purchase books written by me.

purchase books written by me.
Price : Rp. 30.000,- or US$ 8.88

Monday, December 17, 2012

TUJUH HARI RAYA YHWH (SHEVA MOEDIM) SEBAGAI BAYANGAN KARYA MESIAS

Jumat, 23 September 2011



TUJUH HARI RAYA YHWH (SHEVA MOEDIM) SEBAGAI BAYANGAN KARYA MESIAS

Di Sinai YHWH memberikan Torah. Dalam Torah, YHWH menetapkan Moedim (waktu-waktu yang tetap) atau hari-hari raya yang berjumlah tujuh (sheva moedim). Ketujuh perayaan tersebut adalah (Imamat 23:1-44) sbb:


  1. Pesakh (14 Nisan)
  2. Ha Matsah (15 Nisan)
  3. Sfirat ha Omer (menghitung omer setelah shabat moedim)
  4. Shavuot (hari kelimapuluh setelah menghitung omer)
  5. Yom Truah /Rosh ha Shanah (1 Tishri)
  6. Yom Kippur (10 Tishri)
  7. Sukkot (15-21 Tishri)

Rasul Paul berkata dalam Kolose 2:15-16 sbb: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Mesias”. Ayat ini bukan larangan agar orang Kristen melaksanakan perayaan yang ditetapkan oleh YHWH di Sinai namun perihal larangan agar jemaat Mesias non Yahudi jangan membiarkan diri mereka dihakimi oleh beberapa kelompok mazhab Yahudi yang menekankan praktek legalistik dalam pelaksanaan Torah yang dipaksakan terhadap jemaat non Yahudi sebagaimana DR. David Stern menjelaskan sbb: “Namun di sini nampaknya orang-orang non Yahudi yang di yahudisasi, seperti di Korintus yang meletakkan pada diri mereka dalam ketaatan kepada pelaksanaan Torah yang legalistik (1 Kor 9:20) harus membebaskan diri dari aturan-aturan dangkal (Shaul memberikan contoh pada ayat 21) mengenai kapan dan bagaimana makan dan minum agar menjadikan... tawanan” [1]

Pernyataan Rasul Paul memberikan pemahaman bahwa perayaan yang ditetapkan YHWH di Sinai merupakan bayangan yang wujud nyatanya adalah Mesias. Barney Kasdan memberikan penjelasan mengenai relevansi Tujuh Hari Raya bagi kehidupan iman pengikut Mesias sbb: “Hari Raya YHWH atau Hari Raya Biblikal mengajar kita mengenai sifat Tuhan dan rencana-Nya bagi umat manusia...singkatnya semua Hari Raya YHWH telah diberikan bagi Israel dan orang beriman yang ditempelkan untuk belajar dalam cara yang sederhanan mengenai Tuhan dan rencananya bagi dunia[2]. Oleh karenanya kita harus memahami dengan seksama bagaimana Mesias menggenapi berbagai aspek dan unsur dalam Tujuh Hari Raya yang ditetapkan YHWH.



Ketujuh hari raya tersebut memiliki tiga lapis makna. Makna masa lalu (historis), makna masa kini (reflektif) dan makna masa yang akan datang (profetis). PESAKH menunjuk pada peringatan terluputnya nenek moyang Yishrael dari tulah YHWH melalui olesan darah di tiap palang pintu orang Yishrael (Dalam Perjanjian Baru, PESAKH menunjuk pada pengorbanan Mesias di kayu salib). HA MATSAH (nenek moyang Yishrael makan roti tidak beragi selama perjalanan menuju Laut Teberau (Dalam Perjanjian Baru menunjuk penguburan Yahshua). SFIRAT HA OMER menunjuk hari raya panen Bangsa Yishrael setelah memasuki tanah Kanaan. Tiap jatuh panen mempersembahkan buah sulung panen (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada kebangkitan Yahshua dari maut). SHAVUOT menunjuk perayaan panen hari kelima puluh setelah menghitung buah sulung. Dalam tradisi Yahudi dihubungkan pula dengan turunnya Torah di Sinai (Dalam Perjanjian Baru menunjuk peristiwa pencurahan Roh Kudus), YOM TRUAH menunjuk pada peniupan shofar sebagai penanda tahun baru sipil dan juga peringatan penghakiman YHWH (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada kedatangan Mesias yang kedua sebagai Hakim Yang Adil). YOM KIPPUR menunjuk pada pendamaian dosa-dosa kolektif Bangsa Yishrael terhadap YHWH dengan penyembelihan hewan setahun sekali (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada karya Yahshua sebagai korban pendamaian sejati). SUKKOT menunjuk pada puncak perayaan dari tujuh hari raya. Sukkot merupakan peringatan atas penyertaan YHWH di padang gurun. YHWH hadir di tengah-tengah Yishrael melalui MISHKAN (Kemah Suci) di mana SHEKINAH YHWH berada di dalamnya. Bangsa Yishrael tinggal di pondok-pondok kayu sambil merayakan panen buah-buahan (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada saat mana “Kerajaan Seribu Tahun Damai” dan juga “Langit Baru dan Bumi Baru” di mana YHWH memerintah bersama Sang Mesias Yahshua).

Dengan merayakan tujuh hari raya YHWH tersebut kita menghayati karya YHWH di dalam Mesias Yahshua dalam dinamika sejarah hidup Bangsa Yishrael. Serentak dalam konteks kekinian, kita bersama-sama berefleksi atas karya YHWH di dalam Mesias Yahshua, dalam kehidupan  spiritual dan moral kita sebagai orang beriman. Sementara secara profetis, kita menantikan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang yang menunjukkan tindakan YHWH di dalam Mesias Yahshua yang melakukan intervensi dan perubahan dalam sejarah kehidupan manusia.

Teguh Hindarto

[1] Jewish New Testament Commentary, Clarksville: JNTP 1992, P.610

[2] God’s Appointed Times: A Practical Guide for Understanding and Celebrating the Biblical Holidays, Lederer Books 1993, p.vi
 
sumber : http://bet-midrash.blogspot.com/2011/09/tujuh-hari-raya-yhwh-sheva-moedim.html?spref=fb

====================
sebenernye bukan cuma 7 hari raya bangsa israel. TAPI SLURUH KITAB SUCI DI ALKITAB BAE PERJANJIAN LAMA MO PUN BARU MERUJUK KE 1 PRIBADI YAITU YESUS. MAMAD NERU YESUS. ADA HADIS DIMANE AISA BILANG QORAN MENCERMINKAN MAMAD. YAH JELAS LAH ORANG QORAN KARANGAN MAMAD KOK. HA...7X SKALE LAGI GUE KASEH LIAT KALO MAMAD ADALAH MESIAS PALSU ALIAS ANTIKRIS ATO DAJJAL. HA...7X MAKANYE MURTAD DARE DAJJAL MAMAD. HA...7X

YLU AMEN

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Amazon SearchBox