purchase books written by me.

purchase books written by me.
Price : Rp. 30.000,- or US$ 8.88

Friday, April 5, 2013

Kesaksian Jim Caviezel Pemeran Yesus dalam Film "The Passion of the Christ".

 Film Yesus Kristpassion.gifus



















 Kesaksian Pemeran Yesus

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film "The Passion of the Christ". Berikut refleksi atas perannya di film itu.

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN-PERAN KECIL DALAM FILM-FILM YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL "THE THIN RED LINE". ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

"Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah..., Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, "Hallo ini, Mel". Kata suara dari telpon tersebut. "Mel siapa?", Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu aktor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai aktor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. "Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?" Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di "Thin Red Line". Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!

Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banyak referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunan-Nya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan dengan-Nya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlet bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran mungkin menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.

Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai di sini. Engkau yang mengalihkanku dari karier di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apa pun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendak-Mu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.

Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.

Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu. Saya bekata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini. Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm. Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan di tanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan.

Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang bisa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan ke adegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga sering kali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekadar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwa-Nya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak "dia sadar! dia sadar!" (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa selamat dari hantaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terjadi di sini).

"Apa yang telah terjadi?" Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu sering kali saya bertanya, "Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan"? Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat pada-Nya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh... itu sangat luar biasa... mengagumkan... tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada di situ, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diri-Nya sendiri.

Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton The Passion of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.

Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda.

Yesus telah mati bagi dosa-dosa saudara. karena saudara tidak dapat menebus dosa saudara sendiri.Yesus bangkit dari kematian supaya kita juga bangkit. Kematian tidak berkuasa atas Yesus, supaya orang yang menerima Yesus dan percaya kepadaNya tidak akan mati tapi bangkit dan hidup selama-lamanya di Surga.


Apakah Anda belum yakin akan keselamatan anda? Anda ingin diselamatkan? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku seorang berdosa. Aku bertobat dan menyesali segala dosaku. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Saat ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

sumber : http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=369&Itemid=44

=================


My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.

Here's a list of my blogs:

So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

thank you

Lord Jesus bless you

Amen


Wednesday, April 3, 2013

Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur

Mujizat Tuhan Di Candirejo Borobudur

Tanggal 11 Oktober 2004 yang lalu, saya bersama-sama dengan jemaat dan pengerja RDSB Magelang mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani di desa Candirejo Borobudur Jawa Tengah. Mayoritas penduduknya beragama Islam, hanyasatu keluarga yang beragama Kristen.



Sebelum kami mengadakan KKR di desa tersebut, terlebih dahulu kami diperlihatkan sesuatu penglihatan dalam doa pagi bersama jemaat dan pengerja di gereja RDSB Magelang. Saya diperlihatkan suatu penglihatan satu desa yang ada sungainya, di pinggir-pinggir sungai tersebut tumbuh banyak bambu-bambu dan Tuhan Yesus hadir di desa tersebut.

Tiga hari kemudian saya bersama penjaga gereja mencari dimana letak desa tersebut. Dan ternyata desa tersebut adalah Candirejo Borobudur. Setelah kami sampai di desa tersebut, semua penduduknya beragama Islam dan hanya satu keluarga yang beragama Kristen, serta banyak orang yang sakit di desa tersebut. Setelah kami identifikasi keberadaan kuasa kegelapan serta orang-orang kuat yang dipakai oleh kuasa kegelapan, saya memberanikan diri meminta ijin kepada kepala dusun desa tersebut dan kepala dusun mengizinkan, kemudian kepala dusun meminta izin kepada kepala desa dan semua aparat desa mengizinkan untuk diadakan KKR di desa tersebut. Dua hari kemudian kami menyebarkan brosur undangan KKR Kesembuhan yang akan diadakan 5 hari kemudian.

Setelah sampai di gereja, saya mengundang pengerja RDSB yang bersedia melakukan penginjilan yang dikemas dalam bentu KKR. Dan pada hari Minggu saya mengajak beberapa jemaat yang ingin ikut penginjilan di desa tersebut. Sampai minggu malam, banyak yang telpon saya untuk ikut penginjilan yang akan diadakan besok hari Senin.



Saya sengaja tidak membentuk panitia KKR, karena saya percaya kalau memang Tuhan yang menghendaki diadakannya KKR, pasti Tuhan Yesus sendiri yang menggerakkan orang-orang untuk terbeban mempersiapkan KKR ini dan pasti Tuhan juga yang akan menyertai kami dan Tuhan Yesus sendiri yang akan menyatakan diriNya kepada orang-orang desa dengan Kesembuhan Ilahi.

Pada hari Sabtu orang-orang mulai latihan puji-pujian yang berbahasa Jawa diiringi oleh pemain keyboard yang baru bergabung dengan RDSB Magelang. Pada Senin pagi setelah kami berdoa pagi dengan beberapa orang, mereka berinisiatip untuk membawa kursi, soundsistem, keyboard milik mereka.



Senin sore setelah kami berdoa bersama di gereja RDSB Magelang, kami beriringan 5 mobil berangkat ke desa Candirejo Borobudur. Sampai di desa tersebut kami menurunkan alat-alat musik, lampudan kursi. Saat kami sedang manata alat-alat tersebut, salah seorang dari warga desa tersebutmeminta ijin saya untuk mengumumkan diadakannya KKR di desa tersebut melalui loudspeaker mesjid setempat. Ini adalah sejarah pertama kali, pengumuman Kebaktian Kebangunan Rohani melalui pengeras suara mesjid setempat. Dan memang saat itu yang hadir adalah orang-orang yang memakai kopiah, sarung dan membawa sajadah. Ini luar biasa Tuhan bekerja. Dan saat saya mengkotbahkan firman Tuhan tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, mereka tetap setia mendengarkan bahkan terlihat matanya berbinar-binar seperti orang yang haus akan firman Tuhan. Saat adzan Magrip, kotbah ditunda beberapa saat untuk memberi kesempatan bagi yang mau sembahyang. Setelah mereka selesai sembahyang Magrib, mereka kembali lagi ketempat duduk untuk mendengarkan firman Tuhan. Setelah selesai firman Tuhan, mereka saya ajak untuk menerima Yesus. Ternyata semua yang hadir mau mengundang Tuhan Yesus masuk kedalam hati mereka. Setelah selesai untuk ajakan lahir baru. Mereka didoakan oleh pengerja dan jemaat gereja RDSB Magelang secara serentak.



Dan luar biasa! Tuhan Yesus bekerja luar biasa. Semua yang sakit disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Ada yang tuli bisa mendengar, ada yang matanya selalu berair menjadi sembuh. Ada yang lehernya benjol seperti gondok menjadi kempes benjolannya. Ada yang tenggorokannya sakit kalau berbicara menjadi sembuh. Dan semua yang sakit dari pinggang sampai ke kaki disembuhkan semua, kakinya agak lumpuh dan disembuhkan, Yang sakit jantung disembuhkan, dada berdebar dan sakit kepala pusing disembuhkan.



Bahkan ada seorang jemaat RDSB yang ikut mendoakan kaki penduduk yang tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan, padahal dia hanya mengatakan: “ Ayo kaki-kaki yang sakit ini keluar dalam nama Yesus”. Dan orang disuruh berjalan dan orang itu bisa berjalan bahkan berlari. Ternyata orang yang belum biasa mendoakan orang lain, dipakai Tuhan dengan luar biasa.Pokoknya siapa saja yang bersedia tumpang tangan diatas orang yang sakit, pasti sembuh. Malam itu memang luar biasa lawatan Tuhan Yesus di desa tersebut. Semua pengerja dan jemaat RDSB Magelang yang ikut KKR tersebut terheran-heran menyaksikan pekerjaan Tuhan Yesus malamitu. Mereka bersuka cita. Bahkan besok paginya, masyarakat desa tersebut berseri-seri karena mereka bangun pagi dengan badan ringan. Bahkan ada penduduk desa tersebut yang bekerja di Magelang bersaksi kepada saya mengatakan: “Pak saat saya pulang kemaren sore ada yang berteriak kepada saya, “mas To saya sekarang sudah bisa macul (menyangkul ladang)!””. Ternyata orang tersebut kakinya susah berjalan, dan biasanya dia harus disuntik kalau berjalan. Dan malam itu orang tersebut disembuhkan oleh Tuhan Yesus.

Dua hari kemudian ada utusan dari desa tersebut mengundang kami untuk KKR lagi di desa tersebut. Ternyata mereka sudah merasakan jamahan Tuhan. Walaupun mereka harus sembahyang menurut kepercayaan mereka, ternyata jamahan Tuhan Yesus membuat mereka terkagum-kagum dan mereka tidak bisa menolak atau menyangkal bahwa Tuhan Yesus memang hidup sampai sekarang.

Ternyata Firman Tuhan itu “ya” dan “amin”. Kalau kita memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Penginjilan dengan cara mereka menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan mereka, merupakan penginjilan yang sangat efektif.



Tuhan Yesus memberkati.

sumber : http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=68&Itemid=1

=========================

My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.

Here's a list of my blogs:

So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

thank you

Lord Jesus bless you

Amen


Saturday, March 16, 2013

Awas! hallowen berasal dare setan.

JANGAN MAIN-MAIN DENGAN HALLOWEEN

oleh PESAN AKHIR ZAMAN (Catatan) pada 2 November 2012 pukul 12:36

Lentera Labu "Jack-O-Lanterns" Yang Merupakan Simbol Halloween

Sangat menyedihkan, Tahun ini semakin banyak mal-mal di Jakarta menyelenggarakan perayaan dan pesta Haloween. Para orang tua dengan bangga mengajak anak-anak mereka yang masih kecil-kecil, turut berpartisipasi merayakan Haloween, tanpa menyadari apa itu Haloween. Semoga tidak ada di antara Saudara yang melakukan hal itu kepada anak-anak kita sendiri. Kita, Orang Percaya wajib memperingatkan keluarga dan sanak family, untuk tidak turut mengambil bagian dalam adat dunia yang sesat dan tidak mengenal Firman Allah.

Menurut History.com, asal mula perayaan Halloween berakar pada perayaan Celtic kuno “Samhain” (diucapkan Sah-win). Bangsa Celtic, hidup ribuan tahun yang lalu di daerah yang sekarang Irlandia, Inggris dan Perancis utara. Mereka menganut kepercayaan Druids dan merayakan tahun baru mereka pada tanggal 1 November. Hari itu menandai akhir musim panas dan panen serta awal musim dingin dan gelap, yang sering dikaitkan dengan waktu-waktu kematian manusia setiap tahunnya.


Para penganut moderen dari agama Druids melakukan prosesi "Samhain" pada 2010 di Stonehenge - Inggris. foto AFP
Sumber: http://www.bbc.co.uk/news/uk-11660115

Pemerintah Inggris melalui Departemen Sosialnya telah mengakui Druids sebagai agama. Hal ini membuat kepercayaan ini kembali berkembang pesat. Menurut situs RiseEarth.com, Druids tidak perlu dipertanyakan, adalah cikal bakal sejarah dari okultisme. Sihir, satanisme, paganisme dan hampir semua aspek dari okultisme bersumber pada ajaran Druids.

Bangsa Celtic percaya bahwa pada malam sebelum tahun baru 1 November, batas antara dunia orang hidup dan yang mati menjadi kabur. Pada tanggal 31 Oktober malam, mereka merayakan “Samhain”, saat itu diyakini bahwa hantu orang mati kembali ke bumi. Selain menyebabkan masalah dan merusak hasil pertanian, orang Celtic beranggapan bahwa kehadiran “roh-roh dunia lain” ini, membuat para Druid, yaitu imam-imam bangsa Celtic, lebih mudah dalam membuat ramalan tentang masa depan. Untuk orang-orang yang sepenuhnya tergantung pada alam yang tidak menentu, ramalan-ramalan ini adalah sumber penting untuk mencari kenyamanan dan keselamatan selama musim dingin yang panjang dan gelap.

Untuk memperingati acara tersebut, para imam Druids membuat api unggun suci yang besar, dimana orang berkumpul untuk membakar hasil panen dan hewan sebagai kurban kepada para arwah. Selama perayaan, bangsa Celtic mengenakan kostum, biasanya terdiri dari kepala dan kulit binatang. Kemudian mereka berusaha untuk memberitahu peruntungan masing-masing. Ketika perayaan usai, mereka kembali menyalakan tungku api mereka, mereka yang telah padam sebelumnya malam itu, dari api unggun suci untuk membantu melindungi mereka selama musim dingin mendatang.


Ritual Paganisme

BERCAMPUR TRADISI ROMAWI “FERALIA” dan “POMONA”

Pada Tahun 43 Masehi, Kekaisaran Romawi telah menaklukkan sebagian besar wilayah bangsa Celtic. Dalam perjalanan selama empat ratus tahun mereka menguasai tanah Celtic, dua festival asal Romawi digabungkan dengan perayaan tradisional Celtic “Samhain”. Yang pertama adalah “Feralia”, suatu ritual tengah malam oleh orang Roma membawa biji-bijian dan sedikit garam, roti yang direndam dalam anggur, ke kuburan orang-orang mereka yang telah mati. Yang kedua adalah hari untuk menghormati “Pomona”, dewi buah dan pohon. Lambang “Pomona” adalah apel dan menggabungan perayaan ini dengan “Samhain” yang mungkin menjelaskan tradisi “apple boobing” (menunduk untuk menangkap apel di atas ember yang penuh air), yang sering dipraktekkan sebagai permainan pada tradisi Halloween saat ini.

Pada, Tahun 609 AD, Paus Bonifasius IV mendedikasikan tanggal 13 Mei sebagai hari untuk menghormati semua martir Kristen, dan hari itu dijadikan festival Katholik “Hari Semua Martir” oleh gereja Roma. Paus Gregorius III (731-741) kemudian memperluas festival itu untuk memasukkan peringatan semua orang kudus beserta semua martir, dan memindahkan perayaan dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November, tepat pada tanggal perayaan kuno “Samhain” dari bangsa Celtic. Bahkan memasuki abad ke Sebelas, gereja Roma akhirnya menetapkan Tanggal 2 November sebagai “Hari Semua Arwah” (All Souls Day), hari untuk menghormati semua arwah orang mati. Hari Semua Arwah (All Souls Day) dirayakan sama dengan ritual “Samhain”, dengan api unggun besar, parade, dan berdandan kostum sebagai orang-orang kudus, malaikat dan setan.

Perayaan All Saints Day juga disebut “All-hallows” atau “All-hallowmas” (dari bahasa Inggris Pertengahan “Alholowmesse” yang berarti Hari Para Orang Suci). Dan malam sebelumnya, yang merupakan malam “Samhain” yang dirayakan dalam agama Celtic, mulai disebut “All-hallows Evening” dan kemudian disingkat “Hallows-en” atau lebih terkenal sebagai “Halloween”.

HALLOWEEN MASUK KE BENUA AMERIKA

Pada paruh kedua abad kesembilan belas, Amerika dibanjiri imigran baru. Jutaan orang Irlandia yang melarikan diri karena kelaparan Irlandia tahun 1846. Merekalah yang membantu mempopulerkan perayaan Halloween di Amerika. Mengambil dari tradisi Irlandia dan Inggris, orang Amerika mulai mengenakan kostum-kostum dan pergi rumah ke rumah untuk meminta makanan atau uang, sebuah praktek yang akhirnya menjadi tradisi “trik-dan-treat” hari ini. Sebuah tradisi Amerika yang baru lahir, dan terus tumbuh. Hari ini, Amerika Serikat menghabiskan sekitar $ 6 miliar per tahun setiap Halloween. Haloween menjadi liburan kedua terbesar secara komersial di negara itu.

