepada mereka, yaitu bersaksi. Dan kalau mereka hendak melakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya haruslah mereka menantikan Roh Kudus yang telah dijanjikan (Kisah 1:1-8; 15:14-18).
Kelengkapan Roh Kudus bagi Jemaat
Karena itu mereka pergi ke segala tempat untuk mengumpulkan orang-orang dari segala bangsa agar menjadi mempelai perempuan Kristus, dan menggenapi apa yang dikatakan dalam Wahyu 5:9,10. Dalam Perjanjian Lama, Eliezer, hamba Abraham yang pergi mencari mempelai perempuan untuk Ishak, melukiskan hal itu.
Roh Kudus telah melengkapi jemaat-jemaat-Nya sehingga jemaat itu dapat melakukan dan menggenapkan maksud Allah (Efesus 4:7,8,11,12). Kalau kesucian jemaat tidak nyata di dalam kesaksiannya, maka kesaksian itu tidak akan berhasil. Oleh sebab itu Roh Kudus melengkapi jemaat dengan jalan mengeluarkan buah-buahan Roh Kudus dalam mereka itu. Dari segala buah-buah Roh, kasihlah yang terutama (Galatia 5:22,23).
Disamping buah-buah Roh itu, Roh Kudus juga memberikan karunia-karunia (1Korintus 12:1-11). Hanya oleh kelengkapan Roh Kudus itu dapatlah jemaat menggenapkan pekerjaan yang diamanatkan kepadanya.
“Buah-buah dan karunia-karunia Roh tidak sama. Buah-buah Roh adalah untuk sikap dan sifat kita; karunia-karunia yaitu perlengkapan kuasa. Karunia-karunia diberikan menurut kedaulatan kehendak Allah; buah-buah Roh itu menyatakan kehidupan yang halus dan merupakan suatu proses. Karunia-karunia berguna untuk pekerjaan pengabaran Injil; buah-buah Roh berguna untuk perangai yang halus. Karunia-karunia adalah untuk pelayanan istimewa; buah-buah Roh adalah sifat kehidupan. Karunia-karunia diberikan; buah-buah Roh adalah suatu kenyataan sifat. Karunia-karunia dapat diberikan sekaligus; buah-buah Roh harus di tanam dan bertumbuh perlahan-lahan. Jadi ada hubungan antara karunia-karunia Roh dan buah-buah Roh walaupun keduanya tidak sama.
“Segenap buah Roh termuat dalam kasih, tetapi kasih tidak termasuk dalam daftar karunia. Tidak semua orang yang percaya dapat bernubuat, tetapi semuanya harus mengasihi sesamanya. Kita boleh merindukan karunia-karunia, yang semata-mata ada di dalam kuasa Roh Kudus, tetapi mengeluarkan buah-buah Roh diwajibkan kepada kita. Karunia-karunia Roh tidak dapat menggantikan buah-buah Roh.” Samuel Chadwick.
VII. PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM PENGABARAN INJIL
Dengan ringkas kita dapat menyatakan pekerjaan Roh Kudus di dalam jemaat, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan pengabaran Injil.
Roh Kudus memilih pengabar Injil – Kisah 13:2.
Roh Kudus mengutus pengabar Injil – Kisah 13:4.
Roh Kudus memberi kuasa kepada pengabar Injil untuk mengabarkan Injil – Kisah 13:9.
Roh Kudus menguatkan pengabar Injil pada waktu mereka dianiaya Kisah 13:52.
Roh Kudus menyaksikan dan memeteraikan pekerjaan pengabar Injil – Kisah 15:8.
Roh Kudus memimpin dalam mengatur pekerjaan pengabaran Injil – Kisah 15:28.
Roh Kudus menahan para pengabar Injil agar tidak masuk ke ladang-ladang yang belum dibuka oleh Tuhan – Kisah 16:6,7.
VIII. PEKERJAAN ROH KUDUS DI DALAM ORANG YANG PERCAYA
Pekerjaan Roh Kudus dalam orang yang percaya merupakan pekerjaan yang besar dan luas. Dalam sepanjang kehidupan Kristen, Roh Kudus tetap bekerja di dalam kita, dari permulaan sekali, dalam tiap-tiap kemajuan rohani, sampai kepada kesempurnaan. Roh Kudus (seperti Kristus) tentu ikut ambil bagian dalam tiap-tiap pekerjaan keselamatan untuk kita, yaitu dalam hal pertobatan, dilahirkan kembali, pengudusan dan kepenuhan Roh Kudus, dan dalam segala kemajuan rohani. Semuanya itu akan dibahas dalam, pasal mengenai ASAS PELAJARAN TENTANG KESELAMATAN. Dalam pasal ini kita hanya mempelajari sebagian dari pertolongan dan pekerjaan Roh Kudus dalam orang yang percaya, tetapi bukan khusus mengenai hubungannya dengan pekerjaan keselamatan kita. Selanjutnya kita akan menyelidiki pekerjaan Roh Kudus yang terbesar di dalam kita, yaitu dipenuhi dengan Roh Kudus.
Beberapa pekerjaan Roh Kudus di dalam orang yang percaya
Roh Kudus itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah, Roma 8:16. Paulus tidak berkata dalam ayat ini “menyaksikan kepada Roh kita”, melainkan “bersaksi bersama-sama dengan roh kita”. Artinya ada dua oknum yang menyaksikan bahwa kita anak Allah: pertama, roh kita menyaksikan bahwa kita anak Allah; kedua, Roh Kudus menyaksikan beserta dengan roh kita bahwa kita anak Allah. Bagaimanakah Roh Kudus menyaksikan hal ini? Lihat Galatia 4:6.
Roh Kudus menguatkan dengan kuat kuasa-Nya dalam batin orang yang percaya, Efesus 3:16. Hasil kekuatan ini terlihat dalam ayat Efesus 3:17-19. Dalam ayat-ayat ini dinyatakan kuasa Roh Kudus bukan hanya dalam hal Ia memberikan kemenangan melainkan juga dalam hal:
1. Kristus mendiami kita. 2. Kita beralas dan berakar dalam kasih. 3. Kita bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan. Semuanya ini adalah hasil yang nyata bila kita mendapat segala kelimpahan atau kepenuhan Allah.
Roh Kudus itu membawa orang yang percaya kepada seluruh kebenaran, Yohanes 16:13. Perjanjian ini mula-mula diberikan kepada rasul-rasul tetapi sesungguhnya meliputi semua orang yang percaya (1Yohanes 2:20,27). Memang kita semua akan memperoleh kesempatan untuk diajar oleh Allah. Dan tiap-tiap orang yang percaya tidak bergantung kepada seorang guru manusia – “Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain”. Ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu belajar dari orang-orang lain yang sudah diajar oleh Roh Kudus. Jikalau Yohanes berpikir bahwa kita tidak perlu belajar dari orang lain tentu ia tidak menulis surat ini untuk menjadi pelajaran bagi orang lain. Hal ini juga tidak berarti bahwa kalau kita sudah diajar oleh Roh Kudus maka kita tidak perlu lagi memperdulikan Firman Allah. Sebab Roh Kudus justru akan memimpin kita semua kepada Firman Tuhan, dan itulah yang selalu dipakai oleh Roh Kudus dalam mengajar murid-murid-Nya yaitu kita (Efesus 6:17; Yohanes 6:63; Efesus 5:18,19; Bandingkan Kolose 3:16). Walaupun kita belajar banyak dari manusia tetapi kita tidak dapat bergantung semata-mata kepada manusia, sebab kita telah memiliki Guru Ilahi yaitu Roh Kudus.
Kita tidak akan dapat mengetahui kebenaran dengan sesungguhnya sebelum kebenaran itu diajarkan kepada kita oleh Roh Kudus. Siapa pun juga yang menjadi guru kita, ataupun kita belajar banyak dari Alkitab dalam bahasa aslinya, kita tidak dapat mengerti kebenaran itu kalau kita tidak diajar oleh Roh Kudus. Orang yang diajar oleh Roh Kudus, walaupun ia tidak tahu bahasa aslinya, akan lebih mengetahui Firman Allah daripada orang yang tidak diajar oleh Roh Kudus, meskipun ia pandai dalam bahasa aslinya.
Roh Kudus mengadakan buah-buah rohani di dalam orang-orang yang percaya, supaya mereka mencerminkan budi pekerti Kristen, Galatia 5:22,23. Segala sifat yang baik, sikap dan perbuatan yang sama seperti Kristus, semua itu adalah pekerjaan Roh Kudus dan buah Roh Kudus. Dalam ayat-ayat itu dikemukakan tentang suatu kehidupan yang mulia dan indah. Tiap-tiap perkataan dari ayat itu patut direnungkan baik-baik. Kasih-sukacita-damai sejahtera-kesabaran-kemurahan-kebaikan-kesetiaan-kelemahlembutan-penguasaan diri. Bukankah kita semua rindu mencapai kehidupan ini yang seperti kehidupan Kristus? Tetapi kehidupan ini bukanlah kehidupan yang memang ada pada kita, dan tidak dapat dicapai melalui usaha diri sendiri. Kehidupan yang memang ada pada kita diterangkan dalam Galatia 5:19-21. Pada saat kita menyadari bahwa kehendak tubuh adalah jahat dan kita tidak dapat melakukan apa-apa yang baik oleh kuasa tubuh, artinya pada waktu kita putus asa terhadap kuasa tubuh atau kekuatan diri sendiri, lalu kita menyerahkan diri kepada Roh Kudus supaya Ia tinggal dan bekerja di dalam kita, maka pada waktu itu barulah Roh Kudus menyatakan buah-buah-Nya dalam hidup kita. Maukah saudara memiliki buah-buah Roh dalam perangai dan kehidupan saudara? Hendaklah saudara menyangkali diri sendiri untuk mendapatkan kesucian, lalu biarlah Roh Kudus memerintah saudara untuk mengeluarkan buah-buah-Nya dalam hidup saudara. Pelajaran ini sesuai dengan yang diajarkan dalam Galatia 2:20.
Roh Kudus itu mengingatkan perkataan-perkataan Kristus kepada kita, Yohanes 14:26. kalau kita telah menaruh Firman Tuhan dalam hati kita, serta menghafalkannya, tentu Roh Kudus akan mengingatkan kepada kita ayat-ayat yang perlu bagi kita pada waktu kita ada dalam kesusahan, dukacita, takut, atau dalam keadaan apa saja. Dan Ia pun akan memperingatkan ayat-ayat yang perlu bilamana kita sedang membawa seseorang kepada Kristus.
Dalam 1Korintus 2:9-14 dikemukakan dua bagian pekerjaan Roh kudus:
1. Roh Kudus menyatakan kepada kita hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah, dan berkata-kata tentang karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan oleh hikmat manusia, yang merupakan kebodohan bagi manusia duniawi.
2. Roh Kudus menjelaskan pernyataan-Nya, yaitu memberikan kuasa untuk mengerti, mengetahui dan menerima pengajaran yang diajarkan-Nya. Roh kudus ialah pemberi ilham untuk Firman Allah yang dituliskan, dan Ia juga yang menulis dan menegaskan Firman itu. Kita akan dapat mengerti sebuah kitab dengan lebih mudah apabila si penulis itu ada di samping kita untuk menerangkan ini kitab itu. Begitu pun halnya kalau kita mempelajari Alkitab, Penulisnya, yaitu Roh Kudus ada di samping kita sambil menerangkan isi kitab itu kepada kita. Dengan pertolongan Roh Kudus semuanya menjadi jelas. Patut kita selalu berdoa seperti Daud dalam Mazmur 119:18. Kita tidak hanya perlu berpegang pada Alkitab yang sudah diilhamkan Allah, tetapi kita perlu juga mendapat penjelasan dalam batin kita mengenai isi kitab itu, yaitu dengan pertolongan Roh Kudus. Banyak orang telah tersesat sebab mereka mencoba memahami pernyataan yang rohani ini dengan pikiran jasmani saja.
Roh Kudus menolong orang yang percaya supaya ia dengan penuh kuasa dapat meneruskan kepada orang-orang lain kebenaran yang diajarkan oleh Roh Kudus kepadanya (1Korintus 2:1-5; 1Tesalonika 1:5; Kisah 1:8). Di sini kita mendapat kesimpulan:
Kita perlu pernyataan kebenaran dari Roh Kudus, dan
Kita perlu penjelasan tentang kebenaran dari Roh Kudus, dan
Kita perlu kuasa dari Roh Kudus untuk memberitakan kebenaran yang telah dijelaskan-Nya itu kepada kita.
Kita selalu memerlukan pertolongan Roh Kudus. Yang menyebabkan gagalnya pekerjaan banyak pemberita Injil dan pekerja Kristen ialah karena mereka mencoba mengajarkan Firman Tuhan “Dengan perkataan budi yang membujuk orang”, yaitu dengan ilmu-ilmu manusia dan dunia ini. Padahal kita perlu “keterangan dan kuasa Roh kudus”.
Roh Kudus itu memimpin serta memberi kuasa kepada orang yang percaya dalam berdoa, Yudas 1:20; Efesus 6:18. Rasul-rasul tidak tahu bagaimana mereka harus berdoa, oleh sebab itu mereka meminta Tuhan Yesus mengajar mereka bagaimana harus berdoa, lihat Lukas 11:1 dan Roma 8:26. Roh Kuduslah yang mengajar kita berdoa. Dan doa yang berkenan kepada Tuhan yaitu doa di dalam Roh Kudus, yaitu Roh Kudus sendiri yang berdoa di dalam kita. Bilamana kita menghadap Takhta anugerah Tuhan kita patut mengakui bahwa kita tidak tahu bagaimana berdoa dengan sepatutnya, lalu kita meminta Roh Kudus agar memimpin doa kita menurut kehendak-Nya.
Kalau kita menghadap hadirat Tuhan dengan tidak memikirkan apa yang hendak kita minta, hal itu berarti kita tidak berdoa dalam Roh Kudus. Doa yang diilhamkan oleh Roh Kudus, atau yang dinaikkan oleh Roh Kudus sendiri di dalam kita, tentu didengar oleh Allah Bapa.
memuji dan mengucap syukur, Efesus 5:10-20. Dalam hal ini nyata bahwa Roh Kudus bukan hanya mengajar kita berdoa, tetapi juga mengajar kita mengucap syukur. Hal ini sangat penting bagi orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Lihat Kisah 2:4,11 dan Efesus 2:18.
Roh Kudus menolong kita menyembah Allah, Filipi 3:3. Berdoa lain daripada menyembah: mengucap syukur lain daripada menyembah. Menyembah menyatakan persekutuan kita dengan Allah, atau kasih kita kepada Allah, atau rasa hormat kita terhadap Allah, atau cara kita mempermuliakan Dia dalam hati kita. Di dalam doa kita mengutamakan keperluan kita; dalam pengucapan syukur kita mengutamakan segala berkat-berkat kita; tetapi dalam penyembahan kita mengutamakan pribadi Allah Bapa sendiri. Doa yang sejati dilakukan oleh Roh Kudus di dalam hati kita, lihat Yohanes 4:23. Ingatlah bahwa seringkali orang menyembah menurut keinginan daging yang sebenarnya merupakan kebencian bagi Allah. Tidak semua penyembahan, meskipun dilakukan dengan ketulusan hati, dipimpin oleh Roh Kudus atau berkenan kepada Allah. Orang yang menyembah Allah harus menyembah Dia menurut pimpinan Roh kudus.