Tetapi perayaan Halloween sangat jarang di Amerika bagian Utara, khususnya di wilayah New England, karena sistem “kepercayaan kaku” kaum Protestan di sana menolak merayakan Halloween. Halloween jauh lebih umum di Maryland dan koloni selatan. Orang-orang Protestan juga tidak merayakan Hari Para Orang Suci dan Hari Semua Arwah (All Souls Day) yang dirayakan oleh Gereja Roma. Berabad-abad bapa-bapa Protestan melarang orang percaya merayakan hari orang mati “Halloween”. Belakangan (2009) Vatican mengecam perayaan Halloween sebagai “kafir” dan melecehkan Hari Raya “All Souls Day”.

Di Mexico perayaan Katolik “All Saints Day” dan “All Souls Day” bercampur dengan budaya Astec dan Maya menciptakan perayaan “Day of The Dead” khas Mexico yang disebut “Dia de Los Muertos” juga dirayakan pada tiap tanggal 1 dan 2 November. Orang-orang mexico merias wajah mereka menjadi tengkorak-tengkorak hidup, membangun altar di kuburan dan menyajikan makanan di atasnya.(sumber: http://www.overstock.com/guides/how-to-plan-a-dia-de-los-muertos-celebration)


Perayaan “Dia de Los Muertos” Hari Orang Mati khas Mexico dirayakan tiap Tanggal 1-2 November

TRADISI HALLOWEEN BERTENTANGAN DENGAN IMAN KRISTEN

1. MENJADI SAMA DENGAN ROH-ROH GENTAYANGAN

Tradisi berpakaian kostum hantu dan setan-setan pada waktu Halloween, memiliki akar tradisi Eropa maupun Celtic. Ratusan tahun yang lalu, musim dingin adalah waktu yang tidak pasti dan menakutkan. Persediaan makanan sering menjadi terbatas dan bagi banyak orang yang takut akan gelap, siang hari yang singkat di musim dingin penuh hal yang mengkhawatirkan.

Pada malam Halloween, mereka meyakini bahwa roh orang mati dan hantu-hantu datang kembali ke dunia mereka. Orang-orang berpikir bahwa mereka akan menghadapi hantu jika mereka meninggalkan rumah mereka, maka untuk menghindari diakui oleh hantu, orang-orang akan mengenakan topeng/masker, ketika mereka meninggalkan rumah mereka setelah gelap, sehingga para hantu akan menganggap mereka adalah sesama hantu dan roh-roh gentayangan. Pada malam Halloween, untuk menjaga rumah mereka dimasuki hantu, orang akan menempatkan mangkuk makanan di luar rumah, maksudnya untuk menenangkan hantu dan mencegah mereka mencoba masuk ke dalam.

Tradisi ini tidak pantas diikuti oleh orang percaya. Pertama, kita tidak perlu takut menghadapi berbagai rintangan dan badai dalam hidup ini, Tuhan Yesus berjanji Ia akan selalu menyertai kita sampai kepada Akhir zaman. Jadi kita tidak seperti orang-orang yang tidak berpengharapan, sehingga harus selalu memperingati datangnya kegelapan setiap tahunnya.

Kedua, kita tidak perlu takut dan percaya bahwa pada malam Halloween setan bisa seenaknya menyatroni hidup kita dan rumah-rumah kita. Kita tidak perlu ‘tunduk’ kepada setan-setan dan memberi sesaji di depan rumah kita untuk roh-roh apapun dari dunia ini. Karena Roh yang di dalam kita lebih besar dari segala roh-roh dunia ini.

Yang ketiga, masakan kita anak-anak Tuhan berdandan layaknya seperti hantu dan menjadi serupa dengan setan-setan ? Apakah hubungannya Kristus dan setan-setan ? Kita tidak layak memakai topeng-topeng setan dan para hantu gentayangan.

2. MENANAMKAN NILAI-NILAI BURUK

Tradisi Halloween Amerika yang disebut “trik-dan-treat” mengajari anak-anak untuk memeras atau meminta sesuatu dengan ancaman. Tradisi ini berasal dari kebiasaan dari tradisi malam “Samhein” dimana orang-orang sengaja meninggalkan makanan di depan pintu rumah mereka, agar roh-roh gentayangan tidak mengusik rumah mereka.

Selama perayaan Halloween di Amerika, anak-anak dengan mengenakan kostum hantu atau setan, berkeliling menyatroni rumah-rumah tetangga untuk memunguti makanan atau kue-kue di depan pintu rumah. Bila ada tetangga yang tidak menyediakan “sesaji” di depan pintu mereka, maka anak-anak itu akan merasa “berhak” untuk mengganggu rumah itu. Anak-anak akan melempari pintu atau jendela rumah itu dengan sampah atau apa saja. Pagar dan pintu rumah yang dirusak, halaman atau taman yang diacak-acak adalah hal wajar karena malam Halloween. Berbagai gangguan dan perlakuan tidak baik akan dianggap lumrah oleh masyarakat karena Halloween. Setiap tahun pada waktu Halloween, banyak orang tua tanpa menyadari telah membiarkan nilai-nilai negatif meresap kepada anak-anak mereka.


Anak-anak didandani kostum setan-setan pada acara Halloween untuk menjadi teman dari setan-setan ?

Di Indonesia beberapa pusat perbelanjaan ikut-ikutan merayaan Halloween dengan mengadakan kontes kostum Halloween. Dan yang mengenaskan pesertanya bukan orang tua, tetapi kebanyakan anak-anak yang didandani oleh orang tua mereka, dengan kostum setan-setan mulai setan dari ala film horor barat sampai hantu gentayangan ala film horor Indonesia. Ada anak perempuan yang didandani dengan kostum hantu kepala buntung. Hantu yang diperankan menenteng kepala, lengkap dengan hiasan noda darah di leher yang buntung. Sungguh miris, apa orang tua tidak mengerti, bahwa hal itu berarti mengenalkan “sadisme” ke dalam hidup anak-anak ?

MURKA TUHAN ATAS PERSATUAN YANG TIDAK KUDUS

Kita belum membicarakan semua akibat buruk yang ditimbulkan dari tradisi perayaan Halloween. Namun beberapa penjabaran di atas seharusnya menyadarkan kita (orang percaya), untuk tidak turut mengambil bagian dalam adat istiadat yang berkaitan dengan penghormatan kepada arwah-arwah orang mati.

Dalam kitab Bilangan pasal 25 dikisahkan suatu tulah yang membunuh ribuan orang Israel. Ketika orang Israel bergabung dengan penyembah BaalPeor. Yaitu orang-orang Moab penyembah dewa-dewa dan arwah orang mati. Tuhan murka dan menimpakan tulah kepada orang Israel karena bergaul dengan orang-orang yang menyajikan persembahan kepada arwah orang mati.

“Mereka berpaut pada Baal Peor, dan memakan korban-korban persembahan bagi orang mati. Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka, maka timbullah tulah di antara mereka.” – Mazmur 106:28-29

Tuhan sangat serius dengan kesucian kita, karena kita adalah umat kepunyaan-Nya. Karena TUHAN itu kudus, maka kita seharusnya juga hidup secara kudus. Dalam kitab Imamat diperingatkan setiap orang yang dirasuki arwah orang mati atau roh lain seperti roh peramal, adalah najis dan harus dihukum mati. Apakah kita pantas untuk bermain-main dalam ritual penghormatan untuk arwah orang mati dan roh setan ?

“Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” – Imamat 20:27

Kita adalah milik Kristus, Gereja Tuhan adalah komunitas yang memang dipisahkan. Ini bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang lain dari dunia ini, tetapi jangan kita turut dalam perbuatan-perbuatan mereka yang cemar. Kita harus bisa membedakan, antara menghargai mereka sebagai sesama dan menolak perbuatan-perbuatan mereka. Kita harus berani menolak untuk tidak turut serta dalam perbuatan-perbuatan orang lain yang cemar, baik secara moral maupun spiritual.

JANGAN MAIN-MAIN DENGAN HAL-HAL YANG SPIRITUAL

Mungkin ada orang yang menyanggah bahwa keikut-sertaan mereka dalam pesta Halloween hanya untuk senang-senang, tidak bersungguh-sungguh untuk bersekutu dengan roh-roh jahat. Perhatikan Firman Tuhan katakan bahwa mereka akan menjadi sama dengan apa yang mereka senangi, mereka akan menjadi serupa dengan yang mereka cintai.

“Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.” – Hosea 9:10b

Beberapa tahun lampau di Indonesia, khususnya di Jawa, banyak ramai soal praktek memanggil arwah orang mati melalui boneka Jailangkung. Awalnya mereka juga hanya main-main, tetapi akhirnya mereka terseret dalam urusan roh-roh jahat. Anda mungkin main-main, tetapi Halloween bukan main-main, dan roh-roh jahat tidak pernah main-main dengan Anda. Iblis selalu mencari cara untuk menjerat siapapun untuk dijadikan mangsanya.

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8

sumber: http://houseofrevelation.com/?p=770

=============================

My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.

Here's a list of my blogs:

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

thank you

Lord Jesus bless you

Amen

Saturday, February 23, 2013

Kesaksian Rahib Budha bertemu Yesus

Kesaksian yang luar biasa dari seorang Rahib Budha di Myanmar
yang bertemu dengan Yesus.

Tahun - tahun awalku



Pada umur 13 tahun saya keluar sekolah dan mulai bekerja di perahu nelayan. Kami menangkap ikan juga udang di beberapa sungai besar dan kecil di daerah Irrawaddy. Pada umur 16 saya jadi pemimpin perahu.
Saat itu saya tinggal di utara pulau Mainmahlagyon (Mainmahlagyon artinya pulau wanita cantik), di bagian utara Bogale dimana saya dilahirkan. Tempat ini kira kira 100 mil barat daya Yangoon (Rangoon) ibu kota negara kami.Suatu hari waktu saya berumur 17 tahun, kami menangkap banyak sekali ikan dalam jala kami. Saking banyaknya ikan yang kami tangkap, seekor buaya besar tertarik perhatiannya. Buaya itu mengikuti perahu kami dan mencoba menyerang kami. Kami jadi ketakutan sehingga dengan panik kami mendayung perahu kami menuju tepian sungai secepatnya. Buaya itu mengikuti kami dan menyerang perahu kami dengan ekornya.Walaupun tidak ada yang mati dalam kejadian ini, serangan itu mempengaruhi kehidupan saya. Saya tidak mau lagi menangkap ikan. Perahu kecil kami tenggelam kena serangan buaya itu. Malam itu kami pulang ke kampung naik perahu tumpangan. Tak lama sesudah itu, bos ayah saya memindahkan ayah saya ke kota Yangoon (sebelum disebut Rangoon).Pada umur 18 saya dikirim kesebuah biara menjadi Rahib muda. Kebanyakan orang tua di Myanmar berusaha mengirimkan anak laki-laki mereka ke biara Budha, setidaknya satu kali, karena merupakan suatu kehormatan mempunyai anak laki-laki melayani dengan cara ini. Kami telah mengikuti adat ini ratusan tahun.



Seorang murid yang bersemangat



Pada saat saya mencapai umur 19 tahun 3 bulan (tahun 1977) saya jadi Rahib. Rahib atasan saya di biara itu memberi saya sebuah nama Budha baru yang sudah menjadi adat/kebiasaan di negara saya. Saya dipanggil U Nata Pannita Ashinthuriya. Pada waktu kami menjadi Rahib kami tidak lagi menggunakan nama yang diberikan orang tua pada waktu lahir. Biara tempat saya tinggal disebut Mandlay Kyaikasan Kyaing . Nama Rahib kepala ialah U Zadila Kyar Ni Kan Sayadaw (U Zadila adalah gelar). Dia Rahib yang sangat terkenal di seluruh Myanmar pada waktu itu. Setiap orang tahu siapa dia.
Dia sangat dihargai oleh orang-orang dan disegani sebagai guru besar. Saya katakan dulu karena pada tahun 1983 dia tiba-tiba mati dalam kecelakaan mobil yang fatal. Kematiannya mengejutkan semua orang. Saat itu saya sudah 6 tahun jadi Rahib. Saya berusaha jadi Rahib terbaik dan mengikuti semua ajaran Budha. Pada suatu tingkat tertentu saya pindah ke sebuah kuburan yang kemudian saya tinggali dan bermeditasi secara kontinyu. Beberapa Rahib yang sungguh-sungguh mengikuti kebenaran Budha melakukan hal yang saya lakukan ini. Beberapa bahkan pindah ke hutan dimana mereka hidup menyangkal diri dan miskin. Saya cari penyangkalan diri, fikiran dan keinginan, untuk menghindari penyakit dan penderitaan dan membebaskan diri dari kehidupan duniawi.
Di kuburan saya tidak takut setan, saya berusaha untuk mencapai kadamaian batin dan sadar diri sampai sampai bila ada nyamuk hinggap ditangan saya membiarkannya menggigit tangan saya dari pada mengusirnya.Bertahun-tahun saya berusaha untuk jadi Rahib terbaik dan tidak menyakiti mahluk hidup. Saya belajar pelajaran Budha suci ini seperti semua nenek moyang kami lakukan sebelum saya. Kehidupan saya sebagai Rahib berjalan terus sampai suatu waktu saya menderita sakit keras. Saya ada di Mandalay waktu itu dan harus dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Dokter melakukan beberapa pengecekan pada saya dan memberitahu saya bahwa saya terjangkit penyakit kuning dan malaria bersamaan. Sesudah sebulan di rumah sakit saya malah makin gawat. Dokter memberi tahu saya bahwa tak ada harapan sembuh untuk saya dan mengeluarkan saya dari rumah sakit untuk mempersiapkan kematian.
Inilah penjelasan singkat masa lalu saya. Sekarang saya ingin menceritakan beberapa hal luar biasa yang terjadi pada diri saya sesudahnya.



Penglihatan Yang Mengubah Hidup Saya Selamanya



Sesudah saya dikeluarkan dari rumah sakit saya kembali ke tempat di mana para Rahib yang lain mengurus saya.
Saya makin hari makin lemah dan makin susut karena badan busuk dan bau kematian, dan akhrinya jantung saya berhenti berdenyut. Tubuh saya dipersiapkan untuk kremasi dan melalui tata cara pemurnian agama Budha.Walaupun tubuh saya mati tapi saya ingat dan sadar dalam fikiran dan roh saya. Saya ada dalam badai besar. Angin kencang meniup seluruh daratan sampai tidak ada pohon atau apapun yang berdiri, semua rata, saya berjalan sangat cepat di jalan rata itu untuk beberapa lama. Tak ada orang lain, hanya saya sendiri, kemudian saya menyeberang sebuah sungai. Di seberang sungai itu saya melihat danau api yang sangat sangat besar. Dalam agama Budha kami tidak ada gambaran tempat seperti ini. Pada mulanya saya bingung dan tak tahu bahwa itu adalah neraka sampai saya lihat Yama, raja neraka (Yama adalah nama untuk raja neraka dalam kebudayaan Asia) mukanya seperti singa, badannya seperti singa , tetapi kakinya seperti seekor naga (roh naga). Dia mempunyai beberapa tanduk di kepalanya. Wajahnya sangat mengerikan dan saya sangat ketakutan. Dengan gemetar, saya tanya namanya.
Dia jawab " Saya adalah raja neraka, si Perusak!"