Roh Kudus memanggil orang-orang serta mengutus mereka untuk melakukan pekerjaan yang ditentukan-Nya, Kisah 13:2,4. Roh kudus menghendaki supaya tiap-tiap orang Kristen bersaksi bagi Kristus, namun Ia juga memanggil orang-orang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Ada orang yang bertanya, “Di mana saya harus bekerja, di Kalimantan, atau di Irian, atau di Sumatra?” Sebetulnya hanya Roh Kudus yang menentukan. Tidak setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi utusan Injil. Tuhan sendiri mengetahui siapakah yang Ia panggil dan Ia tentu menyatakan kehendak-Nya kepada orang yang dipanggil-Nya itu.
Bagaimana Roh kudus memanggil seseorang? Dalam Kisah 13:2,4 hal itu tidak dijelaskan. Mungkin hal itu sengaja tidak dijelaskan agar orang-orang tidak beranggapan bahwa Tuhan memanggil seseorang hanya dengan satu cara. Yang penting dalam ayat ini, ialah Roh Kudus akan menyatakan kehendak-Nya dengan jelas dan pasti kepada orang-orang yang dipanggil-Nya. Memang seharusnya Roh Kudus yang mengutus seseorang, bukan kehendak orang itu. Bagaimana kita mengetahui panggilan Roh Kudus? Kita patut membuka hati untuk mendengar panggilan-Nya dan kita harus taat bila Tuhan memanggil.
Roh Kudus itu memimpin kita sehari-hari dalam tiap-tiap hal, ke mana kita harus pergi dan apa yang harus kita lakukan, Kisah 8:27-29; 16:6,7. Memang kita perlu mendapat pimpinan yang jelas dan tegas dari Roh Kudus dalam tiap-tiap perkara baik yang besar ataupun yang kecil. Umpamanya dalam hal membawa jiwa kepada Kristus. Tentunya Filipus telah melalui banyak orang dalam perjalanan ke Gaza sebelum Roh Kudus menyuruh dia naik ke dalam kereta itu. Dari peristiwa itu nyata bahwa Roh kudus mau memimpin kita dalam segala perkara kehidupan kita, dalam berdagang, bekerja, belajar, dan dalam setiap hal Tuhan mau memberikan hikmat-Nya kepada kita. Marilah kita melihat perjanjian yang jelas dan tegas dalam Yakobus 1:5-7:
Bagaimana kita mendapatkan hikmat itu? Ada lima langkah:
Kita harus menyadari bahwa kita “kekurangan hikmat”, yaitu bahwa kita ada kekuatan di dalam diri kita. Kekuatan diri sendiri harus dihilangkan.
Kita harus rindu mengetahui jalan Allah serta Rindu melakukan kehendak Allah. Kalau kita sungguh-sungguh merindukannya, pasti kita akan memintanya dengan sungguh-sungguh. Hal ini penting. Dengan demikian jelas mengapa seringkali orang Kristen tidak dapat mengetahui kehendak Allah dan tidak mendapat pimpinan Roh Kudus. Hal itu disebabkan mereka tidak sungguh-sungguh mau melakukan apa yang dinyatakan oleh Roh Kudus kepada mereka. Tuhan akan menunjukkan jalan-Nya kepada orang yang lembut hati, lihat Mazmur 25:10. Dari Yohanes 7:17 kita dapat mengetahui bahwa orang yang sungguh-sungguh “mau melakukan” kehendak Allah, Tuhan akan memberitahukannya.
Kita harus meminta dengan tekun supaya kita dipimpin oleh Tuhan.
Kita harus yakin dalam hati bahwa tentu kita akan dipimpin oleh Tuhan (Lihat Yakobus 1:6,7).
Kita harus mengikuti pimpinan itu langkah demi langkah. bagaimana pimpinan itu dinyatakan kepada kita tidak diberitahukan lebih dahulu, tetapi kita mengetahui bahwa Tuhan akan memimpin kita. Seringkali pimpinan itu hanya diberikan langkah demi langkah setiap saat. Sebetulnya satu langkah saja yang perlu kita ketahui, dan sesudah langkah itu dituruti, maka barulah kita akan mengetahui yang berikutnya. Ada orang yang bimbang sebab tidak mengetahui pimpinan Tuhan baginya untuk minggu depan, atau bulan depan, atau tahun depan. Bila saudara sudah mengetahui langkah yang di depan saudara, itu sudah cukup. Turutlah langkah itu dan Tuhan akan menunjukkan langkah yang berikutnya. Periksalah Bilangan 9:17-23. Pimpinan dari Tuhan adalah pimpinan yang tegas dan jelas, lihat Yohanes 1:5. Banyak orang yang bimbang dan kuatir apakah kalau pimpinan yang diperolehnya berasal dari Tuhan atau bukan. Tetapi kita berhak untuk mengetahuinya dengan pasti. Kita dapat menghadap takhta anugerah Allah untuk menyerahkan diri kita kepada Allah dan memberitahukan bahwa kita mau dan akan menurut pimpinan Tuhan asal pimpinan itu jelas kepada kita. Kita harus mengatakan demikian kepada Tuhan. “Ya Tuhan, jelaskanlah kiranya kehendak-Mu kepada hamba, hamba akan menurutinya” Tentu Tuhan mau menyatakan kehendak-Nya kepada kita, dan janganlah kita berbuat sesuatu kalau kehendak Allah belum jelas kepada kita. Tidak sepatutnya kita memberi saran kepada Allah tentang jalan yang harus dipakai-Nya untuk memimpin kita; misalnya, menuntut suatu tanda, atau dengan sembarangan saja menunjuk salah satu ayat dalam Alkitab. Kita harus minta hikmat dan pimpinan dari Tuhan, tetapi tidak patut bagi kita untuk menyuruh Tuhan memakai cara kita untuk menunjukkan kehendak-Nya kepada kita. Lihat 1Korintus 12:11. Setelah kita membaca semua yang sudah dikatakan di atas, ada dua hal yang nyata tentang pekerjaan Roh kudus dalam orang yang percaya.
Pertama: Kita semata-mata bergantung kepada Roh Kudus dalam segenap kehidupan kita.
Kedua: Betapa sempurna perlengkapan Tuhan bagi kehidupan dan pelayanan kita, dan betapa besar kesempatan yang diberikan kepada orang saleh melalui pekerjaan Roh Kudus di dalamnya. Kepandaian kita, pengetahuan kita, kerohanian kita, semua itu tidak penting, melainkan apa yang dapat dilakukan oleh Roh kudus di dalam kita kalau kita memberi kesempatan kepada-Nya, itulah yang bagi kita. Seringkali Roh Kudus memilih orang yang tidak memiliki bakat (kecakapan dan kepandaian) untuk memakai orang itu lebih daripada orang yang cakap dan yang pandai. Kehidupan Kristen tidak berada dalam kuasa diri sendiri, dan pelayanan Kristen itu tidak dikerjakan dengan kekuatan diri sendiri atau kepandaian diri sendiri, tetapi kehidupan Kristen itu ada di dalam kuasa Roh Kudus, begitu pula pelayanan Kristen. Roh kudus menghendaki dan rindu untuk menyempurnakan pekerjaan-Nya di dalam kita. Ia akan melakukan semua yang kita izinkan bagi Dia untuk bekerja di dalam kita.
C. BAPTISAN ROH KUDUS
I. Apakah baptisan Roh Kudus itu?
Di dalam Perjanjian Baru ada beberapa perkataan yang dipakai untuk menerangkan baptisan Roh Kudus: “Dibaptis dengan Roh Kudus”, “Penuh dengan Roh Kudus”, “turunlah Roh Kudus ke atas semua orang”, “Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga”, “Aku mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku”, “Terimalah Roh Kudus”, “Kekuasaan dari tempat tinggi”, dan “Roh Kudus telah mengurapi”. Semua perkataan di atas menerangkan satu pekerjaan atau pengalaman, yaitu berkenaan dengan menyambut Roh Kudus. Lihat Kisah 1:5; 4:8; 10:44-46; 11:15-17; 19:2-6; Lukas 4:18; 24:49. Menyambut satu pribadi adalah satu pengalaman yang jelas dan pasti. Jadi orang yang mengalami itu dapat mengetahui apakah ia sudah menerima-Nya atau belum. Lihat Kisah 19:1,2 dan bandingkan dengan Kisah 8:12,15,16. Istilah “penuh dengan Roh Kudus” maupun “Dibaptis dengan Roh Kudus”, sesungguhnya yang dimaksud adalah “dipenuhi dengan Roh Kudus”.
Memang Roh Kuduslah yang melahirkan kembali orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, Yohanes 3:3-5. Orang itu dibaptiskan ke dalam tubuh Kristus. Dengan demikian Roh Kudus ada pada tiap-tiap orang yang sungguh-sungguh percaya akan Kristus; akan tetapi itu bukan berarti bahwa tiap-tiap orang Kristen sudah dibaptiskan dengan Roh Kudus. Jelas dari Kisah 19:1,2 bahwa baptisan dengan Roh Kudus adalah pekerjaan Roh Kudus yang berbeda dengan kelahiran kembali sebagai kelanjutan dari kelahiran kembali itu. Baptisan Roh Kudus adalah suatu puncak gerakan yang pasti dan penting dalam kehidupan orang-orang yang sudah dilahirkan kembali. Dalam kelahiran kembali kita menerima hidup baru oleh pekerjaan Roh Kudus, yaitu diselamatkan, tetapi dalam hal dibaptiskan dengan Roh Kudus kita menerima kuasa untuk hidup dalam kesucian dan kuasa yang melengkapi kita untuk melayani Tuhan.
Berikut ini kita menyelidiki beberapa hal dalam Kisah para Rasul:
Pada hari Pentakosta Roh Kudus telah turun ke atas sekelompok orang yang sudah dilahirkan kembali (Tuhan Yesus sudah mengatakannya dalam Yohanes 15:3 dan Yohanes 13:10) tetapi baru pada hari Pentakosta mereka itu dibaptiskan dengan Roh Kudus.
Jelas dari Kisah 8:12 bahwa orang-orang Samaria itu sudah diselamatkan, tetapi dalam ayat Kisah 8:15,16 diterangkan bahwa sesudah rasul-rasul tiba di sana, rasul-rasul mendoakan mereka lalu mereka dibaptiskan dengan Roh Kudus. Nyatalah bahwa mereka dibaptis dengan Roh Kudus sesudah mereka dilahirkan kembali.
Orang-orang dalam rumah Kornelius telah percaya akan Tuhan Yesus, lalu mereka dibaptiskan dengan Roh Kudus sehingga mereka dapat berkata-kata dalam berbagai-bagai bahasa. Di sini kita melihat dua hal yang dilakukan oleh Roh Kudus yaitu Roh Kudus membuat seseorang percaya dan dilahirkan kembali, dan orang itu dibaptiskan dengan Roh Kudus.
Ketika orang-orang di Efesus baru percaya, mereka tidak dibaptiskan dengan Roh Kudus. Mereka hanya dibaptiskan dengan baptisan Yohanes, yaitu baptisan pertobatan, tetapi Paulus telah meminta mereka agar dibaptiskan dalam nama Tuhan Yesus lalu Paulus mendoakan mereka supaya mereka menerima Roh Kudus.
“Dari Kitab Kisah para Rasul kita dapat mengetahui bahwa Allah bekerja menurut kedaulatan-Nya sendiri, dan tidak menurut aturan-aturan asas pelajaran manusia. Meskipun demikian ada empat hal yang tegas:
Kelahiran kembali dan menerima Roh Kudus adalah dua pengalaman yang berbeda dan tidak sama.
Seseorang dapat diselamatkan tanpa dibaptis oleh Roh Kudus.
Adakalanya seseorang langsung dibaptis oleh Roh Kudus pada waktu ia percaya (dilahirkan kembali).
Seringkali Roh Kudus disambut sesudah seseorang diselamatkan Dr. Pardington.
Hati kita tidak layak dan kurang bersih untuk menerima Roh Kudus. Itulah sebabnya kita harus menerima Tuhan Yesus agar disucikan oleh darah-Nya, baru kita siap untuk menerima Roh Kudus dengan kepenuhan-Nya dan Kuasa-Nya.
Tuhan menghendaki supaya tiap-tiap orang Kristen dibaptiskan dengan Roh Kudus, dan terlebih baik kalau hal itu terjadi langsung setelah mereka dilahirkan kembali. Sayang sekali tidak banyak orang yang menyelidiki hal ini dalam jemaat sebagaimana yang dilakukan oleh rasul-rasul. Lihat Kisah 8:15; 19:1,2. Dari semua itu jelas bahwa orang-orang harus diselamatkan serta menyambut Yesus Kristus menjadi Juruselamatnya, barulah ia dapat menerima Roh Kudus.
Baptisan Roh Kudus tidak lain adalah menyambut satu pribadi yang hidup, yaitu Roh Kudus sendiri. Kita wajib menerima Dia sama seperti kita telah menerima Tuhan Yesus Kristus.
Kewajiban setiap orang Kristen untuk menerima Roh Kudus telah nyata pada hari Pentakosta itu. Pada hari itu Roh Kudus telah turun ke atas jemaat, yaitu Tubuh Kristus, tetapi Ia juga masuk ke dalam tiap-tiap orang yang berhimpun di situ. Lidah api itu hinggap di atas tiap-tiap orang, dan bukan satu lidah api di atas semua orang (Kisah 2:3).
Tidak cukup kalau seorang Kristen hanya menyadari bahwa Roh Kudus telah datang ke atas seluruh jemaat, tetapi setiap orang Kristen wajib mengalami hal itu untuk dirinya sendiri. Janganlah kita hanya mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh Tuhan di dalam kita, melainkan kita wajib mengalaminya. Kewajiban ini juga dilukiskan dalam lukisan-lukisan dalam Perjanjian Lama. Imam-imam diurapi dengan minyak (Imamat 8:12) yang mengibaratkan baptisan dengan Roh Kudus atas tiap-tiap hamba Allah. Dalam hal menyucikan orang yang sakit kusta (pasal Imamat 14:1-45) ada suatu lambang bahwa Roh Kudus memeteraikan tiap-tiap orang yang telah dilahirkan kembali. Perhatikanlah bahwa darah yang dipercikkan lebih dahulu melambangkan pekerjaan keselamatan, lalu minyak yang dicurahkan melambangkan pekerjaan Roh Kudus dalam menyucikan kita. Orang Israel yang menyeberangi Sungai Yordan mengibaratkan orang-orang saleh yang memasuki Kanaan, yaitu kehidupan yang suci dan tempat perhentian. Bagi orang-orang Israel dan bagi kita sekarang, peristiwa ini merupakan sesuatu yang penting sekali. Dari Ibrani 4:1-11 nyata bahwa negeri Kanaan bukan melambangkan sorga, melainkan kehidupan kemenangan dalam Roh Kudus.