Danau Api Yang Sangat Mengerikan


Raja neraka memberi tahu saya untuk melihat ke danau api itu. Saya memandang dan melihat jubah warna kunyit yang biasa dipakai rahib Budha di Myanmar. Saya memandang dan melihat kepala gundul seorang laki-laki.
Waktu saya lihat wajah orang itu saya mengenalinya sebagai U Zadila Kyar Ni Kan Sayadaw (rahib terkenal yang mati kecelakaan mobil tahun 1983). Saya tanya raja neraka mengapa pemimpin saya, diikat dalam danau penyiksaan ini.
Saya tanya " Mengapa dia ada dalam danau api ini? Dia seorang guru yang baik. "Dia bahkan mempunyai kaset pengajaran yang berjudul 'Apakah anda manusia atau anjing?'
Yang sudah membantu ribuan orang mengerti bahwa sebagai manusia sangat berharga jauh dibandingkan binatang.
Raja neraka itu menjawab, "Betul, dia seorang guru yang baik, tetapi dia tidak percaya pada Yesus Kristus... Itulah sebabnya dia ada di neraka. "
Saya diberi tahu untuk melihat orang lain yang ada di dalam api itu. Saya lihat seorang laki-laki dengan rambut panjang dililitkan dibagian kiri kepalanya. Dia juga mengenakan jubah.
Saya tanya raja neraka "Siapa orang itu?"
Dia menjawab, " Inilah yang kau sembah, Gautama(Budha)".
Saya sangat terganggu melihat Gautama di neraka.
Saya protes, " Gautama orang baik, mempunyai karakter moral yang baik, mengapa dia menderita di dalam danau api ini?"
Raja neraka menjawab saya "Tak peduli bagaimana baiknya dia. Ia ada di tempat ini karena dia tidak percaya pada Allah yang kekal"
Saya kemudian melihat seorang yang lain yang tampaknya memakai seragam tentara. Dia terluka di dada-nya.
Saya tanya " Siapa dia?"
Raja neraka berkata "Ini Aung San, pemimpin revolusi Myanmar ".
Saya kemudian diberi tahu, "Aung San di sini karena dia menyiksa dan membunuh orang-orang Kristen, tapi terutama karena dia tidak percaya Yesus Kristus."
Di Myanmar ada pepatah, "Tentara tak pernah mati, hidup terus."
Saya diberitahu bahwa tentara neraka mempunyai pepatah "Tentara tak pernah mati, tapi ke neraka selamanya.."

Saya amati dan melihat orang lain didanau api itu. Dia orang yang sangat tinggi dan memakai baju baja militer. Dia juga menyandang pedang dan perisai. Orang ini terluka di dahinya. Orang ini lebih tinggi dari siapapun yang pernah saya lihat. Dia enam kali panjang jarak siku sampai ujung jarinya waktu dia luruskan kedua lengannya , ditambah satu jengkal waktu dia rentangkan tangannya. Raja neraka itu berkata orang ini namanya Goliath. Dia di neraka karena dia menghina Allah yang kekal dan hambanya Daud. Saya bingung karena saya tidak tahu siapa itu Goliath dan Daud.
Raja neraka berkata, "Goliath tercatat di Alkitab orang Kristen.. Kamu tidak tahu dia sekarang, tapi kalau kamu jadi Kristen, kamu akan tahu siapa dia. "

Saya dibawa ke sebuah tempat di mana saya lihat orang kaya dan miskin menyiapkan makan malam mereka.
Saya tanya " Siapa yang memasak makanan untuk orang-orang itu?"
Raja itu menjawab "Yang miskin harus menyiapkan makanan mereka, tapi yang kaya menyuruh yang lain untuk memasak untuk mereka."Ketika makanan sudah tersedia untuk yang kaya, mereka duduk untuk makan. Segera setelah mereka mulai makan asap tebal keluar. Yang kaya makan secepat sebisa mereka agar mereka tidak pingsan. Mereka berusaha keras untuk dapat bernafas karena asap itu. Mereka harus makan cepat-cepat karena mereka takut kehilangan uang mereka. Uang mereka adalah tuhan mereka.Seorang raja yang lain kemudian datang pada saya. Saya juga melihat satu mahluk yang kerjanya menjaga api di bawah danau api agar tetap panas.Mahluk ini bertanya pada saya "Apa kamu juga akan masuk ke danau api ini? " Saya jawab, " Tidak! saya di sini untuk hanya mengamati!"Bentuk mahluk yang menjaga api itu sangat menakutkan. Dia punya 10 tanduk dikepalanya dan sebatang tombak di tangannya yang pada ujungnya ada 7 pisau tajam.
Mahluk ini berkata "Kamu betul, kamu datang ke sini hanya untuk mengamati. Saya tak temukan namamu disini".
Katanya "Kamu harus kembali dari mana kamu datang tadi"
Dia menunjukan arah pada saya tempat terpencil rata yang saya lewati sebelumnya waktu datang ke danau api ini.



Keputusan Untuk Memilih Jalan


Saya jalan cukup lama, sampai saya berdarah. Saya sangat kepanasan dan kesakitan. Akhirnya setelah berjalan sekitar 3 jam saya sampai di sebuah jalan yang lebar. Saya berjalan sepanjang jalan ini beberapa lama sampai menemukan persimpangan. Satu jalan arah kiri, lebar. Jalan yang lebih kecil menuju ke sebelah kanan. Ada tanda disimpang itu yang berbunyi jalan kiri untuk mereka yang tidak percaya pada Tuhan Yesus Kristus, jalan yang lebih kecil menuju ke kanan untuk yang percaya Yesus.Saya tertarik melihat ke mana tujuan jalan yang lebih besar itu, jadi saya mulai melaluinya. Ada 2 orang berjalan kira-kira 300 yard di depan saya. Saya coba mengejar mereka agar dapat jalan bersama, tetapi sekerasnya saya coba tak dapat mengejar mereka, jadi saya putar balik dan kembali ke simpang jalan tadi.Saya terus perhatikan kedua orang yang berjalan tadi. Waktu mereka mencapai ujung jalan tiba-tiba mereka ditikam. Kedua orang itu berteriak sangat kesakitan.
Saya juga menjerit keras waktu melihat apa yang terjadi pada mereka Saya sadar akhir dari jalan yang lebih lebar sangat berbahaya untuk mereka yang menjalaninya.



Melihat Surga


Saya mulai melangkah ke jalan Orang Percaya. Sesudah berjalan sekitar 1 jam, permukaan jalan berubah jadi emas murni. Sungguh murni sampai-sampai waktu saya lihat kebawah saya dapat melihat bayangan saya dengan sempurna.Kemudian saya lihat seseorang berdiri di depan saya. Dia memakai jubah putih. Saya juga mendengar nyanyian merdu.Oh, alangkah indah dan murninya!Sangat jauh lebih baik dan berarti dibandingkan penyembahan yang kita dengar di gereja manapun di dunia. Orang berjubah tersebut meminta saya berjalan bersamanya.
Saya bertanya padanya, "Siapakah namamu?" tetapi dia tidak menjawabnya.Baru sesudah saya tanya dia 6 kali orang itu menjawab, "Saya yang memegang kunci ke surga. Surga tempat yang sangat sangat indah. Kamu tak dapat pergi ke sana sekarang tetapi kalau kamu mengikuti Yesus Kristus kamu dapat pergi ke sana sesudah hidupmu selesai di bumi".

Orang itu bernama Petrus. Petrus kemudian meminta saya untuk duduk dan menunjukkan pada saya sebuah tempat di sebelah utara. Petrus berkata, "Lihat ke utara dan lihatlah Allah menciptakan manusia".
Saya melihat Allah kekal di kejauhan. Allah berkata pada seorang malaikat, "Mari kita ciptakan manusia."
Malaikat itu memohon pada Allah dan berkata, " Jangan menciptakan manusia. Dia akan berbuat dosa dan mendukakan Engkau." (dalam bahasa asli Burma berarti: "Dia akan mempermalukan Engkau")
Tetapi Allah tetap menciptakan manusia. Allah meniupkan nafasNya dan manusia itu hidup. Dia memberi nama orang itu "Adam". (catatan: agama Budha tidak percaya penciptaan dunia atau manusia sehingga pengalaman ini sangat besar pengaruhnya pada rahib itu).



Dikembalikan Dengan Nama Baru


Kemudian Petrus berkata, "Sekarang bangunlah dan kembalilah melalui jalan di mana engkau datang. Katakan pada orang-orang yang menyembah Budha dan menyembah berhala. Beri tahu mereka bahwa mereka akan pergi ke neraka bila mereka tidak berubah. Mereka yang membangun kuil/kelenteng dan berhala juga akan ke neraka. Mereka yang yang memberikan persembahan pada para rahib untuk mendapatkan jasa untuk mereka sendiri juga akan ke neraka. Mereka yang menyembah rahib dan memanggil mereka "Pra" (gelar kehormatan bagi rahib) akan ke neraka. Mereka yang menyanyi dan memberikan hidupnya untuk berhala akan ke neraka. Mereka yang tidak percaya Yesus Kristus akan ke neraka."

Petrus memberi tahu saya untuk kembali ke bumi dan bersaksi tentang semua apa yang telah saya lihat. Dia juga berkata, " Kamu harus bicara dengan nama yang baru. Sejak saat ini kamu harus dipanggil Athet Pyan Shinthaw Paulu (Paulus yang kembali hidup)."
Saya tidak mau kembali. Saya ingin tinggal di surga. Seorang kemudian malaikat membuka sebuah buku. Pertama-tama mereka mencari nama masa kecilku (Thitpin) dalam buku, tapi mereka tak menemukannya. Kemudian mereka mencari nama yang diberikan pada saya waktu masuk agama Budha (U Nata Pannita Ashinthuriya) , tapi juga tidak tertulis disitu.
Kemudian Petrus berkata, "Namamu tidak tertulis di sini, kamu harus kembali dan bersaksi tentang Yesus pada orang-orang yang beragama Budha. " Saya berjalan kembali melalui jalan emas. Saya dengar lagi nyanyian yang merdu, yang tak pernah saya dengar sebelumnya. Petrus berjalan dengan saya sampai saatnya saya kembali ke bumi. Dia menunjukkan pada saya tangga untuk kembali ke bumi antara surga dan langit. Tangga itu tidak sampai ke bumi, tetapi berhenti di udara.Pada saat di tangga saya lihat banyak sekali malaikat, ada yang naik ke surga dan ada yang turun ke tangga. Mereka sangat sibuk. Saya tanya Petrus, " Siapakah mereka?".
Petrus menjawab, "Mereka pesuruh Tuhan. Mereka melaporkan ke surga nama-nama mereka yang percaya Yesus Kristus dan nama-nama mereka yang tidak percaya. "
Petrus kemudian memberi tahu saya, sudah waktunya untuk kembali.



Hantu!



Tiba-tiba saya mendengar sebuah tangisan. Saya dengar ibu saya sedang menangis, " Anakku, mengapa engkau meninggalkan kami sekarang?"
Saya juga mendengar orang-orang lain menangis. Saya kemudian sadar saya sedang terbujur dalam sebuah peti. Saya mulai bergerak.Ibu dan ayahku berteriak, "Dia hidup, dia hidup!"
Orang lain yang agak jauh tidak percaya. Kemudian saya taruh tangan saya di kedua sisi peti itu dan duduk tegak. Banyak orang ketakutan. Mereka menjerit, "Hantu!" dan berlari secepat kaki mereka membawanya.
Mereka yang tertinggal, diam dan bergemetaran.Saya merasakan saya sedang duduk dalam cairan yang tak sedap baunya, cairan tubuh, cukup banyak untuk dapat mengisi 3,5 gelas. Itu adalah cairan yang keluar dari perut dan bagian dalam tubuhku ketika tubuhku terbujur di dalam peti mati. Inilah sebabnya orang tahu bahwa saya sudah betul-betul mati. Di dalam peti mati ini ada semacam lembaran plastik yang ditempelkan pada kayu peti. Lembaran plastik ini untuk menampung cairan yang keluar dari mayat, karena tubuh orang meninggal banyak mengeluarkan cairan seperti yang saya alami.Saya diberi tahu kemudian bahwa hanya beberapa saat lagi saya dikremasi dalam api. Di Myanmar orang mati dimasukan kedalam peti mati, tutupnya kemudian dipaku, dan kemudian dibakar. Ketika saya kembali hidup, ibu dan ayahku sedang melihat tubuhku untuk terakhir kalinya. Sesaat lagi tutup peti akan segera dipaku dan saya akan dikremasikan. Saya segera mulai menjelaskan hal-hal yang saya lihat dan dengar. Orang-orang merasa heran.Saya ceritakan orang-orang yang saya lihat di dalam danau api itu, dan memberi tahu hanya orang Kristen yang tahu kebenaran, bahwa nenek moyang kita dan kita sudah tertipu ribuan tahun! Saya beri tahu mereka segala sesuatu yang kita percayai adalah kebohongan.Orang-orang merasa heran sebab mereka tahu rahib macam apa saya dan bagaimana bersemangatnya saya dalam pengajaran Budha. Di Myanmar ketika seseorang meninggal, namanya dan umurnya ditulis disamping peti mati. Ketika seorang rahib meninggal, namanya, umurnya dan masa pelayanannya sebagai rahib dituliskan di samping peti mati. Saya sudah ditulis mati tetapi seperti yang anda lihat, sekarang saya hidup!



Penutup



Sejak "Paul yang kembali hidup" mengalami kisah di atas dia tetap menjadi saksi yang setia kepada Yesus Kristus. Para Gembala di Burma mengabarkan bahwa dia sudah membawa ratusan rahib lain untuk beriman kepada Yesus.Kesaksiannya jelas sekali tak berkompromi. Oleh sebab itu, pesan dia telah menyakitkan banyak orang yang tidak dapat menerima hanya ada satu jalan ke surga, Yesus Kristus.Walaupun menghadapi penolakan yang sangat besar, pengalamannya sungguh nyata sehingga ia tak pernah ragu maupun bimbang. Setelah sekian tahun dalam lingkungan biara Budha, sebagai pengikut ajaran Budha yang setia, beralih menyatakan Injil Kristus sesudah kebangkitannya dari mati dan mendesak rahib yang lain untuk meninggalkan semua dewa-dewa palsu dan menjadi pengikut Yesus dengan sepenuh hati. Sebelum sakit dan matinya dia tidak punya pengetahuan sedikitpun tentang ke-Kristenan. Semua yang dia dapatkan selama 3 hari dalam kematian adalah baru dalam fikirannya.. Dalam mengabarkan pesannya sebanyak mungkin pada orang-orang.Lazarus modern ini mulai membagikan audio dan video kaset mengenai kisahnya. Polisi serta pihak berwenang di Myanmar sudah berusaha sekuatnya untuk mengumpulkan kaset-kaset ini dan memusnahkannya.Kesaksian yang baru saja Anda baca adalah salah satu terjemahan dari kaset itu. Kami diberi tahu bahwa sekarang sangat berbahaya bagi warga Myanmar untuk memiliki kaset ini. Kesaksiannya yang tak kenal takut telah membuatnya dipenjara, di mana yang berwenang telah gagal menawarkan dia untuk bungkam. Sesudah dilepaskan dia terus bersaksi tentang apa yang dia lihat dan dengar.Keberadaannya sekarang tidak jelas. Seorang nara sumber di Burma mengatakan bahwa dia di penjara dan bahkan mungkin sudah dibunuh, sumber lain mengabarkan bahwa dia sudah dilepaskan dari penjara dan sedang meneruskan pelayanannya..


Nara Sumber:



Athet Pyan Shinthaw Paulu. Saya dari negara Myanmar. Saya ingin berbagi dengan anda kesaksian saya ini tentang apa yang terjadi pada saya, tetapi sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit latar belakang saya sejak saya kecil. Saya dilahirkan tahun 1958 di kota Bogale, di daerah delta Irrawaddy Myanmar selatan (dahulu Burma). Orang tua saya penganut agama Budha yang beriman (taat) seperti kebanyakan orang di Myanmar , memanggil saya si Thitphin (yang artinya pohon).Kehidupan di mana saya bertumbuh sangat sederhana.



Sumber:

http://malaysiaforjesus.com/

-Selesai


Dari Redaksi:


Apakah anda belum yakin akan keselamatan hidup Anda?

Yesus Kristus mengasihi saudara!

Bertobatlah dari dosa-dosa mu dan terimalah Yesus sebagai Juru Selamat-mu.

Ucapkanlah doa berikut ini dengan sungguh-sungguh:



Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

sumber : http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=19&Itemid=44

============================


My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.

Here's a list of my blogs:

http://antikrismuhammad.blogspot.com
http://allahswtadalahiblis.blogspot.com
http://yesusadalahtuhan.blogspot.com
http://jesusiskingofkings.blogspot.com

So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :


Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

thank you

Lord Jesus bless you

Amen

Friday, February 8, 2013

Syarat Dipenuhi dengan Roh Kudus


Syarat Dipenuhi dengan Roh Kudus
21 May 2012 by James Alfyn Muaja Leave a Comment
Pandangan berdasarkan Alkitab tentang hidup yang dipenuhi Roh Kudus
Dengan apakah kita mengetahui bahwa Tuhan beserta dengan Gereja-Nya? Allah telah menurunkan Roh Kudus untuk menjadi tanda bahwa kita bukan anakpiatu di alam semesta. Tuhan berkata bahwa Roh Kudus akan turun dan diam dalam diri kita dan menyertai kita sampai selama-lamanya. Roh Kudus bukan untuk menjadi tamu yang disepelekan, tetapi Roh Kudus akan menjadi Tuan yang menguasai seluruh hidup kita.

Apakah sebenarnya makna istilah “kepenuhan Roh Kudus” itu?
Kepenuhan Roh Kudus sebenarnya adalah suatu kondisi di mana Oknum Roh Kudus mengambil peranan berdaulat untuk menguasai seluruh hidup manusia.
Roh Kudus bukan cairan. Roh Kudus bukan liquid. Kepenuhan Roh Kudus jangan dimengerti seperti mengisi air ke dalam gelas, makin lama makin penuh.
Roh Kudus adalah Oknum ketiga dalam Allah Tritunggal. Ia adalah Pemberi Hidup, yang melepaskan kita dari kuasa kematian dan kuasa dosa (Rm. 8:2). Roh Kudus adalah pemberi hidup, sumber hidup. Kalau Allah Bapa mempersiapkan hidup kekal; Tuhan Yesus Kristus menjanjikan serta memberikan hidup kekal melalui kematian-Nya; maka Roh Kudus memperanakkan orang dan memberikan hidup yang kekal secara konkrit kepada orang yang dilahirkan kembali.Dengan demikian kita melihat bahwa peranan Roh Kudus dalam diri manusia adalah untuk memenuhi kita.
Dengan apakah kita dapat mengerti bahwa kita dipenuhi Roh Kudus?
Pada waktu kita dipenuhi sukacita, kita tidak menganggap sukacita itu seperti cairan. Ketika kita katakan bahwa kita dipenuhi dengan semangat perjuangan, kita tidak menganggap bahwa semangat perjuangan itu seperti air. Begitu juga ketika kita mengatakan bahwa kita dipenuhi oleh Roh Kudus, maka itu berarti Allah berkuasa dalam seluruh hidup kita. Ia bertakhta dan berdaulat atas segala aspek hidup kita. Itulah artinya kepenuhan.
Pada waktu seseorang jatuh cinta maka kekasihnya akan selalu terbayang. Seluruh hidup, apa yang dipikir, dirasa, diinginkan tidak terlepas dari pribadi yang dicintai itu bagi dirinya. Demikian juga kalau kita benar-benar mencintai Tuhan dan bergabung dalam Kristus maka Roh Kudus memenuhi kita dengan kedaulatan-Nya yang penuh dan Ia berkuasa atas seluruh aspek kehidupan kita.Abraham Kuyper, seorang theolog yang pernah menjadi Perdana Menteri di Belanda, mengatakan bahwa dalam hidupnya tidak ada satu inci pun yang tidak dikuasai oleh Tuhan Yesus. Segala sesuatu dalam hidup kita adalah wilayah di mana Tuhan Yesus berkuasa secara sepenuhnya. Kristus menguasai kita dengan Roh-Nya yang kudus. Menguasai kita dengan inti Firman Tuhan. Roh Kudus menguasai seluruh hidup kita dengan kuasa dan keadilan-Nya. Siapakah orang yang dipenuhi Roh Kudus? Kita akan melihat prinsip Alkitab yang penting sekali.
1. Orang yang Selalu Ingin Mengerti Kebenaran Firman Tuhan Secara Menyeluruh
Roh Kudus diturunkan untuk memuliakan Kristus. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan dipenuhi oleh cinta kasih dan rindu untuk mengerti kebenaran. Ini bukan berarti bahwa semua orang yang dipenuhi Roh Kudus mengerti seluruh kebenaran. Kita masih perlu terus belajar. Tetapi keinginan untuk mau mengerti kebenaran Tuhan yang penuh itu menunjukkan bahwa kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh Kudus mengisi dan memberi pengertian selimpah mungkin untuk membawa kita kepada seluruh kelimpahan kebenaran.Keinginan untuk mau masuk dalam kebenaran Tuhan adalah pekerjaan Roh Kudus. Roh Allah adalah Roh Kebenaran dan karenanya sewaktu Roh Kudus bekerja maka Ia menarik orang untuk mampu mengerti Firman Tuhan. Roh Kudus memimpin kita masuk ke dalam Firman Tuhan. Roh Kudus sudah mewahyukan Alkitab, dan karena itu tidak mungkin Roh Kudus membawa kita melawan Alkitab. Sebaliknya justru Roh Kudus akan membawa kita mengenal Alkitab dengan pengertian sepenuhnya.
2. Orang yang Mempunyai Keinginan Untuk Hidup Suci
Inilah tanda yang kedua dari orang yang dipenuhi Roh Kudus. Tanda ini sama sekali tidak mungkin dipalsukan oleh setan. Yang bukan dari Allah pasti tidak sejati. Roh Kudus menyebabkan hidup kudus; yang tidak kudus pasti bukan dari Roh Kudus. Roh Allah adalah Roh yang suci, dan roh yang tidak suci bukan dari Allah. Kalau orang Kristen mempunyai pegangan prinsip yang ketat maka tidak akan mudah digoncangkan oleh apapun. Jikalau kita mempunyai prinsip Alkitab yang teguh, maka kita tidak akan mudah digoncangkan bahkan kita akan menggoncangkan dunia yang tidak beres. Begitu banyak orang berteriak-teriak tentang Roh Kudus atau memberikan teori yang muluk-muluk tentang Roh Kudus, tetapi apakah itu menunjukkan dipenuhi Roh Kudus? Kalau orang dipenuhi Roh Kudus tetapi makin lama makin najis, maka menunjukkan bahwa ia tidak dipenuhi Roh Kudus. Roh Kudus mengerjakan penyucian. Roh yang kudus menjadikan kita selain mempunyai status kudus juga mempunyai kondisi kudus.Di dalam theologi kita mengenal dua hal yaitu status yang kudus dan kondisi yang kudus. Kalau kita membaca dalam 1 Korintus kita melihat bahwa Paulus amat keras berbicara kepada orang Korintus yang kacau, yang tidak memperhatikan orang miskin, yang suka berselisih, yang ribut, tamak, egois, dan kacau balau meskipun mereka mempunyai karunia lidah. Bahkan ada orang yang berzinah dengan ibu tirinya sendiri! Paulus sangat marah kepada Gereja Korintus yang memiliki banyak karunia tetapi hidupnya tidak beres. Namun Paulus tetap memanggil mereka dengan sebutan “Kepada orang-orang kudus di Korintus.” Mengapa mereka disebut orang kudus? Karena statusnya sudah suci, tetapi kondisinya belum suci.Dalam hal ini kita melihat ketika Roh Kudus turun kepada seseorang maka bukan berarti bahwa pada saat itu langsung ia tidak lagi memiliki kenajisan apa-apa. Pada saat Roh Kudus masuk dalam diri seseorang, secara langsung orang itu memiliki status kudus. Dalam kedudukan baru orang itu sudah disebut sebagai orang kudus. Tetapi hidup sehari-harinya perlu disucikan terus menerus melalui Firman Tuhan. Setiap hari kita memerlukan penyucian terus-menerus.Kalimat “Bertobatlah kamu!” bukan saja ditujukan kepada orang yang bukan Kristen. Tetapi kalimat itu juga ditujukan kepada orang Kristen, kepada Gereja. Dalam kitab Wahyu dari 7 Gereja yang menerima surat, ada 4 Gereja yang diperintahkan untuk bertobat. Pertobatan untuk menerima Kristus hanya satu kali seumur hidup, namun pertobatan untuk kesucian hidup setiap hari dilakukan seumur hidup. Orang yang dipenuhi Roh Kudus mempunyai keinginan untuk mau hidup suci sesuai Firman Tuhan karena Roh Kudus memenuhi orang untuk membersihkan orang itu.

3. Orang yang Mengeluarkan Buah Roh Kudus
Karunia lidah bisa dipalsukan, tanda ajaib bisa dipalsukan. Tetapi buah Roh Kudus tidak bisa dipalsukan! Tuhan Yesus berkata, pada akhirnya nanti ada orang yang berteriak mengatakan mereka pernah mengusir setan demi nama-Nya. Tetapi Tuhan Yesus berkata bahwa Ia tak pernah mengenal mereka. Orang yang mengusir setan justru dikatakan tidak dikenal oleh Tuhan Yesus. Tetapi Alkitab berkata dari buahnya kita mengenal pohonnya. Kalau seorang berkata bahwa ia dipenuhi Roh Kudus tetapi tidak ada buah Roh yang nampak dari hidupnya, jangan percaya kepadanya. Orang yang dipenuhi Roh Kudus mempunyai kasih yang suci, mempunyai damai yang suci, mempunyai penguasaan diri yang suci, mempunyai kesabaran yang suci, tahan diri, setia, dan bagaimana hidup dengan damai, hidup dengan bisa dipercaya. Ini adalah buah Roh Kudus.
4. Orang yang Berani Mengabarkan Injil

Roh Kudus dikirim ke dalam dunia untuk memuliakan Kristus. Itulah sebabnya bukti seseorang yang dipenuhi Roh Kudus terlihat ketika ia memuliakan Kristus. Bukan menonjolkan diri, bukan mempermuliakan diri atau membual, tetapi betul-betul meninggikan Kristus; memuliakan Sang Anak yang pernah dipaku di atas salib. Dengan satu tindakan yang benar-benar memuliakan Kristus maka orang itu menunjukkan bahwa ia dipenuhi Roh Kudus.Tuhan Yesus berkata, “Aku akan pergi, dan Aku akan mengutus Roh Kudus kepadamu. Kalau Ia datang maka Ia akan mempermuliakan Aku.” Roh Kudus diberikan untuk memuliakan Kristus. Mengapa demikian? Karena Anak Allah pernah dipermalukan; diejek, ditantang, dijual, dipaku di atas salib secara tidak wajar, pernah dihina, pernah ditolak manusia. Itu sebabnya Roh Kudus tidak memperkenankan Kristus dipermainkan manusia. Inilah pekerjaan Roh Kudus. Di mana kita melihat orang yang mengabarkan Injil dengan benar dan ia meninggikan Kristus, itulah buktinya bahwa ia dipenuhi oleh Roh Kudus.Pada waktu hari Pentakosta Roh turun ke dalam dunia dan memenuhi para rasul. Rasul-rasul yang telah dipenuhi Roh Kudus itu bukan membanggakan diri, mengatakan diri mereka saja yang dipenuhi Roh Kudus, orang lain tidak ada. Mereka bukan membanggakan karunia dan menjadi sombong. Sama sekali tidak ada gejala itu! Alkitab mencatat setelah menerima Roh Kudus mereka malah berani bersaksi, dan mereka tidak akan hidup bagi diri, tetapi hidup bagi Kristus. Tadinya, sebelum Roh Kudus memenuhi mereka, mereka gentar, mereka takut, mereka lebih suka memelihara keamanan pribadi daripada memikirkan rencana Allah. Mereka lebih memikirkan apakah untungnya untuk diri sendiri daripada apa yang dituntut oleh Tuhan Pencipta. Tetapi waktu Roh Kudus turun, terjadi perubahan besar sekali. Petrus yang semula menyangkal Kristus, sekarang menjadi berdiri dan berkata, “Silakan putuskan sendiri, taat kepada manusia, atau taat kepada Kristus.” Maka imam besar dengan kekuasaan agama yang diperoleh dengan cara menyuap, sekarang terheran-heran. Mengapa orang Galilea yang tidak terlalu tinggi pendidikannya itu sekarang begitu berani bersaksi? Pasti mereka adalah pengikut Yesus.Tanda seorang Kristen adalah berani bersaksi dan berani mengabarkan Injil. Gereja begitu suam, dingin, dan tidak maju karena kita tidak membuka mulut untuk Tuhan. Kita lebih banyak bicara bagi untung rugi sendiri. Dalam perdagangan kita bisa berbicara berjam-jam, tetapi untuk berbicara tentang Kristus kita takut, takut menyinggung perasaan orang. Bicara tentang kerajaan Tuhan seolah kita tanpa emosi, tetapi berbicara tentang untung rugi diri sendiri kita jadi seperti gunung meletus. Tidak adanya kepenuhan Roh Kudus mengakibatkan kita tidak berani memberitakan Injil Yesus Kristus. Tetapi orang yang dipenuhi Roh Kudus maka orang ini pasti mati-matian dan tidak takut akan segala ancaman, kerugian, penderitaan yang mungkin dialami olehnya, justru ia mau memberitakan Kristus bagi orang lain. Inilah yang terjadi dalam Alkitab. Setelah Roh Kudus turun Gereja menjadi berani.Para pemimpin Gereja yang mengatakan, jangan menginjili orang lain, karena semua sudah memiliki agama sendiri, mereka tidak mempunyai prinsip seperti prinsip Alkitab. Orang yang tidak memberitakan Kristus sebagai Juruselamat, tetapi hanya memberitakan Kristus yang membagi-bagikan berkat, maka ia juga tidak memberitakan Kristus dengan benar. Memang seolah-olah Kristus dikabarkan, tetapi Kristus yang mana?Apakah yang disebut dengan mengabarkan Kristus yang lain? Salah satu contoh adalah orang yang memberitakan bahwa Kristus membagi-bagikan berkat, berdosa pun bukan persoalan. Mereka lebih menekankan cinta Tuhan, anugerah Tuhan, berkat Tuhan tetapi mereka tidak memberitakan keadilan Tuhan, kesucian Tuhan, dan penghakiman Tuhan. Mereka itu belum mengenal Kristus dengan seimbang. Ada juga orang yang memberitakan Kristus sebagai pengharapan bagi dunia, tetapi tanpa melewati salib, tanpa melewati kesengsaraan, tanpa darah Kristus yang mengampuni dosa. Theologi Liberal, theologi sosial, mereka tidak berani memberitakan tentang darah Kristus yang mengampuni dosa manusia, salib Kristus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada keselamatan kekal. Kebangkitan Kristus satu-satunya kuasa yang memberikan kehidupan baru. Jika bukan berita itu yang diberitakan, maka itu bukan berita Injil. Dalam satu pihak theolog Liberal memberitakan Yesus sebagai orang paling teladan, Yesus sebagai manusia yang sempurna, manusia yang paling bisa membawa manusia lain kembali berkenalan pada Tuhan. Di pihak lain orang yang hanya menekankan kemakmuran, kelimpahan dan kesuksesan dunia seolah-olah mengabarkan Kristus. Tetapi sesungguhnya Ketuhanan dan penebusan Kristus sudah tidak ada lagi. Pemberitaan semacam itu tidak dipenuhi Roh Kudus. Waktu Roh Kudus turun maka para murid dengan berani memberitakan tentang Kristus yang tersalib. Memberitakan Injil adalah tanda keempat.