II. Roh Kudus sudah dijanjikan kepada kita
Kita didorong untuk melaksanakan kewajiban ini oleh perjanjian-perjanjian Tuhan. Tuhan Yesus sendiri telah berjanji akan mencurahkan Roh Kudus di dalam kita (Yohanes 7:37-39; 14:16; 16:7; Kisah 1:8). Rasul Petrus telah menjanjikan perjanjian ini serta mengajak orang-orang untuk menerimanya. Kisah 2:39; 5:32. Rasul Paulus juga memberitakannya serta mengajak orang-orang agar menerima Roh Kudus, Kisah 19:1,2.
III. Perintah Tuhan Yesus tentang Roh Kudus
Tuhan Yesus sendiri telah mewajibkan serta memerintahkan agar kita menerima Roh Kudus. Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya menunggu di Yerusalem untuk menerima Roh Kudus, Lukas 24:49. Hal itu juga diperintahkan kepada kita dalam Efesus 5:18. Ayat ini sama seperti ditujukan kepada murid-murid, tetapi juga ditujukan kepada kita sekarang. Dalam Yohanes 20:22 Tuhan bersabda, “Terimalah Roh Kudus”. Ini menyatakan tugas manusia untuk menerima atau menyambut Tamu Sorgawi. “Tuhan mau mengaruniakan Roh Kudus kepada kita dan kita wajib menyambut Dia yang Tuhan ingin berikan kepada kita. Bila kita telah siap untuk menyambut Dia, maka Roh Kudus bersedia datang. Pada zaman dahulu, rasul-rasul dan orang-orang lain menyediakan hatinya untuk menyambut Roh Kudus itu dengan iman pada hari Pentakosta. Tuhan bersedia memberi dan kita hanya menerima saja, demikianlah caranya kita menyambut Roh Kudus.” Dr. Elder Cumming.
IV. Maksud Tuhan dalam memberikan Roh Kudus kepada kita
Roh Kudus diberikan kepada kita untuk menjadi wakil Allah yang mengerjakan di dalam kita kekudusan yang telah dikerjakan oleh Kristus pada kayu salib; dan supaya kita dikuasai oleh kuasa Roh Kudus untuk mencapai kemenangan atas dosa, dunia, kedagingan, dan setan; dan supaya kita mendapat kuasa yang melengkapi kita untuk melayani Tuhan.
Pada pokoknya Roh Kudus diberikan kepada kita untuk kesucian dan kuasa, kuasa untuk menjalani kehidupan Kristen dan untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan.
Dalam Matius 3:11,12 kita membaca, “Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam Maleakhi 3:2, Roh Kudus adalah seperti api tukang pemurni logam. Ia dengan api membersihkan orang-orang yang menerima Dia,”Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. “Ini tidak berarti bahwa ada dua pembaptisan, satu dengan Roh dan yang satu dengan api, melainkan api itu menerangkan betapa besarnya kuasa pembaptisan Roh Kudus. Artinya, jiwa yang dibaptiskan dengan Roh Allah adalah bagaikan satu jiwa yang menyala-nyala sebagai api. Api lebih berkuasa daripada zat-zat yang lain, khususnya api itu melambangkan Roh Kudus.
“Api memurnikan dan memisahkan segala sanga daripada emas, menghanguskan debu jerami, dan membersihkan segala macam kotoran. Api mengibaratkan pekerjaan Roh Kudus yang menyucikan jiwa daripada segala sanga dosa. Roh Kudus adalah seperti pemurni perak yang seolah-olah diletakkan di atas untuk menyucikan segala kenajisan, sehingga kita, seperti perak yang bersih, dapat memancarkan rupa Tuhan Yesus yang tidak bercacat, dan kita akan dikeluarkan dari dalam api itu bila pekerjaan-Nya sudah genap. Tuhan ingin agar kehidupan kita memancarkan Yesus Kristus kepada semua orang (2Korintus 3:18), yaitu supaya orang-orang dapat melihat Yesus Kristus di dalam kita. Kita wajib menjadi gambaran Tuhan Yesus Kristus di dalam dunia yang jahat ini.
“Api juga melindungi daripada bahaya. Binatang buas tidak berani mendekat kepada kawanan domba pada malam hari, kalau gembala sudah memasang api di tempat mereka, Zakharia 2:5. Roh Kudus itu melindungi dari kuasa kejahatan. Hati yang menyala-nyala dengan api Roh Kudus akan mengalahkan beribu-ribu pencobaan. Kalau air dituangkan ke atas besi yang panas sekali, maka air itu akan langsung mendidih dan dengan cepat pergi dari tempat itu. Begitu pula hati orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus dilindungi terhadap pencobaan, dosa, dukacita, dan penyakit. “Dr. A.B. Simpson.
“Sesudah kita dibaptiskan dengan Roh Kudus maka pekerjaan Roh Kudus itu memberi kuasa dan memimpin kita ke dalam kehidupan yang berkemenangan atas dunia, kedagingan dan Iblis, dan ini adalah hal yang penting sekali.” Dr. R.A. Torrey. Roh Kudus senantiasa menyatakan dan menekankan kemenangan Kristus untuk kita.
Segenap kesucian berasal dari Yesus Kristus yang telah mati di atas kayu salib, tetapi Roh Kudus yang mengerjakan di dalam kita. Nama Roh Kudus sudah menyatakan pekerjaan-Nya. Jadi kita tidak dapat mencapai kehidupan yang suci kalau tidak dibaptiskan dengan Roh Kudus. Dan kalau kita sudah dibaptiskan dengan Roh Kudus mau tak mau kita sudah mencapai kehidupan yang suci itu, jikalau kita tetap berjalan dengan Roh Kudus. Buah-buah Roh Kudus diberikan di dalam kehidupan kita yang suci itu, Galatia 5:22,23.
Di samping itu baptisan Roh Kudus diberikan kepada kita supaya kita dilengkapi untuk pekerjaan Tuhan, untuk memberitakan nama Tuhan, untuk melayani Dia. Hal itu nyata dalam ayat-ayat yang berikut: Kisah 1:5-8; Lukas 24:29; Kisah 2:4; 9:17,20; 1Korintus 12:4-14. Melalui baptisan Roh Kudus karunia-karunia diberikan supaya si penerima itu dilengkapi untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan.
V. Bagaimanakah kita menerima baptisan Roh Kudus?
Sebelum membahas persoalan ini kami berharap para pembaca ingat bahwa baptisan itu perlu sekali bagi tiap-tiap orang Kristen. Dalam Kisah 2:38,39 dinyatakan bahwa baptisan Roh Kudus itu bagi setiap orang Kristen.
Untuk menerima baptisan Roh Kudus seseorang perlu bertobat lebih dahulu serta percaya akan Tuhan Yesus Kristus (Kisah 2:38), yaitu wajib diselamatkan lebih dahulu. Dalam Kisah 5:32 Rasul Petrus menerangkan bahwa Roh Kudus diberikan kepada orang-orang yang “mentaati Dia”. Untuk menerima baptisan Roh Kudus seseorang harus menyerahkan kehendak dirinya sendiri dan segenap kehidupannya kepada Tuhan. Ia harus mati terhadap kehendaknya sendiri (Roma 6:13). Dalam Roma 12:1,2 Rasul Paulus mengajak orang-orang Kristen untuk mempersembahkan tubuhnya kepada Tuhan. Memang kita tidak dapat menyucikan diri kita sendiri, tetapi kita dapat menyerahkan diri kita kepada Allah yang suci. Menyerahkan diri dan mempersembahkan diri kita kepada Tuhan adalah bagian kita, atau pekerjaan kita untuk menerima baptisan Roh Kudus. Penyerahan ini harus dengan kerelaan hati, merupakan penyerahan seluruhnya dan untuk selama-lamanya. Pembaptisan mengibaratkan kematian dan kebangkitan. Dalam hal ini kita dibaptiskan ke dalam kematian Kristus dan dibangkitkan kepada hidup baru, artinya kita menyerahkan dan mempersembahkan diri kita kepada Tuhan kepada Roh Kudus dapat hidup dalam kita. Kita harus mati terhadap kehidupan diri sendiri lalu menerima segenap kehendak Tuhan bagi kita. Dalam Lukas 11:13 Tuhan Yesus menyatakan bahwa Allah Bapa rindu sekali untuk memberikan Roh Kudus kepada orang yang meminta kepada-Nya. Ini menyatakan bahwa kita harus percaya akan perjanjian Tuhan dan harus menyambut Roh Kudus dengan iman kepada perjanjian Allah. Seperti kita telah menyerahkan diri kita kepada Tuhan dengan kepastian yang mantap untuk suatu hal tertentu, demikian pun kita harus dengan kepastian yang mantap untuk menyambut Roh Kudus dengan iman kepada Allah. Dan jangan kuatir, tentu Tuhan akan melakukan bagian-Nya (pekerjaan-Nya), yaitu memberi Roh Kudus serta menguduskan kita.
Yang wajib diperbuat oleh orang Kristen supaya memperoleh baptisan Roh Kudus adalah seperti berikut:
Menyerahkan diri seluruhnya kepada Tuhan, yaitu menyerahkan segenap diri, baik tubuh, roh dan kehendak kepada Tuhan, Kisah 5:32; Roma 12:1-3. Penyerahan itu harus disertai dengan pengakuan dosa kepada Tuhan dan permintaan ampun. Janganlah ada dosa yang tidak diakui. Semua dosa harus dibenci dan dibuang, juga segala kuasa gelap dan jimat.
Meminta dengan pasti dari Tuhan supaya Roh Kudus diberikan, Lukas 11:13. Kalau kita bersikap pasti dan mantap dihadapan Tuhan, tentu Tuhan akan bersikap pasti dan mantap juga terhadap kita. Yang terpenting ialah, apakah kita sungguh-sungguh rindu dipenuhi dengan Roh Kudus? Apakah kita mau berdoa sehingga Tuhan mempersiapkan kita untuk menyambut Roh Kudus?
Menyambut dengan yakin, ini merupakan pekerjaan iman, Lukas 11:13; Yohanes 14:13-16. Bila kita telah menggenapi semua tuntutan Tuhan ini tentu Tuhan sudah mengerjakan bagian-Nya di dalam kita (1Tesalonika 5:24), lalu kita wajib berbuat sesuai dengan keyakinan kita, yaitu yakin bahwa Tuhan sudah melaksanakan bagian-Nya di dalam kita.
“Jikalau Tuhan melihat dalam kita suatu penyerahan diri yang sungguh-sungguh kepada kehendak Tuhan, dan ketaatan terhadap perintah dan pimpinan Roh Kudus, kita boleh yakin bahwa baptisan Roh Kudus tidak akan ditahankan daripada kita. Tuhan memanggil kita agar kita membenci kehidupan yang mementingkan diri sendiri, itu merupakan panggilan untuk menyerahkan jiwa kita dan kehendak kita kepada kematian, supaya jiwa kita mendapat kehidupan yang baru yang dipimpin oleh Roh Kudus. Kalau hal ini belum dilaksanakan, maka itu berarti bahwa kita belum mati terhadap diri kita sendiri dan kebijaksanaan diri sendiri, jadi kita tidak mengetahui dan mengalami kebergantungan kepada Roh Kudus, yang memang amat penting dalam kehidupan rohani. Andrew Murray.
Apabila ketiga hal yang disebut di atas dilaksanakan pasti Tuhan akan memberi keyakinan dan kesaksian di dalam hati kita bahwa kita dipenuhi dengan Roh Kudus. Keyakinan dan kesaksian di dalam hati timbul pada waktu kita membaca Alkitab, atau pada saat kita berdoa, atau bersaksi bagi Tuhan Yesus dan di dalam kita taat kepada-Nya dan berjalan dengan Roh Kudus.
Sesudah kita dibaptiskan dengan Roh Kudus niscaya ada kemenangan atas dosa (Galatia 5:16). Kita patut tetap mentaati segala perintah Tuhan kepada kita (Efesus 4:30; 1Tesalonika 5:19), dan memakai kuasa Roh Kudus itu untuk bersaksi bagi Tuhan supaya pada waktu kita membagikannya kepada orang lain, Tuhan tetap mencurahkan ke dalam kita kepenuhan Roh Kudus itu. Kita tidak diperkenankan mabuk oleh air anggur, melainkan kita hendaknya penuh dengan Roh Kudus setiap hari, Efesus 5:18. Setiap hari kita patut mengalami kepenuhan Roh Kudus, sehingga hal itu akan menjadi kebiasaan dalam hidup kita. Dan untuk setiap pekerjaan yang baru dan yang besar bagi Tuhan, kita memerlukan lebih banyak kepenuhan Roh Kudus. Bejana kita patut diisi dengan minyak Roh Kudus setiap hari, lalu kita salurkan lagi sebagai berkat kepada orang lain. Hal ini dilukiskan dengan indah dalam cerita perempuan janda, dalam 2Raja 4:1-7.
Baptisan Roh Kudus berhubungan erat dengan kekudusan kita dan sebenarnya tidak dapat dipisahkan daripada kekudusan kita yang dibahas dalam Pasal mengenai Asas Pelajaran tentang Keselamatan. Baiklah saudara membandingkannya.
D. KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
I. Karunia-karunia Roh Kudus berasal dari Tuhan yang telah naik ke surga
Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, lalu Ia memberikan karunia-karunia-Nya pada hari Pentakosta untuk melengkapi jemaat-Nya dengan kuasa dalam melakukan pekerjaan-Nya. Karunia-karunia ini merupakan kuasa Allah sendiri, bukan kecakapan manusia. Dalam jemaat di Korintus terdapat banyak orang yang salah mengerti bagaimana karunia-karunia ini patut dipakai di dalam jemaat. Begitu pula pada waktu ini ada banyak salah pengertian mengenai karunia-karunia ini. Ada banyak orang dalam jemaat pada masa ini yang tidak mau mengakui adanya mujizat-mujizat di dalam jemaat dan tidak mau mengakui tanda-tanda yang menyatakan kuasa Allah. Pada pihak lain di luar jemaat ada banyak orang yang bertenung (spiritisme) (1Samuel 28:7), yang melakukan hal-hal yang ajaib dengan kuasa Iblis untuk menipu banyak orang. “Hal-hal yang berlebih-lebihan, kefanatikan dan kesesatan daripada orang-orang Kristen yang pada dasarnya jujur dan bermaksud baik, berhubungan erat dengan manifestasi-manifestasi kuasa Iblis dalam Spiritisme. Sebab itu, orang Kristen yang bermaksud baik itu masuk ke dalam bahaya, yaitu mereka akan menerima tipuan ganti manifestasi kuasa ilahi, dan dengan demikian mereka menyebabkan orang lain meragu-ragukan realitas kuasa Allah yang sejati. Pada satu pihak ada bahayanya menganut kepercayaan mutlak pada naturalisme yang menolak segala sesuatu yang tidak dapat diterangkan dalam ilmu pengetahuan. Pada pihak lain ada bahaya supernaturalisme yang palsu, yang memalsukan dan meniru pekerjaan kuasa Allah atau menggantikannya dengan pekerjaan kuasa Iblis, dan hal ini merupakan salah satu tanda utama dari akhir zaman.