5. Menjadikan Kristus Sebagai Pusat Hidupnya Mereka
begitu berani meninggikan dan memuliakan Kristus, bukan meninggikan diri sendiri. Berani mengabarkan Injil, maka menunjukkan bahwa Kristus adalah pusat. Seseorang yang sudah mengenal Kristus memusatkan seluruh pikirannya takluk kepada Kristus sebagai pusat. Kalau dalam hidup kita Kristus adalah pusat, maka kita akan dipakai oleh Tuhan dengan begitu lancar, dalam pelayanan kita memuliakan Tuhan meskipun harus menghadapi kesulitan. Waktu roda dengan as yang tepat melewati jalan yang sulit, maka kesulitan terletak pada jalanan yang dilewati, bukan pada roda itu sendiri. Pada diri roda itu kalau as’nya tidak beres, maka ketika ia jalan belum melewati jalan yang sulit, kesulitan sudah timbul di dalam roda itu sendiri. Demikian juga dengan pelayanan dan hidup kita sebagai orang  Kristen. Kerohanian kita perlu berpusat kepada Kristus. Kristus adalah Firman, Kristus adalah Logos, Kristus adalah Anak Allah yang kekal, yang menguasai semua aspek hidup kita dan akan mengaturnya dengan baik.Paulus menetapkan untuk tidak tahu apa-apa, kecuali Kristus yang tersalib. Ini bukan berarti bahwa Paulus mulai saat itu tidak mengerti hal-hal yang lain selain Kristus dan salib. Paulus adalah orang yang sangat terpelajar dan pengetahuannya sangat luas, tetapi Paulus memutuskan bahwa dalam seluruh pelayanan ia hanya mau memusatkan kepada satu hal, yaitu Kristus yang tersalib. Kristus yang tersalib harus menjadi pusat bagi Gereja dan orang Kristen.

6. Orang yang Memiliki Roh Kemuliaan Di Dalam Siksaan dan Aniaya
Waktu orang Kristen mengalami penderitaan karena dianiaya yang besar dari kerajaan Roma, maka di dalam siksaan, dalam penderitaan, mereka bukan saja tidak mencela Allah, tetapi mereka malah merasa bersyukur kepada Tuhan sebab mereka boleh menjadi saksi Tuhan. Ini merupakan satu hal yang berlawanan dengan budaya Romawi. Orang Romawi mempunyai empat kriteria kesuksesan yaitu kebijaksanaan, keberanian yang terkontrol oleh kebijaksanaan, penguasaan diri, dan keadilan. Ukuran seperti ini yang disebut sebagai kesuksesan seseorang. Kalau kita melihat Alkitab, kita melihat bahwa kalau seseorang dipenuhi Roh Kudus, ia bukan berani menyerang tetapi berani menahan serangan.Dari sejak orang Kristen abad mula-mula telah membuktikan bahwa mereka dipenuhi Roh Kudus dan mereka berani dibakar, berani dihancurkan, berani menerima aniaya. Ini adalah konsep yang berbeda sekali dengan konsep Romawi. Kalau orang Romawi bisa menang perang, itu artinya sukses, tetapi orang Kristen mengatakan bahwa mereka tidak mau menyerang, tidak mau menghancurkan orang lain, tetapi justru mereka rela menanggung kehinaan, mereka merasa mulia justru ketika dipermalukan.Waktu dianiaya seharusnya orang merasa malu, tapi fakta Alkitab menunjuk hal yang kontras. Ketika para rasul dianiaya, mereka keluar dengan senyuman dan merasa berbahagia sebab mereka merasa mendapatkan hak untuk menderita bagi Tuhan. Saya tidak tahu di antara kita siapakah yang diperkenankan Tuhan seumur hidup mengalami kelancaran. Tetapi mungkin di antara kita ada juga yang diperkenankan Tuhan untuk mengalami siksaan dan aniaya demi nama Kristus. Tetapi jangan anggap orang yang dianiaya adalah orang yang terkutuk, tetapi justru mereka yang dipilih oleh Tuhan untuk mengalami aniaya seperti itu adalah orang yang terpilih karena Tuhan tahu kerohanian mereka. Selama ini Gereja sudah dirusak oleh ajaran yang mengatakan, kalau mendapat penyakit, itu kutukan; kalau mati karena kecelakaan berarti dibuang oleh Tuhan. Ajaran seperti ini tidak ada dalam Alkitab. Alkitab mengatakan ketika orang-orang dipenuhi oleh Roh Kudus, maka mereka mempunyai kemuliaan. Artinya adalah orang Kristen yang menderita karena iman kepercayaan yang sejati, pada waktu menderita, dianiaya, diejek, difitnah, dibuang, mereka dapat bersukacita, karena Roh Kemuliaan ada pada mereka.Kalau kita sungguh-sungguh dipenuhi oleh Roh Kudus, maka kita berani mengabarkan Injil, berpusatkan hidup pada Kristus dan ketika dianiaya tetap memuliakan Allah. Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang mempunyai hati dan pikiran seperti Kristus dan ia sehati dengan rencana dan pikiran Allah. Kalau Roh Kudus ada di dalam diri kita maka kita mengerti isi hati Tuhan. Sebelum dipenuhi Roh Kudus, kita mencintai apa yang dicintai orang berdosa. Setelah dipenuhi Roh Kudus kita mencintai apa yang dicintai Tuhan. Sebelum dipenuhi Roh Kudus kita membenci apa yang dicintai Tuhan, sesudah dipenuhi Roh Kudus kita membenci apa yang dicintai orang berdosa. Orang yang dikuasai oleh roh setan merasa dirinya merdeka, bebas berbuat sesuka hatinya sendiri, tetapi mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka sedang dikuasai oleh roh jahat. Tetapi orang yang dikuasai Roh Kudus sangat berbeda maka ia sekarang berpikiran seperti Kristus, berperasaan seperti perasaan Kristus. Orang seperti itu berarti dikuasai Roh Kudus, dan Roh memimpin dia menjadi serupa Kristus.2 Kor. 3:17-18 mengatakan, di mana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan. Ayat 17 menjadi dasar ayat 18. Banyak orang mengatakan kalau ada Roh Kudus maka ada kebebasan, maka banyak orang menganggap kebebasan itu adalah kebebasan bertepuk tangan sambil menyanyi, kebebasan menyanyi semaunya sendiri. Tafsiran itu kurang tepat, sebab konteks dari pasal ini lebih agung dan lebih besar daripada itu. Kemerdekaan yang sejati adalah kemerdekaan dari kuasa dosa dan kemerdekaan bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga ikatan-ikatan yang membelenggu kita menjadi dilepaskan. Ayat 18 mengatakan, sehingga kita biasa masuk dari kemuliaan menuju kepada kemuliaan. Ini adalah perkataan yang sangat indah, artinya kita bebas bertumbuh seperti kemuliaan Kristus.

oleh: Pdt. DR. STEPHEN TONG
 Sumber : Majalah MOMENTUM No. 16 – Agustus 1992

===================


============================
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

thank you

Lord Jesus bless you

Amen

Bagaimana Menerima Pimpinan Roh Kudus


Bagaimana Menerima Pimpinan Roh Kudus
15 June 2012 by James Alfyn Muaja Leave a Comment
Penulis : Rev. Paul Y Chun

Bagaimana kita memelihara pimpinan Roh Kudus? Supaya bisa dipimpin oleh Roh Kudus kita harus menyerahkan apa saja yang menghalangi pimpinan Roh Kudus, juga harus membayar harga untuk hal itu dan mau mengambil keputusan untuk berkorban. Orang yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus akan melakukan sesuatu dengan hawa nafsu.

Walaupun sesuatu hal yang hendak dilakukan itu penting sekali, tetapi jika Roh Kudus tidak memimpin, hal itu harus diserahkan kemudian mengikuti pimpinan Roh Kudus. Jika orang seperti itu menjadi pemimpin, maka kelompok tersebut dapat mempunyai gerakan dan kehidupan yang penuh semangat. Pada awalnya, gerakan pekerjaan Tuhan tidak diwujudkan oleh seorang pemimpin yang istimewa. Jika setiap pemimpin kelompok dipimpin dan diubah oleh Roh Kudus, maka pekerjaan Tuhan digenapi. Pada saat menerima pimpinan Roh Kudus pelayanan kita dibaharui dan dipenuhi sukacita setiap hari dan mengucap syukur atas kekuatan untuk melakukan kegiatan yang baru dalam kehidupan kita. Selain itu saya berharap dan percaya bahwa pekerjaan Tuhan di dalam kita dilakukan dengan k uasa dan kekuatan yang Tuhan berikan dalam pimpinan Roh Kudus.

Bagaimanakah Pimpinan Roh Kudus Itu?

Jika demikian, bagaimana mengetahui seseorang menerima Roh Kudus atau tidak? Siapapun mempunyai masalah dalam kehidupan tetapi pada saat masalah itu datang, bagaimana cara menyelesaikannya? Melalui hal ini kita dapat mengetahui apakah seseorang benar-benar dipimpin oleh Roh Kudus atau tidak. Ada orang yang walaupun sudah pergi ke gereja tetapi ketika mendapat masalah masih tetap menyelesaikannya dengan cara, rencana, pikiran, tindakan, dan pengetahuannya sendiri dan apa saja yang dilakukannya. Orang seperti itu belum dipimpin oleh Roh Kudus yang belum sempurna, pada saat timbul masalah walaupun dia mempunyai pikiran, pengetahuan cara sendiri namun dia hanya memakai cara Tuhan. Jika terjadi masalah apakah penyelesaiannya menggunakan cara Tuhan ata u dengan cara sendiri? Cara apa yang akan Anda ikuti sekarang? Saya harap Anda akan mengikuti cara Tuhan dan menjadi orang yang dipimpin oleh Roh Kudus.

Contoh Pimpinan Roh Kudus di Dalam Alkitab

Untuk dapat mengetahui cara Tuhan. mari kita menyelidikinya dalam Alkitab. Kita bisa mendapatkan ajaran yang baik dari kitab Keluaran. Dalam pasal 33 muncul banyak peristiwa yang dialami oleh orang Israel sehingga berdosa di hadapan Tuhan. Mereka mengeluh terus-menerus kepada Musa dan Tuhan, kemudian mulai menentang Musa. Tuhan berbicara kepada Musa seperti dulu Dia berjanji kepada Israel, yaitu Tuhan akan memimpin mereka ke Kanaan yang berlimpah susu dan madu.

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: â€Å“Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah Kupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ituAku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Hamori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebusyakni ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan (Kel. 33:1-3)

Setelah memperoleh hal yang baik dari hasil tanah, hidup berkelimpahan dan mendapat jawaban doa dari Tuhan, mereka harus tetap berada dalam hadirat Tuhan dan Tuhan harus ada di tempat tersebut. Jika tidak seperti itu maka mereka dapat menderita walaupun mempunyai harta benda yang bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan. Jika mereka pergi menghadap Tuhan di tanah yang sudah diberkati, maka mereka akan mempunyai banyak harta benda dan kebudayaan berkembang secara alamiah.

Tetapi kenyataannya mereka semakin menderita di dalam hatinya. Tuhan hadir di berbagai kejadian dan kita dapat menikmati hal itu, tetapi umat Israel tidak mengetahuinya. Tujuan mereka hanya ingin masuk ke tanah Kanaan tetapi Musa tetap bergantung kepada Tuhan. â€Å“Tuhan, walaupun tanah Kanaan diberkati dengan berlimpah susu dan madu, tanpa Tuhan kami tidak bisa masuk. Saya menjadi puas di dunia ini, jika Tuhan tidak hanya memimpin kami di tanah Kanaan, tetapi sepanjang hidup kami. Tuhan ampunilah dosa kami dan tetaplah bersama kami.

Musa mulai berdoa di hadapan Tuhan. Ketika Musa turun dari Gunung Sinai, Tuhan menyuruhnya meninggalkan semua perhiasan orang Israel yang mereka pakai untuk membuat anak lembu emas. Mereka membuat patung dengan perhiasan mereka, karena mereka berbeban berat dan tidak melihat pimpinan Tuhan. Oleh sebab itu mereka menyembah patung yang mereka pikir akan menyelamatkan mereka dari tanah Mesir. Jikalau mereka masih mempunyai perhiasan, maka kemungkinan masih dapat dipakai untuk membuat patung lagi. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan membuang perhiasan itu.

Sekarang Musa bertemu dengan Tuhan, bukan di tempat kemah tetapi di luar perkemahan. Di luar perkemahan adalah tempat orang yang mempunyai dosa. Musa bertemu dengan Tuhan di luar perkemahan orang Israel, bukan di tempat kemah pertemuan. Ketika Musa bertemu dengan Tuhan di luar perkemahan, hadirat Tuhan penuh. Pada saat itu Musa berdoa di hadapan Tuhan â€Å“Tuhan, apakah Engkau memanggil saya? Orang Israel adalah umat pilihanMu. Tuhan memilih saya bukan? Maka sekarang jika kiranya saya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga saya dan orang Israel mengenal Engkau, supaya saya tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Tentang doa itu Tuhan menjawab, â€Å“Aku sendiri akan memimpin engkau.

Tuhan hadir dalam setiap masalah, itulah pekerjaan yang Tuhan lakukan.

Mengapa Kita Menerima Pimpinan Roh Kudus?