“Jaminan satu-satunya bagi keseimbangan dari dua keadaan yang ekstrim ialah jangan bersikap masa bodoh mengenai karunia-karunia rohani, melainkan mengerti dengan benar kuasa Allah yang sejati serta memakainya dan menyatakan kepada dunia sesuai dengan Firman Allah, serta menghindari hal-hal yang ekstrim dan berlebih-lebihan dari kesesatan manusia dan penipuan si Iblis.” Dr. A.B. Simpson.
II. Karunia-Karunia Roh Kudus
Dalam pasal-pasal 1Korintus 12:1-14:40 Rasul Paulus memberikan pelajaran dan nasihat bagaimana karunia-karunia ini patut dipakai.
Karunia yang pertama (1Korintus 12:8) adalah berkata-kata dengan hikmat. Ini berarti menyelidiki segala sesuatu serta mengetahui bagaimana harus bertindak dalam hal itu. Arti karunia itu ialah penuh dengan akal budi Allah dalam segala masalah karunia yang berikutnya yaitu berkata-kata dengan pengetahuan. Ini berbeda dengan hikmat; karunia ini berhubungan dengan kebenaran atau perkataan yang menerangkan tentang kebenaran, berhubungan dengan pikiran, sedangkan hikmat berhubungan dengan tindakan. Pengetahuan ini menolong untuk menerapkan Firman Allah di dalam segala hal. Kedua hal ini melengkapi seseorang untuk melaksanakan pelayanan yang baik bagi Tuhan.
Berikutnya yaitu karunia iman. Ini bukan berarti iman yang mendatangkan keselamatan, melainkan iman untuk melakukan pekerjaan Kristus, iman yang memungkinkan jawaban atas doa kita. Dapat dikatakan juga bahwa itu adalah iman untuk melakukan perkara-perkara besar. Kemudian karunia untuk menyembuhkan. Ini berarti menyembuhkan orang seperti dalam Kisah 4:30 dan Yakobus 5:14-16. Lalu kuasa untuk mengadakan mujizat (tanda ajaib). Menyembuhkan orang dan mengadakan mujizat tidak sama, sebab tidak semua penyembuhan adalah mujizat. Contoh-contoh mujizat ialah kebutuhan yang dialami Elimas, kekebalan Paulus ketika ia digigit ular berbisa, atau kematian Ananias ketika ia berada di hadapan Petrus. Hal itu merupakan kejadian yang di luar hukum alam ini, suatu hukum sorgawi yang berlaku di dunia ini, seperti pada waktu Tuhan Yesus masuk ke dalam rumah padahal segala pintu dan jendela tertutup. Kedua hal itu, yaitu penyembuhan dan mujizat, wajib ada di dalam jemaat Kristus. Selanjutnya adalah karunia bernubuat. Karunia ini berkenaan dengan penyampaian Firman dari Allah. Ada kalanya karunia bernubuat mengandung unsur memberitahukan hal-hal yang akan terjadi tetapi pada umumnya artinya ialah menyampaikan Firman dari Allah. Seorang nabi mendapat pesan dari Allah lalu ia meneruskannya kepada orang banyak. Ia juga seorang yang menerangkan tentang Firman Tuhan kepada orang-orang. Ia dapat mengetahui pesan Allah untuk satu generasi. Lalu menyampaikannya kepada orang-orang itu. Dalam 1Korintus 14:3 diterangkan lebih jauh bahwa pekerjaan seorang nabi ialah meneguhkan iman, memberikan nasihat, dan memberikan penghiburan. Nabi itu berkata-kata dengan kuasa Roh Kudus, dan perkataannya adalah pesan dari Allah untuk manusia. Paulus mengutamakan karunia ini di atas segala-galanya (1Korintus 14:19).
Kemudian karunia membedakan bermacam-macam roh. Ini perlu sekali untuk dapat mengetahui apakah karunia-karunia itu berasal dari Roh Kudus atau hanya dari manusia, atau dari Iblis asalnya. Iblis sendiri sering datang kepada orang-orang saleh seperti malaikat terang, dengan maksud untuk menipu orang-orang pilihan juga, 2Korintus 11:14; Matius 24:24. Orang yang memiliki karunia ini akan tahu dan dapat membedakan apakah kuasa itu berasal dari Tuhan atau dari si Iblis.
Pada hari Pentakosta orang banyak mendengar karunia bahasa lidah dalam bahasa mereka masing-masing, kemungkinan besar mujizat itu terjadi dalam pendengaran orang-orang itu. Dalam jemaat di Korintus nyata bahwa karunia lidah bukanlah suatu bahasa yang pasti atau yang diketahui orang, melainkan bahasa roh yang perlu ditafsirkan. Ada kalanya karunia lidah sering dibuat-buat orang sehingga membawa kekacauan di dalam jemaat. Kita mau menerima karunia itu kalau karunia itu sesuai dengan yang dikatakan dalam pasal 1Korintus 14:1-40. Di dalam jemaat Korintus ada orang-orang yang memegahkan diri oleh sebab karunia lidah, padahal Rasul Paulus mendaftarkan karunia itu pada urutan yang paling akhir. Karunia menafsirkan bahasa lidah itu perlu supaya dapat dimengerti oleh jemaat, dan jemaat dapat dibangunkan. Dua karunia yang terakhir ini mengherankan tetapi faedahnya kurang sekali bila dibandingkan dengan karunia-karunia lain.
Ada beberapa orang Kristen yang berkata bahwa karunia lidah adalah tanda istimewa, dan orang yang berkarunia lidah menandakan bahwa ia sudah dibaptiskan dengan Roh Kudus. Mereka berpendapat bahwa hanya karunia itu saja yang menjadi tanda seseorang dibaptiskan dengan Roh Kudus. Sesungguhnya tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang menerangkan bahwa hanya karunia lidah yang menandakan bahwa seseorang sudah dibaptiskan dengan Roh Kudus. Paulus menerangkan bahwa segala karunia ini dapat dijadikan tanda bahwa seseorang dibaptiskan dengan Roh kudus. Dalam Kisah para Rasul ditulis tentang sejarahnya dan dalam Korintus ditulis tentang asas pelajarannya, kedua hal itu perlu diperhatikan. Penjelasan tentang karunia lidah dibahas oleh penulis buku ini dalam Tafsiran Surat Korintus yang pertama pasal empatbelas (1Korintus 14:1-40), dengan judul “Uraian tentang karunia lidah” dan “Kesimpulan dari hal karunia lidah”.
III. Karunia-karunia ini di bawah perintah Roh Kudus
Segala karunia roh ada di bawah perintah Roh Kudus, dan Ialah yang mengerjakan karunia-karunia ini dalam jemaat dan di dalam anggota-anggotanya. Oleh sebab itu tidak boleh seseorang memegahkan dirinya oleh sebab karunia-karunia yang diberikan kepadanya (Lihat 1Korintus 12:11). Semuanya dikerjakan semata-mata oleh kuasa Roh Kudus. Tuhan Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di atas bumi … Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu”. Tuhan yang mempunyai kuasa dan Ia menyertai kita. Sebab itu segala pujian patutlah dipersembahkan kepada-Nya. Dan jikalau seseorang memegahkan dirinya sebab karunia-karunia yang ada padanya, berarti ia menghina Tuhan. Kita tidak mempunyai kuasa apa-apa kalau Roh Kudus tidak menyertai kita. Kesombongan telah menyebabkan malaikat-malaikat jatuh, oleh sebab itu patut kita berjaga-jaga.
“Kita boleh meminta kepenuhan kuasa Roh Kudus asal hal itu dipakai untuk kemuliaan Tuhan. Orang-orang yang memakai kuasa itu dengan akal budinya akan mengalami bahwa kuasa itu terlipat ganda, tetapi orang-orang yang tidak mau memakai kuasa itu untuk kemuliaan Tuhan akan disalahkan oleh Tuhan sehingga kuasa itu diambil daripadanya”. Dr. A.B. Simpson.
Orang-orang Kristen yang memiliki karunia-karunia yang penting tidak patut mengangkat dirinya lebih tinggi daripada orang-orang yang memiliki karunia-karunia yang kurang penting. Dalam pasal 1Korintus 12:1-31 dikemukakan bahwa satu anggota tubuh tidak boleh memegahkan dirinya lebih tinggi daripada yang lain, sebab semuanya sama pentingnya. Begitu pula dalam jemaat Kristus. Di dalam tubuh kita tiap-tiap anggota bekerja sama, maka demikian pula seharusnya dalam jemaat Kristus, yang satu menabur, yang lain menuai. Begitu juga orang-orang yang mempunyai karunia-karunia yang kurang penting tidak patut merasa iri kepada orang lain yang memiliki karunia yang lebih penting.
Satu hal yang nyata bahwa pekerjaan Roh Kudus tidak akan membawa kekacauan di dalam jemaat. Segala sesuatu di dalam jemaat patut dilakukan dengan sopan santun dan dengan teratur, 1Korintus 14:26,40.
IV. Kita hendaknya merindukan karunia-karunia yang lebih tinggi, yang lebih berfaedah
Tidak salah kalau kita merindukan karunia-karunia Roh Kudus, tetapi hendaknya kita merindukan karunia-karunia yang akan lebih berguna untuk meneguhkan iman orang-orang di dalam jemaat, lihat 1Korintus 12:31 dan 1Korintus 14:1. Kita harus ingat bahwa kita tidak boleh memerintah Roh Kudus dalam menentukan karunia mana yang akan Ia berikan kepada kita. Kalau kita memakai suatu karunia dengan benar maka Tuhan akan menambahkan karunia-karunia yang lain.
SUMBER : http://www.jimpress.net/roh-kudus-dan-pekerjaan-nya/
============================
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :
Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394
thank you
Lord Jesus bless you
Amen
Friday, February 8, 2013
Thursday, February 7, 2013
100 ayat yang membuktikan YESUS = TUHAN
100 Truths About Jesus
Jesus claimed to be God - John 8:24; 8:56-59 (see Exodus 3:14); John 10:30-33
Jesus is called God - John 1:1,14; 20:28; Col. 2:9; Titus 2:13; Heb. 1:8
Jesus is the image of the invisible God - Heb. 1:3
Jesus abides forever - Heb. 7:24
Jesus created all things - John 1:1-3; Col. 1:15-17
Jesus is before all things - John 1:1-3; Col. 1:17;
Jesus is eternal - John 1:1,14; 8:58; Micah 5:1-2
Jesus is honored the same as the Father - John 5:23
Jesus is prayed to - Acts 7:55-60; 1 Cor. 1:2 with Psalm 116:4; (John 14:14)
Jesus is worshipped - Matt. 2:2,11; 14:33; John 9:35-38; Heb. 1:6
Jesus is omnipresent - Matt. 18:20; 28:20
Jesus is with us always - Matt. 28:20
Jesus is our only mediator between God and ourselves - 1 Tim. 2:5
Jesus is the guarantee of a better covenant - Heb. 7:22; 8:6
Jesus said, "I AM the Bread of Life" - John 6:35,41,48,51
Jesus said, "I AM the Door" - John 10:7,9
Jesus said, "I AM the Good Shepherd" - John 10:11,14
Jesus said, "I AM the Way the Truth and The Life" - John 14:6
Jesus said, "I AM the Light of the world" - John 8:12; 9:5; 12:46; Luke 2:32
Jesus said, "I AM the True Vine" - John 15:1,5
Jesus said, "I AM the Resurrection and the Life" - John 11:25
Jesus said, "I AM the First and the Last" - Rev. 1:17; 2:8; 22:13
Jesus always lives to make intercession for us - Heb. 7:25
Jesus cleanses from sin - 1 John 1:9
Jesus cleanses us from our sins by His blood - Rev. 1:5; Rom. 5:9
Jesus forgives sins - Matt. 9:1-7; Luke 5:20; 7:48
Jesus saves forever - Matt. 18:11; John 10:28; Heb. 7:25
Jesus discloses Himself to us - John 14:21
Jesus draws all men to Himself - John 12:32
Jesus gives eternal life - John 10:28; 5:40
Jesus resurrects - John 5:39; 6:40,44,54; 11:25-26
Jesus gives joy - John 15:11
Jesus gives peace - John 14:27
Jesus has all authority - Matt. 28:18; John 5:26-27; 17:2; 3:35
Jesus judges - John 5:22,27
Jesus knows all men - John 16:30; John 21:17
Jesus opens the mind to understand scripture - Luke 24:45
Jesus received honor and glory from the Father - 2 Pet. 1:17
Jesus reveals grace and truth - John 1:17 see John 6:45
Jesus reveals the Father - Matt. 11:27; Luke 10:22
Jesus bears witness of Himself - John 8:18; 14:6
Jesus' works bear witness of Himself - John 5:36; 10:25
The Father bears witness of Jesus - John 5:37; 8:18; 1 John 5:9
The Holy Spirit bears witness of Jesus - John 15:26
The multitudes bear witness of Jesus - John 12:17
The Prophets bear witness of Jesus - Acts 10:43
The Scriptures bear witness of Jesus - John 5:39
The Father will honor us if we serve Jesus - John 12:26 see Col. 3:24
The Father wants us to fellowship with Jesus - 1 Cor. 1:9
The Father tells us to listen to Jesus - Luke 9:35; Matt. 17:5
Everyone who's heard & learned from the Father comes to Jesus - John 6:45
We come to Jesus - John 5:50; 6:35,37,45,65; 7:37;
The Father draws us to Jesus - John 6:44
The Law leads us to Christ - Gal. 3:24
Jesus is the Rock - 1 Cor. 10:4
Jesus is the Savior - John 4:42; 1 John 4:14
Jesus is the King - Matt. 2:1-6; Luke 23:3
In Jesus are the treasures of wisdom and knowledge - Col. 2:2-3
In Jesus we have been made complete Col. 2:10
Jesus indwells us - Col. 1:27
Jesus sanctifies - Heb. 2:11
Jesus loves - Eph. 5:25
We sin against Jesus - 1 Cor. 8:12
We receive Jesus - John 1:12; Col. 2:6
Jesus makes many righteous - Rom. 5:19
Jesus sends the Holy Spirit - John 15:26
Jesus offered up Himself - Heb. 7:27; 9:14
Jesus offered one sacrifice for sins for all time - Heb. 10:12
The Son of God has given us understanding - 1 John 5:20
Jesus is the author and perfector of our faith - Heb. 12:2
Jesus is the Apostle and High Priest of our confession - Heb. 3:1
Jesus is preparing a place for us in heaven - John 14:1-4
Jesus is the Light of the world - John 8:12
Jesus has explained the Father - John 1:18
Jesus was crucified because of weakness - 2 Cor. 13:4
Jesus has overcome the world - John 16:33
Truth is in Jesus - Eph. 4:21
The fruit of righteousness comes through Jesus Christ - Phil. 1:11
Jesus delivers us from the wrath to come - 1 Thess. 1:10
Disciples bear witness of Jesus Christ - John 15:27
Jesus died for us - 1 Thess. 5:10
Jesus died and rose again - 1 Thess. 4:14
Jesus was a ransom for many - Matt. 20:28
The Christian dead have fallen asleep in Jesus - 1 Thess. 4:15
Jesus rendered the devil powerless - Heb. 2:14
Jesus is able to save completely - Heb. 7:25
Jesus came to serve - Matt. 20:28
Jesus came to be a high priest - Heb. 2:17
Jesus came to save - John 3:17; Luke 19:10
Jesus came to preach the kingdom of God - Luke 4:43
Jesus came to bring division - Luke 12:51
Jesus came to do the will of the Father - John 6:38
Jesus came to give the Father's words - John 17:8
Jesus came to testify to the truth - John 18:37
Jesus came to set us free from the Law - Rom. 8:2
Jesus came to die and destroy Satan's power - Heb. 2:14
Jesus came to fulfill the Law and the Prophets - Matt. 5:17
Jesus came to give life - John 10:10,28
Jesus came to taste death for everyone - Heb. 2:9
Jesus came to proclaim freedom for believers - Luke 4:18
sumber : http://carm.org/100-truths-about-jesus
====================
Steiner Budiman berbagi status melalui Laskar Berani Mati Kristen.
4 Februari
mo bukti ayat2 KETUHANAN YESUS? BANYAK SKALE DI ALKITAB. DI QORAN JUGA. HA...7X http://kebenarantersembunyi.wordpress.com/ YLU AMEN
Slimers brkata::: Yesus Kristus bkn Tuhan,,,Kristen mnjwab :::"jls Yesus Kristus bkn Tuhan bg Islam,,,yg klian bc kitab Kur'an Karangan Zaid bin tsabit dn Usman dkk,,,,,cb klian bc Alkitab,,,Kristen !!!
Ai Postingkan kmbalih ,,,Yesus Kristus adlah Tuhan !!!! Slimers mw prcaya or tdk,,,itw urusan Slimers....ini bukti dr Ai (Laskar Berani Mati Kristen )
100 Ayat yang Membuktikan Bahwa Yesus Adalah Tuhan Sejati (YAHWEH),,,,Kejadian 1:1, “Pada mulanya YAHWEH menciptakan langit dan bumi.” – “BERE’SYIT {pada mulanya} BARA’ {(Dia) menciptakan} ‘ELOHIM {YAHWEH} ‘ET HASYAMAYIM {langit itu} VE’ET {dan} HA’ARETS {bumi itu}” Kata Tuhan dalam bahasa Ibrani ‘ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Tuhan (YAHWEH) yang serba kompleks. 1:26 Berfirmanlah Tuhan: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 3:22 Berfirmanlah TUHAN (YAHWEH): “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita (Tuahan tritunggal dan bukan Tuhan+Malaikat), tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” 11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” 19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit (TUHAN di bumi dibedakan dengan TUHAN dari langit) Keluaran 23:20 “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. 23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. 23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. 23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka. Bilangan (kata “TUHAN” disebut 3x menunjuk kepada Tuhan Tritunggal) 6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Mazmur 45:6 Thy throne, O God, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre. 45:7 Thou lovest righteousness, and hatest wickedness: therefore God, thy God, hath anointed thee with the oil of gladness above thy fellows. 45:7 Takhtamu kepunyaan Tuhan, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. 45:8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Tuhan, YAHWEHmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu. 110:1 The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool. 110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” Amsal 8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. 8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka. 8:22 TUHAN telah menciptakan [kata "menciptakan" lebih tepatnya adalah MEMILIKI] aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. 8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. 8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. 8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; 8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. 8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, 8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, 8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, 8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; 8:31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku. 8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. 8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. 8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.” Yesaya 6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Tuhan Tritunggal) 6:8 Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I send, and who will go for us? Then said I, Here am I; send me. 6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku [yang tepat artinya: KAMI]?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Tuhan yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. 41:22 Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada Kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya! Daniel 7 7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. (Dalam PB, Yesus menyebut dirinya Anak Manusia) Hosea 1:7 But I will have mercy upon the house of Judah, and will save them by the LORD their God, and will not save them by bow, nor by sword, nor by battle, by horses, nor by horsemen. 1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, YAHWEH mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.” Matius 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” 1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Tuhan menyertai kita.) 2:2 dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 2:11 Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur. 2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” 3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika ia berkata, “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Yohanes mempersiapkan jalan bagi Yesus) 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku dan aku tidak layak membawa kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 3:12 Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Tuhan seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 3:17 lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” 4:3 Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, “Karena Engkau Anak Tuhan, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” 4:6 lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Tuhan, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” 4:7 Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu! 4:10 Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, YAHWEHmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” 4:16 — bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” 9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.” 9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Tuhan.” 9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –, “Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” 10:37 Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan siapa saja yang mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 10:38 Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 10:39 Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan-Nya. 12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. 12:30 Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. 12:31 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia berkata-kata menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak. 14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” 14:33 Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Tuhan.” 15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku. 16:16 Jawab Simon Petrus, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 16:17 Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. 16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.” 16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.” 26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Tuhan yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Tuhan, atau tidak.” 26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” 28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. 28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal) 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Markus 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Tuhan. 1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; 1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”, 1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: 1:24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” 1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. 2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” 2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Tuhan. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Tuhan sendiri?” 2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: 2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat. 3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” 3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. 5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” 15:19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. 5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” 7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” 8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” 9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” 10:37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.” 12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. 12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. 13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu 14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” 14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” 14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Tuhan. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati. 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Lukas 10:16 Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” 10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” 10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang
yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Yohanes 1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan 1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Yesus datang kepada Umat Manusia yg adalah ciptaanNya) 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Tuhan, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran. 5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Tuhan adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Tuhan 5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia. 5:24 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 5:25 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Saatnya akan tiba dan sudah tiba bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup. 5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent) 5:27 Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; 5:32 ada yang lain (ALLOS=yang lain dari jenis/kualitas yang sama yaitu sama2 ILAHI)yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. 5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; 5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. 5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. 5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. 5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, 9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” 9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” 9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya. 10:30 Aku dan Bapa adalah satu. 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Tuhan dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Tuhan” 14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” 14:8 Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 14:9 Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 14:10 Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. 15:23 Siapa saja yang membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku 19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.” 20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10) Kisah Para Rasul 4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” 10:42 Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa itu, dan bersaksi bahwa Dialah (Yesus) yang ditentukan Tuhan menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. 10:43 Tentang Dialah (Yesus) semua nabi bersaksi bahwa siapa saja yang percaya kepada-Nya (Yesus), akan mendapat pengampunan dosa melalui nama-Nya.” Roma 9:5 Mereka adalah keturunan bapak-bapak leluhur, yang menurunkan Mesias secara jasmani, yang ada di atas segala sesuatu. Dialah (Yesus sang Mesias) Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! I Korintus 12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Tuhan adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. II Korintus 13:13 13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Tuhan, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Efesus 4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 4:6 satu Tuhan dan Bapa dari semua, Tuhan yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Tuhan, tidak menganggap kesetaraan dengan Tuhan itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:9 Itulah sebabnyaTuhan sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Tuhan , Bapa! I Timotius 2:5 Karena Tuhan itu esa dan esa pula pengantara antara Tuhan dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, Titus Tit 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Tuhan, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, Tit 3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, Tit 3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. Tit 3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Tuhan sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Tuhan dan gambar wujud Tuhan dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, 1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”? 1:6 Lagi pula, ketika Ia membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Tuhan harus menyembah Dia (Yesus).” 1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Tuhan, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. I Petrus 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Tuhan, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. I Yohanes 5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Tuhan? 5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran. 5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14) (Saya mengimani ayat ini ada dalam naskah asli dan percaya naskah TR (Textus Receptus=Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani) yg dipelihara Tuhan dan jelas memuat ayat ini) 5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Tuhan lebih kuat. Sebab inilah kesaksian Tuhan, yaitu bahwa Ia bersaksi tentang Anak-Nya. 5:10 Siapa yang percaya kepada Anak Tuhan, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; siapa yang tidak percaya kepada Tuhan, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya kepada kesaksian yang diberikan Tuhan tentang Anak-Nya. 5:11 Dan inilah kesaksian itu: Tuhan telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 5:12 Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. 5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Tuhan, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. 5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Tuhan telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Tuhan yang benar dan hidup yang kekal. Wahyu 1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, 1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya – 2:8 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: 3:7 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. 3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. 4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Tuhan Tritunggal) 5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” 11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” 19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Tuhan ” 19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. 19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Tuhan, Yang Mahakuasa. 19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” Dalam PL, kata-kata “Malaikat Tuhan”, ”Malaikat TUHAN”, ”Malaikat Perjanjian” menunjuk kepada Tuhan Yesus sebagai Pribadi kedua dari Tuhan TRITUNGGAL/TRINITAS. Kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat YAHWEH” muncul dalam Kejadian 16:1-13, 21:17-19, 22:11-16, 31:11-13, Keluaran 3:2-4, Bilangan 22:22-35, Hakim-hakim 2:1-5, 6:11-24, 13:3-22, II Raja-Raja 19:35, Zakharia 3:1-2. Mari kita perjelas satu per satu. Kej 16:1-13 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Hagar dan Ismael 16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” Ayat ini menyatakan Malaikat TUHAN akan membuat keturunan Hagar menjadi sangat banyak, dst 16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” Hagar menyebut Malaikat TUHAN atau TUHAN yang telah berfirman kepadanya dengan nama El-Roi, perhatikan kata ”Dia” Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold) Kej 21:17-19 Malaikat Tuhan berseru dari langit kepada Hagar dan Ismael 21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Tuhan berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Tuhan telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” 21:19 Lalu Tuhan membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)
Note :: Tuhan Semesta Alam (Yahweh=Yesuah Hammasiah=Yesus Kristus)
---------------------------------
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
Here's a list of my blogs:
http://antikrismuhammad.blogspot.com
http://allahswtadalahiblis.blogspot.com
http://yesusadalahtuhan.blogspot.com
http://jesusiskingofkings.blogspot.com
So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :
Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394
thank you
Lord Jesus bless you
Amen
Thursday, January 31, 2013
nubuatan perjanjian lama yang digenapi YESUS
Nubuat Tentang Kristus Dalam Perjanjian Lama !!
oleh Luc Z pada 24 Desember 2012 pukul 18:27 ·
1. Nubuat Tentang Kelahiran Yesus
Cara Kelahiran
Pendahulu-Nya
Kematian yang menyakitkan
Maz 22 menyatakan penderitaan Kristus. Di sini Daud menggunakan banyak ekspresi puisi untuk menggambarkan secara gamblang tentang intensitas penderitaan Tuhan. Ungkapan ini menjadi benar secara hurufiah pada waktu Yesus menderita di tangan musuh-Nya.
Kematian karena kekejaman
Yes 52 dan 53 juga menggambarkan penderitaan Kristus :
Kebangkitan
Kenaikan-Nya
Maz 68:19 mengantisipasi penetapan Allah akan akhir dari kehidupan Kristus di dunia (Efs 4:8).
Duduk di sebelah kanan Bapa
Maz 110:1 menubuatkan tentang kedudukan Yesus di sebelah kanan Bapa setelah Ia menyelesaikan misi-Nya di dunia (Mark 16:19; Wah 3:21).
Keimaman-Nya
Maz 110:4 menubuatkan Kristus sebagai imam besar menurut aturan Melkisedek (Ibr 2:17; 5:6; 6:20; 7:17,21).
5. Nubuat Tentang Pemerintahan Yesus
Sejumlah ayat di PL menunjuk pada masa depan pemerintahan Kristus di kerajaan milenial di atas bumi :

=========================
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
Here's a list of my blogs:
http://antikrismuhammad.blogspot.com
http://allahswtadalahiblis.blogspot.com
http://yesusadalahtuhan.blogspot.com
http://jesusiskingofkings.blogspot.com
So support me in prayer and funds.
Distributes your donation to
Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394
thank you
Lord Jesus bless you
Amen
Cara Kelahiran
- Yes 7:14 : Laakeen yiteen ‘Adonaay huw’ laakem ‘owt Hineeh haa`almaah haaraah wªyoledet been Wªqaaraa’ shªmow `Imaanuw-’eel (= Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel).
- Ayat ini menjanjikan suatu tanda untuk raja Ahaz yang tidak percaya. Nubuat itu berkenaan dengan seorang anak dara yang akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan disebut Imanuel (= Allah beserta kita).
- Gleason L. Archer : Kata “anak dara” muncul 7 kali dalam PL (Ibr : almaah) tidak pernah ditujukan kepada seorang perempuan yang telah kehilangan keperawanannya (Encyclopedia of Bible Difficulties; hal. 266-268).
- Nubuatan ini akhirnya digenapi dalam Mat 1:23
- Mikha 5:1 menunjukkan tempat kelahiran Yesus yakni di Betlehem, sebuah kota kecil yang tidak penting. Ayat ini digenapi dalam Mat 2:6.
- Disebut Betlehem Efrata untuk membedakannya dari Betlehem di Zebulon (Yos 19:15).
- Yer 31:15 menubuatkan terjadinya pembantaian bayi-bayi pada masa kelahiran Yesus (Mat 2:16-18)
- Hos 11:1 menubuatkan peristiwa Yesus dilarikan ke Mesir (Mat 2:14-15)
Pendahulu-Nya
- Yes 40:3 membicarakan tentang “suara yang berseru-seru” sebelum kemuliaan Tuhan dinyatakan dan ini digenapi dalam diri Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus yang menyerukan pertobatan sebagai persiapan bagi kedatangan kerajaan Allah (Mat 3:3; Yoh 1:23).
- Mal 3:1 menunjuk pada pendahulu Mesias sebagai seorang utusan yang mempersiapkan jalan bagi Mesias.
- Mal 3:1 paralel dengan Yes 40:3 (lihat Mat 11:10; Mark 1:2-3).
- Yes 61:1 berkata bahwa Kristus akan diurapi oleh Roh Kudus dalam pelayanan, memampukan Dia memberitakan Injil kepada orang miskin, membebaskan mereka yang berada dalam perbudakan rohani dan memberikan penglihatan kepada mereka yang buta (Luk 4:18-21).
- Yes 9:1-2 menubuatkan bahwa Kristus akan disamakan dengan masyarakat non Yahudi. Ini digenapi sewaktu Kristus tinggal di Nazaret di mana wakil dari pemerintahan Roma ditempatkan dan kemudian di Kapernaum (Mat 4:15-16).
- Yes 53:4 menjabarkan bahwa Kristus menanggung penyakit orang-orang. Matius menyatakan bahwa hal itu digenapi dalam pelayanan Kristus di dunia pada waktu Ia menyembuhkan mereka yang sakit (Mat 8:17).
- Yes 35:5-6 dan Yes 61:1-2 dikombinasikan dengan tanggapan Yesus pada pertanyaan Yohanes, mengindikasikan tentang pelayanan Kristus di dunia untuk memberikan penglihatan pada yang buta, menyembuhkan yang lumpuh, mentahirkan yang kusta, membangkitkan yang mati, memberitakan kabar baik pada yang miskin merupakan penggenapan nubuat Yesaya (Mat 11:5-6).
- Yes 42:2-4 menjabarkan Kristus sebagai yang tidak sama dengan orang Farsi. Ia tidak suka bertengkar atau tidak berbelas kasihan, Ia baik dan penuh belas kasih, Ia tidak akan menghancurkan yang lemah dan lunglai, Ia akan menghibur mereka. Oleh karena itu banyak orang non Yahudi yang akan percaya pada Dia (Mat 12:19-21).