Kelompok doa tidak boleh menjadi kumpulan doa semata. Di dalam doa Tuhan hadir dan menjawab pokok-pokok doa dan melakukan pembaharuan. Tuhan beserta dengan Anda dan saya, hal itu dapat terlihat pada saat Tuhan memberikan kekuatan yang baru, memperbaharui iman dan memberikan kekuatan. Tuhan menyatakan kehendak-Nya melalui kita. Doa syafaat bukan tujuan kita, melainkan hadirat Tuhanlah yang menjadi tujuan utama di dalam doa syafaat. Tuhan menyertai dan setelah doa itu dijawab tempat itu juga diberkati oleh Tuhan.

Setelah menerima jawaban dan pimpinan Tuhan, pekerjaan dan pemeliharaan Tuhan akan menyertai kita selama-lamanya. Begitu pula dengan peperangan rohani, bukan kita yang berperang dalam peperangan rohani. Yang memimpin peperangan rohani adalah Yesus Kristus yang telah menang di kayu salib. Dia yang telah menghancurkan semua kuasa Setan untuk kemuliaan Bapa dan pada saat kita taat di hadapan Tuhan kita dapat maju dan memproklamirkan kemenangan dalam nama Yesus. Saya harap Anda dapat mempercayai bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan di atas kayu salib; kebahagiaan, damai sejahtera dan sukacita.

Semua hal rohani itu dipuaskan di dalam hati, sehingga pada saat melakukan peperangan rohani, kita tidak menjadi lelah dan tertekan. Semakin kita berperang, maka semakin besar kebahagiaan dan mujizat iman yang terjadi di dalam kehidupan kita. Juga hati kita megakui pekerjaan Tuhan bahwa Dialah yang melakukan peperangan rohani itu. Tuhan sudah memberikan kemenangan melalui Yesus di kayu salib kepada kita sehingga jika kita menaati Tuhan, maka kita dapat menikmati kebahagiaan dan kagum atas kemenangan itu.

Kekalahan dalam peperangan rohani disebabkan gagal dalam kehidupan iman dan ketaatan di hadapan Tuhan. Jika tidak taat di hadapan Tuhan dan tidak mengetahui kehendak-Nya maka kita kalah dalam peperangan rohani. Oleh karena itu menerima pimpinan Roh Kudus sangatlah perlu.

Pimpinan Roh Kudus yang Paling Kuat Adalah Hadirat Tuhan.

Sekarang kita melihat bagaimana Musa menyelesaikan masalah dengan cara Tuhan. Musa membuang perhiasan dan berdoa dengan mempertaruhkan hidup di hadapan Tuhan. Dia mulai berdoa dengan memegang janji Tuhan dan berkat Tuhan supaya Tuhan memberikan hidup kepadanya. Dia mau menaati jalan Tuhan.

Isi doa Musa singkat, â€Å“Tuhan bagaimana Engkau memimpin jalanku? Aku ingin mengetahui jalan-Mu lebih dari pada rencanaku dan keinginanku. Aku juga ingin mengetahui bagaimana Tuhan menuntun bangsa Israel masuk ke tanah yang diberkati oleh karena orang Israel. Apa yang harus kami lakukan supaya Tuhan menyertai kami?

Zaman ini lebih mengejar sesuatu yang bisa dipegang tangan kita secara nyata daripada hadirat Tuhan yang menyertai kita. Ketika orang lian melihat hal seperti itu mereka kagum dan berkata: Hebat! Tetapi justru sesuatu yang sangat hebat adalah jika Tuhan menyertai kita selama-lamanya. Sesuatu yang dapat dipegang oleh tangan dapat habis. Akan tetapi Tuhan menyertai kita, Tuhan mendukung kita dan terus-menerus memimpin jalan kita dan Jehovah Jireh menyertai kita.

Pada saat kita memerlukan kesehatan akan diberi kesehatan, memerlukan harta benda akan diberi harta benda, memerlukan kebijkasanaan akan diberi kebijaksanaan, memerlukan mujizat akan diberikan mujizat. Jika ingin melihat pekerjaan-Nya, Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya kepada kita melalui iman. Yang paling penting adalah Tuhan menyertai kita.

Walaupun keadaan sulit jika Tuhan menyertai, maka kita sudah menang. Meskipun keadaan baik jika hadirat Tuhan tidak ada, maka pekerjaan Tuhan tidak nyata karena Tuhan tidak menyertai kita sehingga kita dapat jatuh. Apa yang dilakukan tergantung waktu-Nya. Tuhan menjawab doa Musa, â€Å“Saya akan menyertai engkau. Alangkah hebat jawaban-Nya. Itulah pimpinan Roh Kudus.

Bagaimana kehidupan Anda sehari-hari saat dipimpin oleh Roh Kudus? Berapa lama kehidupan iman Anda dipimpin oleh Roh Kudus? Kehidupan iman yang dewasa penting tetapi Alkitab berkata bahwa tidak ada kehidupan iman yang berhasil kalau hidup keagamaan kita tidak benar. Berapa lama kita berada di dalam hadirat Tuhan, itulah yang menjadi fokus Tuhan. Orang Israel yang menjadi tawanan perang menderita dan menghadapi kesulitan. Tapi cobalah berpikir, Tuhan menghitung waktu orang Israel dengan apa? Tuhan tidak menghitung kehidupan orang Israel selama di padang gurun selama 40 tahun, tetapi berapa lama Tuhan menyertai mereka.

Pengalaman kehidupan iman dihargai pada waktu berapa lama Tuhan menyertai kita. Jika kita tidak mempunyai saat-saat di mana Tuhan menyertai kita, sebenarnya kita tidak mempunyai arti dalam kehidupan ini. Begitu pula dengan kehidupan berdoa. Coba renungkan berapa lama kita berdoa dalam hadirat Tuhan. Pada saat menyebut â€Å“Tuhan dalam berdoa, jika kita benar-benar berdoa dalam hadirat Tuhan, maka akan muncul mujizat yang dahsyat.

Pimipinan Roh Kudus Melalui Pujian

Kita perlu berpikir tentang pujian. Jika kita berdoa dalam hadirat Tuhan dan mulai menerima firman Tuhan, maka pengurapan Roh Kudus akan turun. Sesuai dengan firman kita akan mengalami kehadiran Roh Kudus melalui doa dan pujian. Itulah alasannya kita menaikkan pujian. Roh Kudus hadir pada saat berdoa, dalam puji-pujian dan firman.

Secara pribadi atau kelompok cara yang paling baik untuk dapat masuk lebih dalam di dalam hadirat Roh Kudus adalah melalui pujian. Kitab Mazmur menjelaskan kepada kita tentang hadirat Tuhan di dalam pujian mereka begitu jelas terlihat. Pada saat mengajar di sekolah teologi saya pernah mengajar tentang tafsiran Perjanjian Lama melalui kitab Mazmur. Perasaan dan pengalaman yang dialami oleh Daud saat memuji, mengakui dan merasakan hadirat Tuhan sebagaimana terdapat dalam kitab puisi tersebut, juga saya alami pada saat saya mengajarkan firman dalam kitab Mazmur. Walaupun masih dalam suasana belajar, murid-murid mengalami pertobatan sambil menangis dan berseru dengan segenap hati.

Hati orang yang pernah bertemu dengan Tuhan adalah hati yang seperti itu. Hati orang yang takut akan Tuhan adalah hati yang seperti itu. Hati orang yang memuji Tuhan adalah hati yang seperti itu. Tetapi murid mulai menangis karena tidak mempunyai hati seperti itu pada dirinya sendiri. Mazmur bukan suatu puisi yang dibaca keyika hati senang

Hati orang yang berkenan kepada Tuhan maka pujian, pengakuan, dan renungan orang tersebut juga akan berkenan di hati Tuhan. Di dalam kitab Mazmur dinyatakan pengakuan, renungan, doa dan pujian yang berkenan kepada-Nya.

Kehadiran Roh Kudus Dalam Doa Syafaat

Saat dalam persekutuan doa, hendaklah kita fokus pada kehadiran Roh Kudus ditempat itu lebih dari pada orang yang hadir. Saya percaya walaupun hanya dua atau tiga orang berkumpul di persekutuan doa itu, Roh Kudus akan hadir dan mendukung mereka dan mengizinkan mereka berdoa di tempat itu, sehingga mereka dapat membuka takhta Allah.

Pada saat Anda melakukan kehidupan doa yang dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus, mujizat yang dahsyat akan terjadi. Sampai sekarang apapun yang belum pernah Anda dengar, belum pernah Anda lihat, belum pernah Anda pikir dan belum pernah timbul dalam hati Anda, jika Anda mempercayai Roh Kudus maka semua hal akan terwujud (1 Kor. 2:9)

Pada saat Roh Kudus memimpin kita menaikkan puji-pujian maka akan terjadi pertobatan, kesembuhan penyakit dalam puji-pujian, bahkan roh-roh jahat akan keluar, sehingga kita dapat mengalami kebebasan dan sukacita yang penuh dari atas oleh karena roh dan jiwa bebas pada saat memuji dengan sukacita. Masuk dalam pujian harus dengan ucapan syukur dan sukacita. Pada saat berdoa syafaat kita harus masuk di dalam hadirat Roh Kudus dengan cara seperti itu.

Pendoa syafaat tidak hanya berkumpul menyusun topik doa, memuji Tuhan, dan kemudian berdoa dengan tekun sesuai urutan. Pada saat persekutuan dimulai, harus dapat berdoa dalam hadirat Tuhan. Pada saat seperti itu mujizat yang dahsyat akan terjadi di tempat itu. Pada saat berdoa Tuhan sendiri yang akan menyertai. Tuhan tetap menyertai walaupun hanya 2 atau 3 orang saja yang berkumpul, yang penting adalah Tuhan menyertai seperti Tuhan menyertai 100 orang yang berkumpul. Jika 100 orang berkumpul tetapi Tuhan tidak menyertai, maka hanya merupakan orang banyak yang berkumpul melakukan sebuah program. Tetapi jika Tuhan hadir, percayalah semua program yang telah ada akan diubah menjadi program Tuhan.

ORANG YANG MEMILIKI VISI

Yang kedua, pemimpin persekutuan adalah orang yang harus memiliki visi. Di dalam Alkitab, pendoa yang dipimpin oleh Tuhan semuanya adalah orang yang memiliki visi. Pendoa dapat memegang visi Tuhan. Berapa lama persekutuan doa dapat berlangsung tergantung pada visi. Walaupun sudah berdoa selama hidup, tetapi jika visinya salah maka visi pun tidak terwujud.

Ada orang mengikuti persekutuan doa supaya bisa berdoa untuk masalah pribadi tetapi setelah mendapat jawaban semangat doanya hilang. Mengapa hal itu terjadi? Memang kita mempunyai masalah pribadi, tetapi yang penting adalah visi. Walaupun ada anggota tim doa syafaat yang meninggal dunia, tetapi jika tim itu masih ada, tim itu harus memegang visi Tuhan yang besar supaya bisa berdoa sampai Tuhan datang.

Harus Berdoa Dengan Visi

Jika orang berdoa dengan visi, masalah tidak menjadi persoalan. Misalnya masalah kesehatan, masalah anak, masalah keluarga, dan masalah materi (harta benda) dan siapapun bisa mempunyai masalah tersebut. Pada saat mendoakan masalah itu, bagaimana jika bertemu dengan pemimpin yang mempunyai visi atau orang yang mempunyai visi dari Tuhan?

Pada awalnya dia akan masuk ke persekutuan doa untuk masalah kesehatannya, tetapi jika dia ikut memegang visi pemimpin tersebut maka kemuliaan Tuhan akan hadir selama dia berada di tempat itu. Pekerjaan Tuhan yang disertai dengan memegang visi selama hidup dapat menyatakan kemuliaan Tuhan. Orang yang tidak mempunyai visi adalah orang yang berpikir visi itu tidak ada hubungan dengannya, sehingga dia tidak tertarik untuk mendoakannya. Dia tidak mempunyai visi tentang doa.

Berapa kuat suatu kelompok doa tergantung dari apakah visi kelompok doa itu berasal dari Tuhan. Pada saat mendoakan pendeta kami, kami berdoa mengenai kesehatannya, roh yang dikuasai oleh Tuhan, kuasa yang dia terima dari Tuhan, dan sebagainya. Tetapi yang lebih penting adalah harus berdoa supaya Tuhan menggenapi visi yang sudah Tuhan berikan kepada pendeta kami. Juga harus berdoa kepada Tuhan mencukupkan semua keperluan.

Umat yang tidak mempunyai visi akan liar. Firman Tuhan berkata, â€Å“Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat (Ams. 29:18)

Kunci supaya doa Anda menjadi kuat untuk selamanya adalah harus mempunyai visi. Zaman sekarang adalah zaman yang tidak mempunyai visi. Ada banyak orang hidup tanpa visi. Walaupun sudah percaya kepada Yesus dan menerima keselamtan, masih ada di antara mereka yag hidup tanpa visi. Bukan karena tidak mempunyai visi, tetapi karena mereka tidak mengetahui visi apa yang Tuhan beri.

Saya berharap Anda menerima dan memegang visi Tuhan supaya mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas pada zaman ini.

Pada saat berdoa dengan memegang teguh visi akan mendapatkan kekuatan untuk berdoa. Mujizat yang Tuhan berikan untuk jawaban doa akan terjadi. Pada saat memilih seorang pemimpin, sama seperti memilih orang yang mempunyai visi yang sama karena jika visinya berbeda maka kelompok tersebut dipimpin ke arah yang berlainan. Pemimpin doa syafaat di gereja harus mempunyai visi yang sama dengan visi gereja. Jadi visi gereja tersebut menjadi visinya sendiri. Orang yang tidak seperti itu tidak dapat menjadi pemimpin doa syafaat, walaupun sudah masuk ke dalam kelompok doa syafaat.

ENAM TAHAP MEMILIH PEMIMPIN YANG SESUAI DENGAN TELADAN TUHAN YESUS

Tahap Memilih

Sekarang kita akan mempelajari bagaimana memilih pemimpin doa syafaat sesuai dengan Alkitab. Kita akan mempelajari melalui tahap-tahap apa saja Tuhan Yesus memilih seorang pemimpin. Dalam hal ini ada enam tahapan.

Tahap pertama adalah Tuhan Yesus memilih. Walaupun pemimpin doa syafaat dikirimkan oleh Roh Kudus, akan tetapi orang tersebut harus diuji apakah benar-benar disertai oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memanggil murid-muridnya di sekitar daerah Galilea. Tuhan Yesus berkata, â€Å“Ikutlah Aku, Aku akan menjadikanmu menjadi penjala manusia. Murid yang paling dekat dengan Tuhan Yesus adalah Petrus, Yakobus, Yohanes. Pertama 3 orang kemudian menjadi 12 orang, terus bertambah menjadi 70 orang, 120 orang dan 500 orang. Pada saat Yesus memanggil murid yang pertama dimulai dengan panggilan, kemudian menjadi pilihan. Pilihan dimulai dari panggilan, kemudian akan mendapatkan pelayanan yang sesuai sehingga dapat berbuah dengan baik di dalam pelayanan. Pilihan bukanlah hal yang sepihak.

Jika pendeta memilih Anda sebagai pemimpin doa syafaat untuk disiplin, ikutlah dengan sukarela. Tuhan akan berkenan kepada orang yang mengikuti Dia dengan sukarela. Pada saat Tuhan memilih murid-murid-Nya, mereka bukanlah orang yang hebat tetapi orang yang taat. Walaupun mereka bukan orang yang berpendidikan, tetapi Tuhan melihat kemungkinan bahwa mereka dapat menjadi orang yang mendirikan Kerajaan Surga di mana saja, karena mereka lebih mudah untuk diajari dan disiplin untuk taat melakukan kehendak-Nya.

Tahap Mengajar

Tahap yang kedua adalah mengajar. Tuhan mengajar mereka yang sudah dipilih. Pada saat mengajar mereka Tuhan memberikan kuasa dan memperlihatkan mujizat. Tuhan mengutus mereka dan merasa heran akan mujizat itu dan berkata, â€Å“Hal itu tidak hanya Aku saja yang dapat melakukan, kalian juga bisa melakukannya seperti yang Aku lakukan di dalam nama-Ku. Tuhan mengutus mereka untuk memberitakan Injil kerajaan surga dengan memberi kuasa untuk memulihkan orang yang sakit dan yang lemah serta mengusir setan dari orang yang kerasukan. Para murid pergi dan melakukan semuanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan kemudian sesuatu terjadi. Lalu mereka kembali dengan semangat yang tinggi. Mereka yang dulu diam, sekarang berbicara tentang pelayanannya masing-masing dengan semangat yang menggebu-gebu.

Tuhan bertanya kepada mereka, â€Å“Apa yang dikatakan orang setelah melihat pelayanan kalian? Menurut kata orang siapa Anak Manusia itu? Murid-murid-Nya menjawab: â€Å“Ada yang berkata salah seorang nabi, ada juga yang berkata Elia, yang lain berkata Musa yang dibangkitkan. Tuhan Yesus bertanya lagi kepada mereka, â€Å“Tetapi menurut kalian sendiri siapa Aku ini? Pada saat itu Simon Petrus menjawab, â€Å“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, â€Å“Sebab bukan manusia yang memberitahukan hal itu kepadamu, melainkan Bapa yang di surga. Alangkah baiknya jawaban Petrus.

Setelah orang-orang didisiplin dan dididik, kemudian mereka dapat mempraktekkan pelayanan yang diberikan kepada mereka. Sama seperti itu dalam disiplin doa syafaat seorang pemimpin tidak boleh membiarkan hanya dengan perkataan, â€Å“Berdoalah dengan keras! atau â€Å“Hadirlah dalam persekutuan doa syafaat. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengajar. Kedua bagaimana memimpin kelompok doa dengan baik dan mendalam. Tuhan Yesus todak memaksa, juga tidak mencela kalau tidak berdoa. Murid-murid melihat dan melakukan teladan yang ditunjukkan Yesus dalam berdoa. Doa syafaat juga harusa diajarkan. Tidak ada gunanya kalau kita hanya berkata, â€Å“Ayo masuk dalam hadirat Roh Kudus. Tetapi kita harus mengalami hadirat Roh Kudus secara langsung. Ketika kita menga jar, â€Å“Kita harus masuk ke hadirat Roh Kudus melalui pujian, kita harus menolong murid untuk mengalami hadirat Roh Kudus melalui pujian secara langsung. Yesus tidak memaksa mereka untuk mengikuti Dia, tetapi menunjukkan teladan-Nya.

Tahap Pengabdian

Ketiga adalah tahap pengabdian. Tuhan memilih, mengajar dan memberi teladan kepada para murid. Kenudian Tuhan Yesus meminta pengabdian mereka. Dalam mengabdi yang paling penting adalah mempunyai motivasi mengapa kita berdoa syafaat? Siapa yang dapat berdoa syafaat? Kita semua dapat melakukannya. Kita semua mempunyai kemampuan untuk berdoa syafaat. Memang ada harga yang harus dibayar dalam mengikut Tuhan. Secara manusia hal itu merugikan, tetapi kita harus berserah untuk hal itu. Membayar harga dalam mengikuti kehendak Tuhan adalah sebuah pengabdian. Serahkanlah dirimu. Siapa yang dapat melakukan hal ini? Yaitu orang yang mempunyai visi. Karena dengan mempunyai visi mereka dapat mengikuti jalan Tuhan da n membayar harga. Bagaimana murid-murid dapat mati sahid, mati di kayu salib dengan cara terbalik sambil memuji Tuhan? Karena mereka mempunyai visi yang mulia yang lebih berharga dari pada hidup mereka sendiri. Oleh karena itu mereka berlari menuju visi yang mulia.

Mengapa berdoa syafaat. Saya percaya pekerjaan Tuhan akan terjadi jika ada visi. Pada zaman ini, yang penting adalah visi bagaimana caranya memberi pengharapan untuk masa depan kepada orang yang tersesat. Tuhan Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Oleh karena itu. Jika kita memegang teguh visi untuk hidup bersama Tuhan Yesus, maka hal itu akan mengubah seluruh kehidupan kita. Tetapi ada orang yang berpikir bahwa jika ia mati pasti masuk surga dan hidup kekal. Oleh karena itu dia hanya memfokuskan pada visi tersebut. Kemudian dia hanya menghadiri kebaktian dengan tekun saja. Jika orang seperti itu mendapat penderitaan, mereka tidak bisa maju.

Selain itu, yang Tuhan inginkan dari saya adalah melakukan pelayanan dengan baik dan memberikan kemuliaan kepada Tuhan, serta melakukan visi kekal yang diberikan Tuhan kepada saya sehingga dapat menyimpan harta di surga selama hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, apa yang menjadi visi kita di dunia harus senantiasa dipegang.

Ada visi untuk satu bulan, satu tahun dan juga selama hidup. Saya harap Anda benar-benar memegang visi tersebut. Tuhan akan memberikan visi kepada Anda. Anda harus mempersiapkan diri dan mau membayar harga supaya dapat mengikut Yesus. Jika Anda tidak mempunyai pengabdian untuk taat seperti yang Tuhan inginkan maka Anda tidak dapat melakukan tugas pelayanan dengan baik.

Tahap Mandat

Tahap yang keempat adalah mandat. Tuhan Yesus memberikan mandat kepada pelayan-Nya. Mandat untuk melakukan pekerjaan Tuhan dan Tuhan menyertai. Kemudian Tuhan memberikan kuasa kepada mereka supaya dapat menginjili dengan berani. Tanda-tanda ajaib mengikuti pekerjaan Tuhan itu ketika mereka menggunakan kuasa dan otoritas dalam nama Yesus Kristus sehingga ketika mereka berdoa mujizat Tuhan terjadi. Mandat yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya bukan merupakan mandat yang berisi program latihan yang membutuhkan proses beberapa minggu, melainkan mandate untuk mengikuti kehendak Tuhan dengan kesiapan diri dan mau membayar harga, supaya dapat mewujudkan tugas yang Tuhan berikan.

Visi yang Tuhan berikan selama hidup pada zaman ini harus sesuai dengan panggilan dan mau menerima ajaran melalui firman Tuhan. Mulai saat itu Tuhan memberikan mandat kepada kita. Mandat adalah menerima tugas atau pekerjaan. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada orang yang setia dalam pekerjaan yang kecil sampai yang besar. Jika Anda terlatih, maka Anda akan menerima mandat berupa tugas pekerjaan yang Tuhan inginkan untuk diwujudkan. Pada saat seseorang menerima tugas pekerjaan itu, ia akan langsung berkata, â€Å“Tuhan, siapakah saya, manusia yang lemah, mengapa Tuhan berikan tanggung jawab itu pada saya.

Begitu pula dengan pendoa syafaat, dapat berbicara seperti ini, â€Å“Saya berdoa untuk orang lain dengan tekun dan terus-menerus, sehingga Tuhan memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin kelompok doa syafaat. Mulai sekarang hal itu membutuhkan dukungan doa dari kelompok doa syafaat dan juga memerlukan doa kesehatian untuk tim doa. Jika kita dapat melakukan tugas yang Tuhan berikan mulai saat itulah kehidupan kita berubah.

Tahap Mengawasi dan Penafsiran

Tahap kelima adalah mengawasi dan penafsiran. Pada saat mengerjakan pekerjaan yang telah diberikan, yang penting adalah mengawasi pendoa syafaat sambil menerima pimpinan dari Tuhan. Pemimpin harus dapat mengajar bagaimana tim doa syafaat melakukan kehidupan iman mereka dan bagaimana mereka dapat dipimpin oleh Tuhan.

â€Å“Kemudian kutujuh puluh itu kembali dengan gembira dan berkata: â€Å“Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu â€Å“ Lalu kata Yesus kepada mereka: â€Å“Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepadamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh jahat takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga (Luk. 10:17-20).

Jadi, pada saat murid kembali dari penginjilan Yesus mengevaluasi apakah mereka melakukan kesalahan dalam penginjilan dan apakah mereka menginjili dengan cara yang betul atau tidak.

Tahap Pelipatgandaan

Tahap keenam adalah pelipatgandaan. Untuk mengetahui pohon itu baik atau tidak hanya dapat dilihat dari buahnya. Sama halnya dengan pelipatgandaan, bagaimana cara membuat orang lain menjadi seperti kita sendiri. Pemimpin harus mendoakan banyak orang sebagaimana mendoakan diri sendiri supaya dapat mengalami karya Tuhan dan mengabaikan diri. Dan juga harus mendidik orang-orang tersebut dalam kelompok doa syafaat.

Saya harap Anda mempunyai kuasa sehingga dapat berdoa lebih kuat daripada orang lain yang hanya berdoa supaya dapat dilihat orang. Tidak hanya mempunyai keahlian dan menyimpannya untuk diri sendiri, tetapi harus terus-menerus membagikan kepada orang-orang yang mempunyai kemauan untuk hal tersebut sehingga semakin bertambah jumlah orang dalam tim doa syafaat, supaya dapat dipakai untuk zaman ini. Percayalah akan hal itu.

ORANG YANG BERIMAN

Ketiga, dasar sebagai pendoa syafaat adalah orang yang beriman. Di dalam Alkitab ciri-ciri khusus orang yang dipakai Tuhan adalah orang yang memiliki iman. Seperti tertulis dalam kitab Ibrani, â€Å“Tetapi tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani. 11:6) Jadi, bertindak dengan iman dapat menyenangkan hati Tuhan. Dalam kitab Roma 14:23 tertulis,Tetapi barangsiapa yang bimbang kalau dia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Di ayat tersebut tertulis, Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Ini bukti bahwa jika kita tidak mempunyai iman kita berdosa. Bukti itu dinyatakan setelah manusia jatuh dalam dosa sampai sekarang.

Sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa mereka mempunyau keturunan yaitu Kain dan Habel. Sejak kecil mereka sudah beribadah kepada Tuhan. Walaupun Kain dan Habel bersama-sama beribadah kepada Tuhan, tetapi Tuhan lebih senang kepada persembahan Habel dan menolak persembahan Kain. Padahal Kain mempunyai orang tua sama dengan Habel. Mereka sama-sama dilahirkan dari orang tua yang sama dan beribadah kepada Tuhan juga bersama-sama.

Mengapa Tuhan menerima persembahan dari seseorang dan menolak persembahan yang lain? Karena yang satu memberi persembahan hanya menurut adat-istiadat agama dan secara formal dan tidak ada artinya sama sekali. Sedangkan yang lain memberi persembahan dengan iman. Persembahan yang kita berikan harus seperti persembahan Habel, bukan seperti Kain. Persembahan seperti itulah yang diterima oleh Tuhan.

Jika Tuhan menerima persembahan Anda, Tuhan akan memberikan damai sejahtera, kebahagiaan, iman untuk kesembuhan dan penghiburan. Seperti itulah pekerjaan Tuhan akan terjadi sehingga Anda sangat bersukacita jika Tuhan menerima persembahan Anda.

Apabila setelah bertemu Tuhan, memuji dan menyembah-Nya, tetapi hatinya masih berbeban berat dan perasaannya kacau balau, itu berarti masih ada yang salah. Dunia ini memang semakin hari menjadi semakin sulit tetapi kehidupan iman dalam hati kita harus terus maju. Yang penting adalah iman. Jika kita mempunyai iman maka dapat menyenangkan Tuhan. Tuhan melakukan pekerjaan melalui orang yang menyenangkan hati-Nya dan Tuhan akan lebih mengasihi mereka.

Adakalanya kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita senang tetapi ada pula orang yang membuat jengkel. Tuhan adalah Pribadi dan menyertai orang yang menyenangkan diri-Nya dan lebih melakukan pekerjaan-Nya melalui orang seperti itu. Alasannya adalah orang yang beriman akan melakukan pekerjaan Tuhan. oleh karena itu orang yang menyenangkan Tuhan harus berada dalam kelompok doa syafaat.

Apakah Menyatakan Kebenaran Tuhan?

Orang yang menyenangkan Tuhan harus mengikuti kebenaran dasar. Jangan sampai menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi harus mengutamakan kebenaran Tuhan. Apa saja yang dilakukan harus memancarkan kemuliaan Tuhan. Orang yang berdoa mudah bersalah karena menonjolkan dirinya. Pada saat penyakit seseorang disembuhkan dan sukacita melimpah, kita harus memanjatkan doa syukur kepada Tuhan.

Ketika kelompok doa sudah berkembang menjadi besar, seorang pemimpin jangan berkata seperti ini, â€Å“Banyak orang masuk karena saya yang mempimpin kelompok itu dengan baik walaupun dia memang sudah melaksanakan peranannya dengan baik. Seharusnya pemimpin tersebut berkata seperti ini â€Å“Siapakah saya, Tuhanlah yang mendatangkan banyak orang supaya kehendak-Nya digenapi. Tuhanlah yang lebih banyak melakukan pekerjaan-Nya. Orang yang beriman tidak memperlihatkan kebenaran dirinya sendiri, tetapi hanya menonjolkan kebenaran Tuhan saja.

Pada zaman ini sulit untuk hidup beriman, karena kebenaran manusia lebih banyak muncul daripada kebenaran Tuhan. Nyatakanlah kebenaran Tuhan, tinggikanlah Tuhan. Meskipun kita memiliki kekurangan dan kelemahan, tetapi Tuhan akan mnyertai kita. Walupun seseorang hebat, pintar dan dipakai secara dahsyat di hadapan Tuhan, tetapi jika menonjolkan dirinya sendiri Tuhan tidak akan menyertai dia. Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya dalam kelompok melalui orang yang beriman. Di dalam kitab Yakobus 5:16 tertulis, â€Å“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Doa orang yang sesuai dengan kehendak Al lah akan menyatakan kebenaran Tuhan dan Tuhan akan berkenan kepada orang itu.

â€Å“Kamu adalah orang yang benar. Ada orang yang menerima pengampunan dosa melalui kuasa darah Yesus Kristus dan tidak melupakan berkat dan karunia yang telah diterimanya, sehingga ingin memberikan hidup untuk kemuliaan Tuhan dengan sukacita dan haru. Kelompok yang anggotanya adalah orang-orang seperti itu, jika berkumpul bersama untuk berdoa, maka mujizat akan terjadi. Apabila kebenaran Tuhan ditonjolkan maka tidak akan ada pertengkaran, cemburu dan iri hati.