- Maz 78:2 memprediksikan bahwa Kristus akan mengajar dengan menggunakan perumpamaan. Ia akan menyatakan kebenaran-kebenaran yang tadinya tersembunyi. (Mat 13:35)
- Zak 9:9 menjelaskan bagaimana Kristus akan datang dengan kemenangan, sebagai seorang raja yang masuk ke Yerusalem di atas keledai beban yang muda. Ini digenapi dalam Mat 21:5.
- Maz 118:26 menyatakan bahwa Kristus datang pada bangsa sebagai pembebas dengan orang-orang yang berseru di hadapan-Nya untuk memohon pertolongan dan pembebasan (Mat 21:9).
- Maz 110:1 menjelaskan Kristus sebagai lebih besar dari Daud, Ia adalah yang dikenali Daud sebagai Tuhan dan yang akan menaklukan musuh-musuh-Nya (Mat 22:44).
- Maz 118:22 mendeklarasikan bahwa Kristus akan ditolak. Kristus yang diibaratkan dengan batu penjuru yang menopang semua bangunan, akan ditolak oleh orang Yahudi (Mat 21:42).
- Yes 29:13 mengatakan bahwa bangsa itu akan taat kepada Kristus hanya di bibir saja, bukan ketaatan yang sejati (Mat 15:8-9).
- Zak 13:7 mendeklarasikan bahwa Kristus akan ditinggalkan oleh semua teman-Nya pada saat yang krusial (Mat 26:31).
- Zak 11:12-13 menyatakan bahwa Kristus akan dijual dengan 30 keping perak (Mat 27:9-10).
Kematian yang menyakitkan
Maz 22 menyatakan penderitaan Kristus. Di sini Daud menggunakan banyak ekspresi puisi untuk menggambarkan secara gamblang tentang intensitas penderitaan Tuhan. Ungkapan ini menjadi benar secara hurufiah pada waktu Yesus menderita di tangan musuh-Nya.
- Ayat 2 menyatakan bahwa Kristus akan berseru di atas kayu salib, di mana secara hukum Ia menanggung dosa dunia (Mat 27:46; Mark 15:34).
- Ayat 7 menjelaskan bagaimana orang yang lewat akan mengolok-olok Dia (Mat 27:39).
- Ayat 8 menubuatkan kata-kata ejekan yang sesungguhnya yang akan dilontarkan kepada-Nya (Mat 27:43).
- Ayat 16 menubuatkan paku di kaki dan tangan Yesus (Yoh 20:25).
- Ayat 17-18 mengindikasikan bahwa tidak ada satu tulang Kristus pun yang akan dipatahkan (Yoh 19:33-36).
- Ayat 19 meneubuatkan serdadu yang membuang undi untuk jubvah Kristus (Yoh 19:24).
- Ayat 25 menubuatkan doa Kristus kepada Bapa tentang kematian-Nya (Mat 26:39; Ibr 5:7).
Kematian karena kekejaman
Yes 52 dan 53 juga menggambarkan penderitaan Kristus :
- 52:14 mebnjabarkan muka Kristus yang tidak dikenali lagi sebagai akibat sesahan (Yoh 19:1)
- 53:5 menubuatkan penyesahan dan kematian Kristus karena kekejaman (Yoh 19:1,18)
- 53:7 menubuatkan Mesias seperti seekor domba yang diam dan taat menuju kematian (Yoh 1:29).
Kebangkitan
- Petrus mengaplikasikan pengharapan Daud di Maz 16:10 kepada Kristus di Kis 2:27-28, mengindikasikan bahwa ayat-ayat ini menubuatkan bahwa Kristus akan dibangkitkan (Kis 2:24, dst). Hal ini tidak digenapi oleh Daud karena Daud mati dan dikuburkan (Kis 2:29). Sebanarnya bagian ini berbicara tentang kebangkitan Kristus (Kis 2:31; 13:35)
- Maz 22:23 diaplikasikan pada Kristus secara tipologi di Ibr 2:12 di mana setelah kebangkitan, Kristus mengekspresikan pujian untuk kebangkitan-Nya.
Kenaikan-Nya
Maz 68:19 mengantisipasi penetapan Allah akan akhir dari kehidupan Kristus di dunia (Efs 4:8).
Duduk di sebelah kanan Bapa
Maz 110:1 menubuatkan tentang kedudukan Yesus di sebelah kanan Bapa setelah Ia menyelesaikan misi-Nya di dunia (Mark 16:19; Wah 3:21).
Keimaman-Nya
Maz 110:4 menubuatkan Kristus sebagai imam besar menurut aturan Melkisedek (Ibr 2:17; 5:6; 6:20; 7:17,21).
5. Nubuat Tentang Pemerintahan Yesus
Sejumlah ayat di PL menunjuk pada masa depan pemerintahan Kristus di kerajaan milenial di atas bumi :
- Maz 2:6-9 menjelaskan pengangkatan Kristus sebagai raja Yerusalem, serta memerintah atas bangsa-bangsa di dunia.
- Maz 24:7-10 menyatakan kemenangan dan kembalinya sang raja dengan kemenangan memasuki pemerintahan Yerusalem.
- Yes 9:6-7 menjabarkan Kristus sebagai putera Allah dalam pemerintahan-Nya
- Yes 11:1-16 mengindikasikan pemerintahan Kristus akan dijalankan dengan adil (ayat 1-5), damai (ayat 6-9) dan pemerintah itu akan memerintah Israel yang telah dipulihkan serta bangsa-bangsa di dunia (ayat 10-16).
- Yes 24:23 menubuatkan pemerintahan Kristus di Yerusalem.
- Yes 35:1-10 menekankan berkat-berkat dari tanah yang telah dipulihkan dan bangsa di dalam kerajaan Mesias.
- Dan 7:13-14 menekankan pemerintahan Kristus atas semua orang dan bangsa.
- Zak 14:9-21 menubuatkan kehancuran musuh-musuh Israel dan pemerintahan Kristus atas bangsa-bangsa di dunia.
=========================
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
Here's a list of my blogs:
http://antikrismuhammad.blogspot.com
http://allahswtadalahiblis.blogspot.com
http://yesusadalahtuhan.blogspot.com
http://jesusiskingofkings.blogspot.com
So support me in prayer and funds.
Distributes your donation to
Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394
thank you
Lord Jesus bless you
Amen
Tuesday, January 1, 2013
ISRAEL SORGA DITENGAH NEGARA2 ESLAM
Rabu, 31 Agustus 2011
NEGERI YANG MENJADI SEBUAH SURGA DITIMUR TENGAH_ISRAEL
(Oleh : Luthfi Assyaukani - Paramadina Mulia Jakarta)
Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang
saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun
penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis,
hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang
menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang
Israel dan orang-orangnya.
Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada
saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung
rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu,
karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas
anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and
Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan
sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15
lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang
senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.
Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang rabbi mengeluarkan
joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku
mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang
katanya "more jewish than me." Dalam jamuan lunch, seorang diplomat
Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka
tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina.
Tentu saja, informalities adalah satu bagian saja dari cerita tentang
Israel. Pada satu sisi, manusia di negeri ini tak jauh beda dengan
tetangganya yang Arab: hangat, humorous, dan bersahabat. Atau semua
budaya Mediteranian memang seperti itu? Tapi, pada sisi lain, dan ini
yang membedakannya dari orang-orang Arab: kecerdasan orang-orang
Israel di atas rata-rata manusia. Ini bukan sekadar mitos yang biasa
kita dengar. Setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang
cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat
jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel.
Kecerdasan itu seperti kecantikan. Ia memancar dengan sendirinya
ketika kita bergaul dengan seseorang. Tidak yang laki-laki, tidak yang
perempuan, semua orang Israel yang saya ajak bicara memancarkan kesan
itu. Patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar
adalah orang-orang Yahudi.
Yang membuat saya terkesima adalah bahwa orang-orang Israel,
paling tidak para pejabat, pemikir, budayawan, diplomat, penulis, dan
profesional, yang saya jumpai, semuanya lancar dan fasih berbahasa
Arab. Mereka senang sekali mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab.
Berbahasa Arab semakin membuat kami merasa akrab. Belakangan baru saya
ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa formal/resmi Israel. Orang
Israel boleh menggunakan dua bahasa, Ibrani dan Arab, di parlemen,
ruang pengadilan, dan tempat-tempat resmi lainnya.
Kebijakan resmi pemerintah Israel ini tentu saja sangat
cerdas, bukan sekadar mengakomodir 20 persen warga Arab yang bermukim
di Israel. Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah
memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab. Sebaliknya,
orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel,
karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak
dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi. Orang-orang Israel bisa
bebas menikmati televisi, radio, dan surat kabar dari Arab (semua
informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab), sementara tidak demikian
dengan bangsa Arab.
Bahwa Israel adalah orang-orang yang serius dan keras, benar, jika
kita melihatnya di airport dan kantor imigrasi. Mereka memang harus
melakukan tugasnya dengan benar. Di tempat2 strategis seperti itu,
mereka memang harus serius dan tegas, kalau tidak bagaimana jadinya
negeri mereka, yang diincar dari delapan penjuru angin oleh
musuh-musuhnya.
Saya sangat bisa memahami ketegasan mereka di airport dan
kantor-kantor imigrasi (termasuk kedubes dan urusan visa). Israel
dibangun dari sepotong tanah yang tandus. Setelah 60 tahun merdeka,
negeri ini menjadi sebuah surga di Timur Tengah. Lihatlah Tel Aviv,
jalan-jalannya seperti avenues di New York atau Sydney. Sepanjang
pantainya mengingatkan saya pada Seattle atau Queensland. Sistem
irigasi Israel adalah yang terbaik di dunia, karena mampu menyuplai
jumlah air yang terbatas ke ribuan hektar taman dan pepohonan di
sepanjang jalan.
Bangsa Israel akan membela setiap jengkal tanah mereka, bukan karena
ada memori holocaust yang membuat mereka terpacu untuk memiliki sebuah
negeri yang berdaulat, tapi karena mereka betul-betula bekerja keras
menyulap ciptaan Tuhan yang kasar menjadi indah dan nyaman didiami.
Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka
bangun dengan keringat dan darah. Setiap melihat keindahan di Israel,
saya teringat sajak Iqbal:
Engkau ciptakan gulita
Aku ciptakan pelita
Engkau ciptakan tanah
Aku ciptakan gerabah
Dalam Taurat disebutkan, Jacob (Ya'kub) adalah satu-satunya Nabi yang
berani menantang Tuhan untuk bergulat. Karena bergulat dengan Tuhan
itulah, nama Israel (Isra-EL, orang yang bergulat dengan Tuhan)
disematkan kepada Jacob. Di Tel Aviv, saya menyaksikan bahwa Israel
menang telak bergulat dengan Tuhan.
Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap
dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya
alasan historis untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan
bangsa, seperti kata Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa
silam, ia lebih banyak terkait dengan kesadaran untuk menyatukan
sebuah komunitas. Bangsa Yahudi, lewat doktrin Zionisme, telah
melakukan itu dengan baik.
Melihat indahnya Tel Aviv, teman saya dari Singapore membisiki saya:
"orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina,
setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka
buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?"
Problem besar orang-orang Arab, sejak 1948 adalah bahwa mereka tak
bisa menerima "two state solution," meski itu adalah satu-satunya
pilihan yang realistik sampai sekarang. Jika saja orang-orang
Palestina dulu mau menerima klausul itu, mungkin cerita Timur Tengah
akan lain, mungkin tak akan ada terorisme Islam seperti kita lihat
sekarang, mungkin tak akan ada 9/11, mungkin nasib umat Islam lebih
baik. Bagi orang-orang Arab, Palestina adalah satu, yang tak bisa
dipisah-pisah. Bagi orang-orang Israel, orang-orang Palestina tak tahu
diri dan angkuh dalam kelemahan.
Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kota Tua Jerussalem, tentang
al-Aqsa, dan pengalaman saya berada di sana. Percaya atau tidak, Kota
Tua tidak seperti yang saya bayangkan. Ia hanyalah sekerat ladang yang
berada persis di tengah lembah. Ukurannya tak lebih dari pasar Tanah
Abang lama atau Terminal Pulo Gadung sebelum direnovasi. Tentu saja,
sepanjang sejarahnya, ada perluasan-perluasan yang membentuknya
seperti sekarang ini. Tapi, jangan bayangkan ia seperti Istanbul di
Turki atau Muenster di Jerman yang mini namun memancarkan keindahan
dari kontur tanahnya. Kota Tua Jerussalem hanyalah sebongkah tanah
yang tak rata dan sama sekali buruk, dari sisi manapun ia dilihat.
Sebelum menuruni tangga ke sana, saya sempat melihat Kota Tua dari
atas bukit. Heran seribu heran, mengapa tempat kecil yang sama sekali
tak menarik itu begitu besar gravitasinya, menjadi ajang persaingan
dan pertikaian ribuan tahun. Saya berandai-andai, jika tak ada
Golgota, jika tak ada Kuil Sulayman, dan jika tak ada Qubbah Sakhra,
Kota Tua hanyalah sebuah tempat kecil yang tak menarik. Berada di atas
Kota Tua, saya terbayang Musa, Yesus, Umar, Solahuddin al-Ayyubi,
Richard the Lion Heart, the Templer, dan para penziarah Eropa yang
berbulan-bulan menyabung nyawa hanya untuk menyaksikan makam, kuburan,
dan salib-salib. Agama memang tidak masuk akal.
Oleh Guide kami, saya diberitahu bahwa Kota Tua adalah bagian dari
Jerussalem Timur yang dikuasai Kerajaan Yordan sebelum perang 1967.
Setelah 1967, Kota Tua menjadi bagian dari Israel. "Dulu," katanya,
"ada tembok tinggi yang membelah Jerussalem Timur dan Jerussalem
Barat. Persis seperti Tembok Berlin. Namun, setelah 1967, Jerussalem
menjadi satu kembali." Yang membuat saya tertegun bukan cerita itu,
tapi pemandangan kontras beda antara Jerussalem Timur dan Jerussalem
Barat dilihat dari ketinggian. Jerussalem Timur gersang dan kerontang,
Jerussalem Barat hijau dan asri. Jerussalem Timur dihuni oleh
sebagian besar Arab-Muslim, sedangkan Jerussalem Barat oleh orang-orang
Yahudi.
Saya protes kepada Guide itu, "Mengapa itu bisa terjadi, mengapa
pemerintah Israel membiarkan diskriminasi itu?" Dengan senyum sambil
melontarkan sepatah dua patah bahasa Arab, ibu cantik itu menjelaskan:
"ya akhi ya habibi, kedua neighborhood itu adalah milik privat, tak
ada urusannya dengan pemerintah. Beda orang-orang Yahudi dan Arab
adalah, yang pertama suka sekali menanam banyak jenis pohon di taman
rumah mereka, sedang yang kedua tidak. Itulah yang bisa kita pandang
dari sini, mengapa Jerussalem Barat hijau dan Jerussalem Timur
gersang." Dough! Saya jadi ingat Bernard Lewis: "What went wrong?"
Ada banyak pertanyaan "what went wrong" setiap kali saya menyusuri
tempat-tempat di Kota Tua. Guess what? Kota Tua dibagi kepada empat
perkampungan (quarter): Muslim, Yahudi, Kristen, dan Armenia. Pembagian
ini sudah ada sejak zaman Salahuddin al-Ayyubi. Menelusuri
perkampungan Yahudi sangat asri, penuh dengan kafe dan tempat-tempat
nongkrong yang cozy. Begitu juga kurang lebih dengan perkampungan
Kristen dan Armenia. Tibalah saya masuk ke perkampungan Muslim.
Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu,
dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk.
Jika pertokoan di quarter Kristen tertata rapi, di quarter Muslim,
tampak tak terurus. Ketika saya belanja di sana, saya hampir tertipu
soal pengembalian uang. Saya sadar, quarter Muslim bukan hanya kotor,
tapi pedagangnya juga punya hasrat menipu.
Namun, di antara pengalaman tak mengenakkan selama berada di
perkampungan Islam adalah pengalaman masuk ke pekarangan al-Aqsa
(mereka menyebutnya Haram al-Syarif). Ini adalah kebodohan umat Islam
yang tak tertanggulangi, yang berasal dari sebuah teologi abad
kegelapan. You know what? Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog,
merayu tuhan di tembok ratapan, dan keluar-masuk gereja, tanpa
pertanyaan dan tak ada penjagaan sama sekali.
Tapi begitu masuk wilayah Haram al-Syarif, dua penjaga berseragam
tentara Yordania dengan senjata otomatis, diapit seorang syeikh
berbaju Arab, menghadang, dan mengetes setiap penziarah yang akan
masuk. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan: "enta Muslim (apakah
kamu Muslim)?" Jika Anda jawab ya, ada pertanyaan kedua: "iqra
al-fatihah (tolong baca al-fatihah)." Kalau hafal Anda lulus, dan bisa
masuk, kalau tidak jangan harap bisa masuk.
Saya ingin meledak menghadapi mereka. Saya langsung nyerocos saja
dengan bahasa Arab, yang membuat mereka tersenyum, "kaffi, kaffi,
ba'rif enta muslim (cukup, cukup, saya tahu Anda Muslim)." Saya ingin
meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim
mempertontonkan kedunguan mereka. Kota Tua adalah wilayah turisme dan
bukan sekadar soal agama. Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya
menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua
pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka.
Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan
rasa superioritas mereka (yang sebetulnya juga tak ada gunanya).
Akibat screening yang begitu keras, hanya sedikit orang yang berminat
masuk Haram al-Syarif. Ketika saya shalat Maghrib di Aqsa, hanya ada
dua saf, itupun tak penuh. Menyedihkan sekali, padahal ukuran Aqsa
dengan seluruh latarnya termasuk Qubbat al-Shakhra sama besarnya
dengan masjid Nabawi di Madinah. Rumah tuhan ini begitu sepi dari
pengunjung.
Tentu saja, alasan penjaga Aqsa itu adalah karena orang-orang
non-Muslim haram masuk wilayah mesjid. Bahkan orang yang mengaku
Muslim tapi tak pandai membaca al-Fatihah tak layak dianggap Muslim.
Para penjaga itu menganggap non-Muslim adalah najis yang tak boleh
mendekati rumah Allah.
Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok
ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja
dengan kebodohan yang tak masuk akal.
Luthfi Assyaukani (orang Paramadina Mulia Jakarta) yang menganggap
teks Al-Qur'an mengalami copy editing oleh para sahabat. Ungkapan
untuk meragukan kemurnian Al-Qur'an ini disiarkan lewat internet JIL,
islamlib.com: "Saya cenderung meyakini bahwa Alquran pada dasarnya
adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi tapi kemudian mengalami
berbagai proses copy-editing oleh para sahabat, tabi'in, ahli bacaan,
qurra, otografi, mesin cetak, dan kekuasaan." (Islamlib.com
--Merenungkan Sejarah Alquran, Oleh: Luthfi Assyaukanie Tanggal
dimuat: 17/11/2003).
http://www.assyaukanie.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Luthfi_Assyaukanie
http://islamsyiah.wordpress.com/2008/12 ... ssyaukani/
pernah membayangkan gimana keadaan negara israel...?? Berfikir
bahwa israel itu buruk dan jelek...?? Hapus saja pandangan seperti itu:
Sebuah pemandangan Gunung Bait Suci dan Tembok Ratapan di Kota Lama,

Haifa
adalah rumah bagi 250.000 penduduk, yang menganut lima agama berbeda,
hidup berdampingan dengan harmonis, daman dan saling menghargai.
Bagaikan sulaman berwarna-warni, berbagai kebudayaan dan
kelompok-kelompok etnis menjadi kain yang indah bagi kehidupan di Haifa.
Sekular, agama dan Yahudi ultra-orthodox hidup berdampingan deng
penganut agama Kristen, Islam, Bahai dan Druze.
NEGERI YANG MENJADI SEBUAH SURGA DITIMUR TENGAH_ISRAEL
(Oleh : Luthfi Assyaukani - Paramadina Mulia Jakarta)
Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.
Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.
Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya "more jewish than me." Dalam jamuan lunch, seorang diplomat Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina.
Tentu saja, informalities adalah satu bagian saja dari cerita tentang Israel. Pada satu sisi, manusia di negeri ini tak jauh beda dengan tetangganya yang Arab: hangat, humorous, dan bersahabat. Atau semua budaya Mediteranian memang seperti itu? Tapi, pada sisi lain, dan ini yang membedakannya dari orang-orang Arab: kecerdasan orang-orang Israel di atas rata-rata manusia. Ini bukan sekadar mitos yang biasa kita dengar. Setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel.
Kecerdasan itu seperti kecantikan. Ia memancar dengan sendirinya ketika kita bergaul dengan seseorang. Tidak yang laki-laki, tidak yang perempuan, semua orang Israel yang saya ajak bicara memancarkan kesan itu. Patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar adalah orang-orang Yahudi.
Yang membuat saya terkesima adalah bahwa orang-orang Israel, paling tidak para pejabat, pemikir, budayawan, diplomat, penulis, dan profesional, yang saya jumpai, semuanya lancar dan fasih berbahasa Arab. Mereka senang sekali mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab. Berbahasa Arab semakin membuat kami merasa akrab. Belakangan baru saya ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa formal/resmi Israel. Orang Israel boleh menggunakan dua bahasa, Ibrani dan Arab, di parlemen, ruang pengadilan, dan tempat-tempat resmi lainnya.
Kebijakan resmi pemerintah Israel ini tentu saja sangat cerdas, bukan sekadar mengakomodir 20 persen warga Arab yang bermukim di Israel. Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab. Sebaliknya, orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel, karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi. Orang-orang Israel bisa bebas menikmati televisi, radio, dan surat kabar dari Arab (semua informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab), sementara tidak demikian dengan bangsa Arab.
Bahwa Israel adalah orang-orang yang serius dan keras, benar, jika kita melihatnya di airport dan kantor imigrasi. Mereka memang harus melakukan tugasnya dengan benar. Di tempat2 strategis seperti itu, mereka memang harus serius dan tegas, kalau tidak bagaimana jadinya negeri mereka, yang diincar dari delapan penjuru angin oleh musuh-musuhnya.
Saya sangat bisa memahami ketegasan mereka di airport dan kantor-kantor imigrasi (termasuk kedubes dan urusan visa). Israel dibangun dari sepotong tanah yang tandus. Setelah 60 tahun merdeka, negeri ini menjadi sebuah surga di Timur Tengah. Lihatlah Tel Aviv, jalan-jalannya seperti avenues di New York atau Sydney. Sepanjang pantainya mengingatkan saya pada Seattle atau Queensland. Sistem irigasi Israel adalah yang terbaik di dunia, karena mampu menyuplai jumlah air yang terbatas ke ribuan hektar taman dan pepohonan di sepanjang jalan.
Bangsa Israel akan membela setiap jengkal tanah mereka, bukan karena ada memori holocaust yang membuat mereka terpacu untuk memiliki sebuah negeri yang berdaulat, tapi karena mereka betul-betula bekerja keras menyulap ciptaan Tuhan yang kasar menjadi indah dan nyaman didiami. Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka bangun dengan keringat dan darah. Setiap melihat keindahan di Israel, saya teringat sajak Iqbal:
Engkau ciptakan gulita
Aku ciptakan pelita
Engkau ciptakan tanah
Aku ciptakan gerabah
Dalam Taurat disebutkan, Jacob (Ya'kub) adalah satu-satunya Nabi yang berani menantang Tuhan untuk bergulat. Karena bergulat dengan Tuhan itulah, nama Israel (Isra-EL, orang yang bergulat dengan Tuhan) disematkan kepada Jacob. Di Tel Aviv, saya menyaksikan bahwa Israel menang telak bergulat dengan Tuhan.
Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya alasan historis untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan bangsa, seperti kata Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa silam, ia lebih banyak terkait dengan kesadaran untuk menyatukan sebuah komunitas. Bangsa Yahudi, lewat doktrin Zionisme, telah melakukan itu dengan baik.
Melihat indahnya Tel Aviv, teman saya dari Singapore membisiki saya: "orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?" Problem besar orang-orang Arab, sejak 1948 adalah bahwa mereka tak bisa menerima "two state solution," meski itu adalah satu-satunya pilihan yang realistik sampai sekarang. Jika saja orang-orang Palestina dulu mau menerima klausul itu, mungkin cerita Timur Tengah akan lain, mungkin tak akan ada terorisme Islam seperti kita lihat sekarang, mungkin tak akan ada 9/11, mungkin nasib umat Islam lebih baik. Bagi orang-orang Arab, Palestina adalah satu, yang tak bisa dipisah-pisah. Bagi orang-orang Israel, orang-orang Palestina tak tahu diri dan angkuh dalam kelemahan.
Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kota Tua Jerussalem, tentang al-Aqsa, dan pengalaman saya berada di sana. Percaya atau tidak, Kota Tua tidak seperti yang saya bayangkan. Ia hanyalah sekerat ladang yang berada persis di tengah lembah. Ukurannya tak lebih dari pasar Tanah Abang lama atau Terminal Pulo Gadung sebelum direnovasi. Tentu saja, sepanjang sejarahnya, ada perluasan-perluasan yang membentuknya seperti sekarang ini. Tapi, jangan bayangkan ia seperti Istanbul di Turki atau Muenster di Jerman yang mini namun memancarkan keindahan dari kontur tanahnya. Kota Tua Jerussalem hanyalah sebongkah tanah yang tak rata dan sama sekali buruk, dari sisi manapun ia dilihat.
Sebelum menuruni tangga ke sana, saya sempat melihat Kota Tua dari atas bukit. Heran seribu heran, mengapa tempat kecil yang sama sekali tak menarik itu begitu besar gravitasinya, menjadi ajang persaingan dan pertikaian ribuan tahun. Saya berandai-andai, jika tak ada Golgota, jika tak ada Kuil Sulayman, dan jika tak ada Qubbah Sakhra, Kota Tua hanyalah sebuah tempat kecil yang tak menarik. Berada di atas Kota Tua, saya terbayang Musa, Yesus, Umar, Solahuddin al-Ayyubi, Richard the Lion Heart, the Templer, dan para penziarah Eropa yang berbulan-bulan menyabung nyawa hanya untuk menyaksikan makam, kuburan, dan salib-salib. Agama memang tidak masuk akal.
Oleh Guide kami, saya diberitahu bahwa Kota Tua adalah bagian dari Jerussalem Timur yang dikuasai Kerajaan Yordan sebelum perang 1967. Setelah 1967, Kota Tua menjadi bagian dari Israel. "Dulu," katanya, "ada tembok tinggi yang membelah Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat. Persis seperti Tembok Berlin. Namun, setelah 1967, Jerussalem menjadi satu kembali." Yang membuat saya tertegun bukan cerita itu, tapi pemandangan kontras beda antara Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat dilihat dari ketinggian. Jerussalem Timur gersang dan kerontang, Jerussalem Barat hijau dan asri. Jerussalem Timur dihuni oleh sebagian besar Arab-Muslim, sedangkan Jerussalem Barat oleh orang-orang Yahudi.
Saya protes kepada Guide itu, "Mengapa itu bisa terjadi, mengapa pemerintah Israel membiarkan diskriminasi itu?" Dengan senyum sambil melontarkan sepatah dua patah bahasa Arab, ibu cantik itu menjelaskan: "ya akhi ya habibi, kedua neighborhood itu adalah milik privat, tak ada urusannya dengan pemerintah. Beda orang-orang Yahudi dan Arab adalah, yang pertama suka sekali menanam banyak jenis pohon di taman rumah mereka, sedang yang kedua tidak. Itulah yang bisa kita pandang dari sini, mengapa Jerussalem Barat hijau dan Jerussalem Timur gersang." Dough! Saya jadi ingat Bernard Lewis: "What went wrong?"
Ada banyak pertanyaan "what went wrong" setiap kali saya menyusuri tempat-tempat di Kota Tua. Guess what? Kota Tua dibagi kepada empat perkampungan (quarter): Muslim, Yahudi, Kristen, dan Armenia. Pembagian ini sudah ada sejak zaman Salahuddin al-Ayyubi. Menelusuri perkampungan Yahudi sangat asri, penuh dengan kafe dan tempat-tempat nongkrong yang cozy. Begitu juga kurang lebih dengan perkampungan Kristen dan Armenia. Tibalah saya masuk ke perkampungan Muslim. Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu, dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk.
Jika pertokoan di quarter Kristen tertata rapi, di quarter Muslim, tampak tak terurus. Ketika saya belanja di sana, saya hampir tertipu soal pengembalian uang. Saya sadar, quarter Muslim bukan hanya kotor, tapi pedagangnya juga punya hasrat menipu.
Namun, di antara pengalaman tak mengenakkan selama berada di perkampungan Islam adalah pengalaman masuk ke pekarangan al-Aqsa (mereka menyebutnya Haram al-Syarif). Ini adalah kebodohan umat Islam yang tak tertanggulangi, yang berasal dari sebuah teologi abad kegelapan. You know what? Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog, merayu tuhan di tembok ratapan, dan keluar-masuk gereja, tanpa pertanyaan dan tak ada penjagaan sama sekali.
Tapi begitu masuk wilayah Haram al-Syarif, dua penjaga berseragam tentara Yordania dengan senjata otomatis, diapit seorang syeikh berbaju Arab, menghadang, dan mengetes setiap penziarah yang akan masuk. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan: "enta Muslim (apakah kamu Muslim)?" Jika Anda jawab ya, ada pertanyaan kedua: "iqra al-fatihah (tolong baca al-fatihah)." Kalau hafal Anda lulus, dan bisa masuk, kalau tidak jangan harap bisa masuk.
Saya ingin meledak menghadapi mereka. Saya langsung nyerocos saja dengan bahasa Arab, yang membuat mereka tersenyum, "kaffi, kaffi, ba'rif enta muslim (cukup, cukup, saya tahu Anda Muslim)." Saya ingin meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim mempertontonkan kedunguan mereka. Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama. Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka.
Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan rasa superioritas mereka (yang sebetulnya juga tak ada gunanya). Akibat screening yang begitu keras, hanya sedikit orang yang berminat masuk Haram al-Syarif. Ketika saya shalat Maghrib di Aqsa, hanya ada dua saf, itupun tak penuh. Menyedihkan sekali, padahal ukuran Aqsa dengan seluruh latarnya termasuk Qubbat al-Shakhra sama besarnya dengan masjid Nabawi di Madinah. Rumah tuhan ini begitu sepi dari pengunjung.
Tentu saja, alasan penjaga Aqsa itu adalah karena orang-orang non-Muslim haram masuk wilayah mesjid. Bahkan orang yang mengaku Muslim tapi tak pandai membaca al-Fatihah tak layak dianggap Muslim. Para penjaga itu menganggap non-Muslim adalah najis yang tak boleh mendekati rumah Allah.
Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.
Luthfi Assyaukani (orang Paramadina Mulia Jakarta) yang menganggap teks Al-Qur'an mengalami copy editing oleh para sahabat. Ungkapan untuk meragukan kemurnian Al-Qur'an ini disiarkan lewat internet JIL, islamlib.com: "Saya cenderung meyakini bahwa Alquran pada dasarnya adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi tapi kemudian mengalami berbagai proses copy-editing oleh para sahabat, tabi'in, ahli bacaan, qurra, otografi, mesin cetak, dan kekuasaan." (Islamlib.com --Merenungkan Sejarah Alquran, Oleh: Luthfi Assyaukanie Tanggal dimuat: 17/11/2003).
http://www.assyaukanie.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Luthfi_Assyaukanie
http://islamsyiah.wordpress.com/2008/12 ... ssyaukani/
pernah membayangkan gimana keadaan negara israel...?? Berfikir bahwa israel itu buruk dan jelek...?? Hapus saja pandangan seperti itu:
Sebuah pemandangan Gunung Bait Suci dan Tembok Ratapan di Kota Lama,

Haifa
adalah rumah bagi 250.000 penduduk, yang menganut lima agama berbeda,
hidup berdampingan dengan harmonis, daman dan saling menghargai.
Bagaikan sulaman berwarna-warni, berbagai kebudayaan dan
kelompok-kelompok etnis menjadi kain yang indah bagi kehidupan di Haifa.
Sekular, agama dan Yahudi ultra-orthodox hidup berdampingan deng
penganut agama Kristen, Islam, Bahai dan Druze.

Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.
Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.
Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya "more jewish than me." Dalam jamuan lunch, seorang diplomat Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina.
Tentu saja, informalities adalah satu bagian saja dari cerita tentang Israel. Pada satu sisi, manusia di negeri ini tak jauh beda dengan tetangganya yang Arab: hangat, humorous, dan bersahabat. Atau semua budaya Mediteranian memang seperti itu? Tapi, pada sisi lain, dan ini yang membedakannya dari orang-orang Arab: kecerdasan orang-orang Israel di atas rata-rata manusia. Ini bukan sekadar mitos yang biasa kita dengar. Setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel.
Kecerdasan itu seperti kecantikan. Ia memancar dengan sendirinya ketika kita bergaul dengan seseorang. Tidak yang laki-laki, tidak yang perempuan, semua orang Israel yang saya ajak bicara memancarkan kesan itu. Patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar adalah orang-orang Yahudi.
Yang membuat saya terkesima adalah bahwa orang-orang Israel, paling tidak para pejabat, pemikir, budayawan, diplomat, penulis, dan profesional, yang saya jumpai, semuanya lancar dan fasih berbahasa Arab. Mereka senang sekali mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab. Berbahasa Arab semakin membuat kami merasa akrab. Belakangan baru saya ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa formal/resmi Israel. Orang Israel boleh menggunakan dua bahasa, Ibrani dan Arab, di parlemen, ruang pengadilan, dan tempat-tempat resmi lainnya.
Kebijakan resmi pemerintah Israel ini tentu saja sangat cerdas, bukan sekadar mengakomodir 20 persen warga Arab yang bermukim di Israel. Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab. Sebaliknya, orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel, karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi. Orang-orang Israel bisa bebas menikmati televisi, radio, dan surat kabar dari Arab (semua informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab), sementara tidak demikian dengan bangsa Arab.
Bahwa Israel adalah orang-orang yang serius dan keras, benar, jika kita melihatnya di airport dan kantor imigrasi. Mereka memang harus melakukan tugasnya dengan benar. Di tempat2 strategis seperti itu, mereka memang harus serius dan tegas, kalau tidak bagaimana jadinya negeri mereka, yang diincar dari delapan penjuru angin oleh musuh-musuhnya.
Saya sangat bisa memahami ketegasan mereka di airport dan kantor-kantor imigrasi (termasuk kedubes dan urusan visa). Israel dibangun dari sepotong tanah yang tandus. Setelah 60 tahun merdeka, negeri ini menjadi sebuah surga di Timur Tengah. Lihatlah Tel Aviv, jalan-jalannya seperti avenues di New York atau Sydney. Sepanjang pantainya mengingatkan saya pada Seattle atau Queensland. Sistem irigasi Israel adalah yang terbaik di dunia, karena mampu menyuplai jumlah air yang terbatas ke ribuan hektar taman dan pepohonan di sepanjang jalan.
Bangsa Israel akan membela setiap jengkal tanah mereka, bukan karena ada memori holocaust yang membuat mereka terpacu untuk memiliki sebuah negeri yang berdaulat, tapi karena mereka betul-betula bekerja keras menyulap ciptaan Tuhan yang kasar menjadi indah dan nyaman didiami. Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka bangun dengan keringat dan darah. Setiap melihat keindahan di Israel, saya teringat sajak Iqbal:
Engkau ciptakan gulita
Aku ciptakan pelita
Engkau ciptakan tanah
Aku ciptakan gerabah
Dalam Taurat disebutkan, Jacob (Ya'kub) adalah satu-satunya Nabi yang berani menantang Tuhan untuk bergulat. Karena bergulat dengan Tuhan itulah, nama Israel (Isra-EL, orang yang bergulat dengan Tuhan) disematkan kepada Jacob. Di Tel Aviv, saya menyaksikan bahwa Israel menang telak bergulat dengan Tuhan.
Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya alasan historis untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan bangsa, seperti kata Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa silam, ia lebih banyak terkait dengan kesadaran untuk menyatukan sebuah komunitas. Bangsa Yahudi, lewat doktrin Zionisme, telah melakukan itu dengan baik.
Melihat indahnya Tel Aviv, teman saya dari Singapore membisiki saya: "orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?" Problem besar orang-orang Arab, sejak 1948 adalah bahwa mereka tak bisa menerima "two state solution," meski itu adalah satu-satunya pilihan yang realistik sampai sekarang. Jika saja orang-orang Palestina dulu mau menerima klausul itu, mungkin cerita Timur Tengah akan lain, mungkin tak akan ada terorisme Islam seperti kita lihat sekarang, mungkin tak akan ada 9/11, mungkin nasib umat Islam lebih baik. Bagi orang-orang Arab, Palestina adalah satu, yang tak bisa dipisah-pisah. Bagi orang-orang Israel, orang-orang Palestina tak tahu diri dan angkuh dalam kelemahan.
Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kota Tua Jerussalem, tentang al-Aqsa, dan pengalaman saya berada di sana. Percaya atau tidak, Kota Tua tidak seperti yang saya bayangkan. Ia hanyalah sekerat ladang yang berada persis di tengah lembah. Ukurannya tak lebih dari pasar Tanah Abang lama atau Terminal Pulo Gadung sebelum direnovasi. Tentu saja, sepanjang sejarahnya, ada perluasan-perluasan yang membentuknya seperti sekarang ini. Tapi, jangan bayangkan ia seperti Istanbul di Turki atau Muenster di Jerman yang mini namun memancarkan keindahan dari kontur tanahnya. Kota Tua Jerussalem hanyalah sebongkah tanah yang tak rata dan sama sekali buruk, dari sisi manapun ia dilihat.
Sebelum menuruni tangga ke sana, saya sempat melihat Kota Tua dari atas bukit. Heran seribu heran, mengapa tempat kecil yang sama sekali tak menarik itu begitu besar gravitasinya, menjadi ajang persaingan dan pertikaian ribuan tahun. Saya berandai-andai, jika tak ada Golgota, jika tak ada Kuil Sulayman, dan jika tak ada Qubbah Sakhra, Kota Tua hanyalah sebuah tempat kecil yang tak menarik. Berada di atas Kota Tua, saya terbayang Musa, Yesus, Umar, Solahuddin al-Ayyubi, Richard the Lion Heart, the Templer, dan para penziarah Eropa yang berbulan-bulan menyabung nyawa hanya untuk menyaksikan makam, kuburan, dan salib-salib. Agama memang tidak masuk akal.
Oleh Guide kami, saya diberitahu bahwa Kota Tua adalah bagian dari Jerussalem Timur yang dikuasai Kerajaan Yordan sebelum perang 1967. Setelah 1967, Kota Tua menjadi bagian dari Israel. "Dulu," katanya, "ada tembok tinggi yang membelah Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat. Persis seperti Tembok Berlin. Namun, setelah 1967, Jerussalem menjadi satu kembali." Yang membuat saya tertegun bukan cerita itu, tapi pemandangan kontras beda antara Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat dilihat dari ketinggian. Jerussalem Timur gersang dan kerontang, Jerussalem Barat hijau dan asri. Jerussalem Timur dihuni oleh sebagian besar Arab-Muslim, sedangkan Jerussalem Barat oleh orang-orang Yahudi.
Saya protes kepada Guide itu, "Mengapa itu bisa terjadi, mengapa pemerintah Israel membiarkan diskriminasi itu?" Dengan senyum sambil melontarkan sepatah dua patah bahasa Arab, ibu cantik itu menjelaskan: "ya akhi ya habibi, kedua neighborhood itu adalah milik privat, tak ada urusannya dengan pemerintah. Beda orang-orang Yahudi dan Arab adalah, yang pertama suka sekali menanam banyak jenis pohon di taman rumah mereka, sedang yang kedua tidak. Itulah yang bisa kita pandang dari sini, mengapa Jerussalem Barat hijau dan Jerussalem Timur gersang." Dough! Saya jadi ingat Bernard Lewis: "What went wrong?"
Ada banyak pertanyaan "what went wrong" setiap kali saya menyusuri tempat-tempat di Kota Tua. Guess what? Kota Tua dibagi kepada empat perkampungan (quarter): Muslim, Yahudi, Kristen, dan Armenia. Pembagian ini sudah ada sejak zaman Salahuddin al-Ayyubi. Menelusuri perkampungan Yahudi sangat asri, penuh dengan kafe dan tempat-tempat nongkrong yang cozy. Begitu juga kurang lebih dengan perkampungan Kristen dan Armenia. Tibalah saya masuk ke perkampungan Muslim. Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu, dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk.
Jika pertokoan di quarter Kristen tertata rapi, di quarter Muslim, tampak tak terurus. Ketika saya belanja di sana, saya hampir tertipu soal pengembalian uang. Saya sadar, quarter Muslim bukan hanya kotor, tapi pedagangnya juga punya hasrat menipu.
Namun, di antara pengalaman tak mengenakkan selama berada di perkampungan Islam adalah pengalaman masuk ke pekarangan al-Aqsa (mereka menyebutnya Haram al-Syarif). Ini adalah kebodohan umat Islam yang tak tertanggulangi, yang berasal dari sebuah teologi abad kegelapan. You know what? Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog, merayu tuhan di tembok ratapan, dan keluar-masuk gereja, tanpa pertanyaan dan tak ada penjagaan sama sekali.
Tapi begitu masuk wilayah Haram al-Syarif, dua penjaga berseragam tentara Yordania dengan senjata otomatis, diapit seorang syeikh berbaju Arab, menghadang, dan mengetes setiap penziarah yang akan masuk. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan: "enta Muslim (apakah kamu Muslim)?" Jika Anda jawab ya, ada pertanyaan kedua: "iqra al-fatihah (tolong baca al-fatihah)." Kalau hafal Anda lulus, dan bisa masuk, kalau tidak jangan harap bisa masuk.
Saya ingin meledak menghadapi mereka. Saya langsung nyerocos saja dengan bahasa Arab, yang membuat mereka tersenyum, "kaffi, kaffi, ba'rif enta muslim (cukup, cukup, saya tahu Anda Muslim)." Saya ingin meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim mempertontonkan kedunguan mereka. Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama. Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka.
Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan rasa superioritas mereka (yang sebetulnya juga tak ada gunanya). Akibat screening yang begitu keras, hanya sedikit orang yang berminat masuk Haram al-Syarif. Ketika saya shalat Maghrib di Aqsa, hanya ada dua saf, itupun tak penuh. Menyedihkan sekali, padahal ukuran Aqsa dengan seluruh latarnya termasuk Qubbat al-Shakhra sama besarnya dengan masjid Nabawi di Madinah. Rumah tuhan ini begitu sepi dari pengunjung.
Tentu saja, alasan penjaga Aqsa itu adalah karena orang-orang non-Muslim haram masuk wilayah mesjid. Bahkan orang yang mengaku Muslim tapi tak pandai membaca al-Fatihah tak layak dianggap Muslim. Para penjaga itu menganggap non-Muslim adalah najis yang tak boleh mendekati rumah Allah.
Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.
Luthfi Assyaukani (orang Paramadina Mulia Jakarta) yang menganggap teks Al-Qur'an mengalami copy editing oleh para sahabat. Ungkapan untuk meragukan kemurnian Al-Qur'an ini disiarkan lewat internet JIL, islamlib.com: "Saya cenderung meyakini bahwa Alquran pada dasarnya adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi tapi kemudian mengalami berbagai proses copy-editing oleh para sahabat, tabi'in, ahli bacaan, qurra, otografi, mesin cetak, dan kekuasaan." (Islamlib.com --Merenungkan Sejarah Alquran, Oleh: Luthfi Assyaukanie Tanggal dimuat: 17/11/2003).
http://www.assyaukanie.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Luthfi_Assyaukanie
http://islamsyiah.wordpress.com/2008/12 ... ssyaukani/
pernah membayangkan gimana keadaan negara israel...?? Berfikir bahwa israel itu buruk dan jelek...?? Hapus saja pandangan seperti itu:
SUMBER : http://chinatsuh.blogspot.com/2011/08/negeri-yang-menjadi-sebuah-surga.html
Steiner Budiman berbagi tautan.
sekitar sejam yang lalu 1/1/2013
ha...7x
pengakuan jujur dare tokoh eslam. Arab entu bodoh, jorok/bau, males,
sok, arogan n suka nepu. Kalo yahudi pinter, rajin, kerja keras,
bersahabat. MAKANYE JANGAN MO LO TERUS2AN DITEPU MA MAMAD N OLO N
USTAD/USTADJAH, KYAI N MUKMEN LAEN SOAL ARAB N ISRAEL. MAKANYE MURTAD
DARE ESLAM GENK PARA PENEPU. HA...7X
YLU AMEN
===================
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
Here's a list of my blogs:
http://antikrismuhammad.blogspot.com
http://allahswtadalahiblis.blogspot.com
http://yesusadalahtuhan.blogspot.com
http://jesusiskingofkings.blogspot.com
So support me in prayer and funds.
Distributes your help to
Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394
thank you
Lord Jesus bless you
Amen
Subscribe to:
Posts (Atom)