ORANG YANG TEKUN BERDOA

Syarat keempat untuk pemimpin kelompok doa syafaat adalah kehidupan doa pribadi yang kuat. Kehidupan doa pribadi harus dipertahankan. Kita bukan pendoa yang berdoa untuk persekutuan doa syafaat. Secara pribadi kita harus bergaul terus menerus dengan Tuhan melalui doa paling sedikit satu jam sehari.

Di dalam Matius 26:36, ada kejadian bahwa Yesus berdoa di taman Getsemani. Yesus pergi bersama dengan murid-murid-Nya ke taman Getsemani. Yesus pergi sedikit lebih jauh dari mereka lalu tersungkur ke tanah dan berdoa tentang penyaliban-Nya. Setelah berdoa Yesus kembali kepada murid-murid-Nya dan melihat mereka tertidur. Lalu Dia berkata, â€Å“Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan-Ku? Kemudian Dia berkata lagi, â€Å“Berjaga-jagalah dan berdolah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Hal ini berarti kita harus berdoa satu jam sehari secara pribadi.

Kita dapat belajar tentang kebenaran yang harus kita doakan setiap saat supaya tidak mengalami pencobaan. Karena jika kehidupan imannya tidak benar maka banyak orang jatuh dalam pencobaan walaupun telah berdoa syafaat dengan tekun. Untuk dapat mencapai tahap melayani Tuhan dengan sukacita kita harus dapat berdoa sebagai anggota kelompok di kelompok doa syafaat. Pemimpin harus seperti itu. Keberadaan seorang pemimpin harus ditentukan dengan iman dan jiwa yang baik begitu pula dengan anggota kelompok.

Dalam kitab 1 Samuel 12:23-24 tertulis, â€Å“Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. Hanya takut akan Tuhan dan setelah beribadah kepadaNya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah betapa besarnya hal-hal yang dilakukannya di antara kamu. Di sini Samuel berkata, â€Å“jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu Jika orang yang beriman tidak berdosa di hadapan Tuhan dengan berhenti berdoa bagi orang lain; seperti berdoa bagi keselamatan keluarganya, orang yang lemah di dalam keluarganya, tentang iman, maka doanya akan dijawab. Percayalah pada firman Tuhan itu. Meskipun k ita rindu doa-doa kita dijawab tetapi seringkali kita berdosa karena tidak terus-menerus mendoakannya. Pada saat orang yang percaya bangkit dan berdoa terus menerus bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, maka mereka (orang-orang yang tidak percaya) akan datang kepada Tuhan. Tuhan menjawab doa orang yang berdoa. Orang-orang tersebut mau datang kepada Tuhan dan berubah bukan karena kekuatan manusia tetapi kuasa Tuhanlah yang mengubahkan mereka dan tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi.

Doa yang tidak putus-putusnya dinaikkan di hadapan Tuhan bagi keluarga kita, maka Tuhan akan menggenapi pekerjaan-Nya atas keluarga kita. Pada saat terus-menerus berdoa bagi bangsa dan negara supaya kehendak Tuhan digenapi, Tuhan akan menjawab doa kita. Inilah alasan melakukan kehidupan doa pribadi yang tekun di mana doa tersebut akan diwujudkan.

Cara Hidup Dalam Doa

Jika demikian bagaimana seharusnya hidup dalam doa. Kita harus berdoa di dalam hadirat Roh Kudus. Cara yang paling baik adalah masuk di dalam hadirat Roh Kudus kemudian baru berdoa. Mujizat yang hebat akan terjadi pada saat kita masuk lebih dalam di hadirat Tuhan dan bergaul dengan-Nya melalui doa, baik berdoa di dalam hati maupun dengan suara keras, tetapi semua harus berfokus pada Tuhan. Memuji Tuhan juga harus berfokus kepada-Nya, tidak peduli siapa yang datang di sebelah kita. Semuanya, baik hati dan pikiran harus tertuju kepada Tuhan. Pada saat seperti inilah mujizat Tuhan akan dinyatakan.

Pada saat saya mulai memuji dan masuk hadirat Tuhan maka hati, pikiran dan semua yang ada pada saya seperti dikendalikan oleh Tuhan dan saya mulai berdoa kepada-Nya. Hanya di hadirat Tuhanlah tempat bertemu dengan Allah yang hidup. Puji-pujian yang sungguh-sungguh kepada Tuhan juga diperlukan, yaitu saat kita memuji dengan sepenuh hati saat masuk dalam hadirat-Nya. Tuhan juga dapat mengubah kita melalui puji-pujian yang sungguh-sungguh di hadirat Roh Kudus.

Tuhan menyuruh kita untuk memuji dan masuk di dalam doa, kemudian mulai menghancurkan setan yang kuat. Mulai saat itulah peperangan rohani dilakukan. Jika kita masuk dalam hadirat Tuhan melalui puji-pujian dan Roh Kudus hadir, maka Roh Kudus akan melakukan pekerjaan-Nya. Sementara kita berdoa, Roh Kudus juga akan membimbing kita untuk melakukan bagian kita.

Kebahagiaan hidup dan kepuasan jiwa saya dapatkan pada saat berdoa dalam hadirat Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus yang masuk dalam hati saya dinyatakan di dalam kehidupan doa pribadi. Jika tidak mempunyai kehidupan doa secara pribadi maka akan mendapatkan kesulitan di dalam doa bersama dengan orang lain. Oleh karena itu kita harus mempunyai kehidupan doa pribadi yang baik.

Walaupun kita dapat berdoa bagi diri kita sendiri tetapi kita tetap memerlukan orang lain untuk mendukung kita dalam doa. Tidak ada seorang pun yang selalu dapat mempertahankan dirinya sendiri. Pada saat ada orang yang mendukung seseorang melalui doa maka orang tersebut dikuatkan kembali atau kehidupan rohaninya dipulihkan. Orang tersebut dapat mengalami pemulihan meskipun orang yang berdoa tersembunyi. Oleh karena itu kita harus saling mendoakan.

ORANG YANG SUDAH DEWASA SECARA ROHANI

Kelima. Pemimpin doa haruslah seorang yang sudah dewasa rohani. Orang yang sudah dewasa secara rohani harus berdoa syafaat. Menurut 1 Korintus 2:13-14 dan 1 Korintus 13:11 dapat diketahui siapakah orang yang sudah dewasa secara rohani. Orang yang sudah dewasa adalah orang yang bisa menjaga orang lain. Di dalam 1 Korintus 3:1-3 ada tiga macam orang, yaitu orang yang belum diselamatkan, orang Kristen yang masih hidup menurut keinginan duniawi dan orang Kristen yang dipimpin Roh Allah. Orang yang belum diselamatkan tidak menerima dan mengerti karya Roh Kudus.

Siapakah orang yang masih hidup menurut keinginan duniawi? Orang yang telah menerima keselamatan tetapi masih hidup menurut keinginan duniawi, secara rohani masih seperti anak kecil oleh karena itu tidak bisa makan makanan orang dewasa, hanya bisa makan makanan bayi karena ia belum cukup kuat untuk mencerna makanan orang dewasa. Tetapi orang yang dewasa rohani mempunyai hikmat Tuhan dan dia mengerti pekerjaan Tuhan yang diberikan kepadanya untuk dilakukan. Di dalam Alkitab dikatakan, â€Å“Orang yang rohani bisa mengerti hal-hal rohani dan bijaksana dan orang lain mengetahui kerohaniannya.

Apa ciri-ciri anak kecil? Anak kecil (bayi) tidak bisa memikirkan orang lain, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Pada saat bayi buang air besar atau kencing, dia hanya menangis saja, itu sudah cukup baginya karena orang dewasa yang menggantikan popoknya. Jika lapar dia menangis lagi dan orang dewasa membawa makanan dan menyuapkan makanan. Setelah bayi itu menjadi besar dia dapat makan sendiri.

Bayi memikirkan diri sendiri, begitu pula dengan bayi rohani. Dapat makan sendiri adalah suatu proses perkembangan menjadi dewasa. Orang dewasa dapat makan nasinya sendiri maupun menyuapkan nasi kepada orang lain. Demikian juga dengan doa. Ketika bayi rohani mendoakan saya, dia tidak tahu kalau doanya salah. Tetapi setelah saya ajari tentang firman Tuhan dan membimbingnya secara rohani, maka rohaninya menjadi berkembang sehingga dapat membaca firman Tuhan dan menyadari kesalahan dia dulu. Dia dapat makan nasinya sendiri.

Bukti dari sebuah pemrosesan terjadi pada saat mendengar firman Tuhan ia menerima anugrah, memuji dan bersukacita. Jika hal itu terus menerus terjadi tahap demi tahap, maka ia menuju kedewasaan sehingga dia dapat mengajar orang lain atau memimpin pujian dan doa.

Dan kita semua harus mencapai tahap kedewasaan rohani. Orang yang sudah dewasa secara rohani dapat melakukan pekerjaannya sendiri dan menjaga kehidupan imannya maupun membimbing kehidupan iman orang lain dan menjaga orang lain. Tetapi seorang pemimpin di sebuah kelompok doa yang memiliki anggota yang sudah dewasa dan meminta dirinya terus menerus didoakan maka kelompok doa ini tidak dapat berjalan baik. Apabila orang-orang diminta hanya untuk mendoakan pokok yang sama terus menerus seperti, â€Å“Tolong soakan supaya saya mengerti firman Tuhan, jika hal ini dilakukan setiap saat maka kelompok doa tersebut tidak dapat berjalan baik. Oleh sebab itu kita harus mempunyai mata rohani yang dapat melihat hal-hal rohani dan tidak hanya memiliki mata jasmani yang hanya bisa melihat hal-hal yang terlihat.

ORANG YANG BISA MEMBIMBING DAN MEMBENTUK PERSEKUTUAN DOA

Keenam, pemimpin persekutuan doa adalah orang yang dapat membentuk persekutuan doa, menghibur dan membimbing anggota-anggota persekutuan doa itu. Membentuk artinya memimpin mereka bukan dengan membuat aturan sendiri lalu dimasukkan ke dalam kelompok doa untuk dipakai sebagai pedoman untuk memimpin mereka berdoa.

Setan sangat membenci kelompok doa syafaat. Seseorang berkata jika dia adalah setan, dia akan mengikuti orang yang berdoa syafaat tersebut dan menghancurkan kelompok doa syafaat. Karena pendoa syafaat adalah orang-orang yang menghancurkan kerajaan setan dan membangun kerajaan surga. Oleh karena itu kelompok doa syafaat sering menerima serangan setan.

Seseorang yang sedang berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam kelompok doa, tiba-tiba suatu hari dia sulit untuk berdoa. Jangan menuduhnya bahwa dia belum dewasa atau tidak memiliki kehidupan doa pribadi, tetapi harus menghibur dia dan terus menerus berdoa untuknya. Pemimpin doa harus sering datang membimbing dan menghiburnya. Jika ada seseorang yang jatuh dalam kelompok doa, kita harus berdoa bersama untuk orang itu. Cara terbaik adalah berdoa secara bersama-sama dan dia berdiri di tengah kelompok dan meminta kepenuhan Allah.

Jika orang diurapi dan berdoa dengan sehati maka pekerjaan Tuhan akan digenapi. Orang yang masuk di dalam kelompok doa syafaat tidak boleh tinggi hati. Ia harus minta dukungan doa terus menerus. Jika ada orang yang hanya berdoa untuk orang lain, dia adalah orang yang bermasalah. Saya selalu meminta dukungan doa untuk anak saya, keluarga saya dan diri saya sendiri. Setiap saat saya bisa mendapat serangan yang keras dari setan, oleh karena itu saya meminta dukungan doa untuk dilindungi dan saya juga terus menerus berdoa.

Kita dapar membentuk persekutuan doa untuk menghibur dan membimbing jika mendapat kebijaksanaan dan kuasa dari Tuhan

ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA SECARA ROHANI

Ketujuh, pemimpin harus menjadi orang yang dapat dipercaya. Kepercayaan duniawi diperlukan, tetapi yang terpenting adalah kepercayaan rohani. Orang yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh adalah orangnya Kristus. Orang tersebut dapat menjadi korban untuk kemuliaan Tuhan. Itulah kepercayaan rohani, walaupun tubuhnya hancur tetapi pekerjaan Tuhan akan digenapi kepada orang yang melakukan kehendak Tuhan.

Pada saat menginjili saya menjadi apa saja untuk dapat menolong dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Jika kita berdoa seperti itu jiwa itu akan menerima keselamatan. Jika suatu benih tidak ditaburkan maka tidak dapat menghasilkan banyak buah. Oleh karena itu milikilah kepercayaan yang berasal Tuhan.

Orang mempunyai banyak kesalahan tetapi tetap dikasihi oleh Tuhan dan dia mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan menutup semua kesalahannya. Tuhan memakai kita bukan karena kita sempurna. Jika kita dapat mengetahui orang itu sangat mengasihi Tuhan, maka orang lainpun akan yang mengasihi Tuhan dan mengikuti-Nya. Jika seseorang pada saat menyembah Tuhan di gereja motivasinya hanya mencari kasih Allah dan berkat Tuhan saja, maka Tuhan tidak akan memberikan kepercayaan kepadanya. Pemimpin kelompok doa syafaat haruslah orang yang diakui dan dapat dipercayai Tuhan. Jika demikian mulailah berdiri dalam otoritas rohani.

ORANG YANG BISA MEMBERI WAKTU

Terakhir, yang kedelapan, seorang pemimpin adalah orang yang dapat memberi waktu yang cukup untuk persekutuan doa. Sebagai pemimpin harus dapat memberikan waktu yang cukup. Jika Tuhan telah memberikan berkat harta dan waktu yang dapat dipakai untuk berdoa syafaat di hadapan Tuhan, masuklah ke persekutuan doa. Apabila kita berdoa seperti itu, maka Tuhan akan menggenapi.

Memberi waktu cukup untuk persekutuan doa, .. mempunyai banyak waktu. Walaupun mempunyai banyak . Cuma jika jarang hadir di gereja. Orang yang beriman.. mengasihi Tuhan dan orang yang menghormati Tuhan, menghadiri acara gereja dengan baik. Demikian juga halnya dengan persekutuan doa. Pemimpin haruslah orang yang dapat memberi waktu yang cukup untuk persekutuan. Jika seorang pemimpin terlalu sibuk dan sering merasa khawatir karena ada janji dengan orang lain, maka orang lain juga akan sering melihat jam.

Pada saat Roh Kudus bekerja, jangan dibatasi oleh waktu, tetapi harus memberi waktu dengan sempurna untuk Allah bekerja. Walaupun seseorang sibuk, dia bisa menjadi anggota tim tetapi tidak dapat menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu pada saat mulai menjadi anggota tim, harus dapat mengatur waktu. Pemimpin juga harus dapat menepati janji dengan baik mulai dari awal sampai akhir dan dia harus selalu hadir lebih cepat di tempat persekutuan daripada anggota tim lainnya. Jika seseorang terburu-buru, dia tidak dapat menerima pimpinan Roh Kudus. Jangan lupa, jika kita mempunyai waktu untuk mencari Tuhan dan tidak terburu-buru, maka Tuhan akan memimpin kita.

Sumber: http://artikel.sabda.org/bagaimana_menerima_pimpinan_roh_kudus


============================
My blog is now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, hongkong, singapore, and others.
So support me in prayer and funds.
Help us with your little Donation.
Distributes your donation to :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

thank you

Lord Jesus bless you

Amen

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...